Kompas.com - 25/07/2019, 07:33 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, di Kantor DPP Partai Nasdem, Rabu (24/7/2019) RYANA ARYADITA UMASUGIGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, di Kantor DPP Partai Nasdem, Rabu (24/7/2019)
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menilai sikap Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang membuka peluang mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan maju sebagai calon presiden pada 2024 hanya permainan drama politik.

Ia menilai pertemuan Surya Paloh dengan Anies yang berbarengan dengan pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Sandiaga dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri mempunyai kepentingan politik sendiri.

"Nah ini pertanyaan kenapa mesti hari ini? Apakah ini diartikan Nasdem akan pecah kongsi dengan PDI-P? Karena sebelumnya Surya Paloh juga kumpulin partai politik koalisi 01 semua. Ini berkaitan semua," ucap Hendri saat dihubungi, Rabu (24/7/2019).

Baca juga: Surya Paloh Buka Peluang Dukung Anies Baswedan Jadi Capres 2024

Ia menilai Surya Paloh saat ini ingin menunjukkan ada kemungkinan Nasdem pecah kongsi dengan PDI-P di pemilihan capres 2024.

Hal itu mungkin dilakukan Surya Paloh melihat adanya sinyal PDI-P akan menggandeng partai pengusung Prabowo-Sandi untuk berkoalisi.

"Ini drama show politik Indonesia, ini drama elite politik. Kita nikmatin aja apa yang disuguhin, tapi yang jelas Anies tidak perlu ragu, tidak perlu takut tidak dapat kendaraan, tidak perlu takut tidak ada dukungan di 2024 nanti," ucap Hendri.

Baca juga: Didukung Surya Paloh Jadi Capres 2024, Apa Kata Anies?

Ia juga menyarankan Anies untuk menjalankan tugasnya sebagai gubernur selama dua tahun ke depan dengan baik dan totalitas.

Dengan kepemimpinan Anies hingga 2021 ini, Anies bisa mencuri hati partai politik untuk bisa mengusungnya jadi calon presiden.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyebut partainya membuka kemungkinan untuk mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan maju sebagai calon presiden pada 2024.

Baca juga: Bestari: Hubungan Surya Paloh dengan Anies Telah Berlangsung 10 Tahun

Hal ini disampaikan Paloh seusai pertemuan tertutup dengan Anies di DPP Partai Nasdem, Rabu (24/7/2019).

Mulanya, Paloh mengaku memberikan saran-saran kepada Anies agar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menjalankan tugasnya dengan baik. Dia menganggap sosok Anies tak hanya dibutuhkan warga Jakarta, tetapi juga bangsa Indonesia.

Wartawan pun menanyakan, apakah hal ini menandakan Paloh mendukung Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Baca juga: Surya Paloh Sebut Kemampuan Anies Baru 5 dari 10 Sebagai Pemimpin

"Sudah pastilah dukungan. Secara politik, lahiriah, batiniah dukungan," ucap Surya sembari tertawa di kantor DPP Partai Nasdem di Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019).

Wartawan kembali bertanya maksud pernyataan Paloh itu apakah berarti juga Nasdem mendukung Anies untuk 2024. Pada 2024 Indonesia akan kembali menggelar pemilihan presiden.

"2024 kan tergantung Anies. Niatnya sudah pasti ada di situ, semua niat baik harus terjaga asal baik," kata dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Protes Ditertibkan Satpol PP, PKL di Depan RS UKI Tiduran di Jalan

Protes Ditertibkan Satpol PP, PKL di Depan RS UKI Tiduran di Jalan

Megapolitan
Tak Terima Ditegur, Pebalap Liar Rusak Mobil Warga di Bekasi

Tak Terima Ditegur, Pebalap Liar Rusak Mobil Warga di Bekasi

Megapolitan
Jual Minol hingga Langgar Jam Operasional, THM Zentrum Bogor Disegel

Jual Minol hingga Langgar Jam Operasional, THM Zentrum Bogor Disegel

Megapolitan
Kronologi Polisi Hendak Jemput Paksa Fatia-Haris Azhar dan Penjelasan Polda Metro Jaya

Kronologi Polisi Hendak Jemput Paksa Fatia-Haris Azhar dan Penjelasan Polda Metro Jaya

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta Diperpanjang, Jemaah di Tempat Ibadah Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta Diperpanjang, Jemaah di Tempat Ibadah Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
Satu Sekolah di Jakarta Utara Tetap Gelar PTM Usai Siswanya Positif Covid-19

Satu Sekolah di Jakarta Utara Tetap Gelar PTM Usai Siswanya Positif Covid-19

Megapolitan
Kronologi Pencuri Bobol Kafe di Kemang: Tepergok, Serang Petugas Sekuriti, Berakhir Dihajar Massa

Kronologi Pencuri Bobol Kafe di Kemang: Tepergok, Serang Petugas Sekuriti, Berakhir Dihajar Massa

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Naik, Pernah 0 pada Akhir Desember, Kini di Atas 20 Per Hari

Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Naik, Pernah 0 pada Akhir Desember, Kini di Atas 20 Per Hari

Megapolitan
Bantah Datangi Fatia dan Haris Azhar untuk Jemput Paksa, Polisi: Kami Lakukan Tindakan Persuasif

Bantah Datangi Fatia dan Haris Azhar untuk Jemput Paksa, Polisi: Kami Lakukan Tindakan Persuasif

Megapolitan
Pengeroyokan Anggota TNI di Jakarta Utara hingga Tewas, Pelaku Kesal karena Tak Ditanggapi Saat Bertanya

Pengeroyokan Anggota TNI di Jakarta Utara hingga Tewas, Pelaku Kesal karena Tak Ditanggapi Saat Bertanya

Megapolitan
Angka Kemiskinan di Jakarta Turun untuk Pertama Kalinya sejak Pandemi Covid-19

Angka Kemiskinan di Jakarta Turun untuk Pertama Kalinya sejak Pandemi Covid-19

Megapolitan
Pasien Covid-19 Melonjak Lebih dari 2.000 Persen dalam Sebulan, Wisma Atlet Tambah Tower Isolasi

Pasien Covid-19 Melonjak Lebih dari 2.000 Persen dalam Sebulan, Wisma Atlet Tambah Tower Isolasi

Megapolitan
Ada ASN Positif Covid-19, Pemkot Gelar Tes Antigen Massal di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat

Ada ASN Positif Covid-19, Pemkot Gelar Tes Antigen Massal di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat

Megapolitan
Kasus Omicron di Tangsel Bertambah, Penularan lewat Transmisi Lokal

Kasus Omicron di Tangsel Bertambah, Penularan lewat Transmisi Lokal

Megapolitan
Pencopetan di Terminal Pulogadung Terekam Kamera Warga, Pelaku Diduga Kerap Nongkrong di Sana

Pencopetan di Terminal Pulogadung Terekam Kamera Warga, Pelaku Diduga Kerap Nongkrong di Sana

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.