LRT Jabodebek Akan Beroperasi Tanpa Masinis

Kompas.com - 29/07/2019, 16:23 WIB
Pekerja menyelesaikan pengerjaan proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek lintas pelayanan dua Cawang-Dukuh Atas di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (17/6/2019). Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan menutup Jalan Setiabudi Tengah dari 17 Juni 2019 hingga 28 Februari 2020 mendatang. Penutupan jalan dilakukan untuk mengefektifkan pembangunan proyek LRT serta menghindari resiko kecelakaan pengguna jalan. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPekerja menyelesaikan pengerjaan proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek lintas pelayanan dua Cawang-Dukuh Atas di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (17/6/2019). Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan menutup Jalan Setiabudi Tengah dari 17 Juni 2019 hingga 28 Februari 2020 mendatang. Penutupan jalan dilakukan untuk mengefektifkan pembangunan proyek LRT serta menghindari resiko kecelakaan pengguna jalan.
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kereta lintas rel terpadu atau light rail transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) akan beroperasi tanpa masinis.

Kereta buatan PT Industri Kereta Api Indonesia (INKA) itu nantinya akan dikendalikan langsung dari pusat kontrol LRT Jabodebek.

"Memang sudah autopilot untuk operasionalnya, enggak perlu masinis lagi," ujar Senior Manager Humas, Sekretariat, dan Protokoler INKA Hartono saat dihubungi Kompas.com, Senin (29/7/2019).

Hartono menyampaikan, kereta LRT Jabodebek didesain bisa beroperasi tanpa masinis untuk memenuhi jarak kedatangan kereta (headway) yang pendek.

"Kalau dikontrol secara manual, nanti enggak tercapai headway-nya. Kan ada target kapasitas total yang harus diangkut. Hitung-hitungannya hanya bisa tercapai kalau menggunakan (kereta) automatic," kata dia.

Baca juga: Panduan Lengkap LRT Jabodebek, Rute dan Stasiun

Kereta LRT Jabodebek, lanjut Hartono, dirancang oleh teknisi-teknisi PT INKA. Namun, komponen kereta didatangkan dari Jerman.

"Itu didesain engineer-engineer kami. Kami memang melibatkan komponen-komponen itu dari Jerman," ucap Hartono.

INKA saat ini sudah menyiapkan satu rangkaian kereta LRT Jabodebek untuk diuji coba. Waktu uji coba belum bisa dipastikan karena masih menunggu kesiapan infrastruktur.

Progres pembangunan infrastruktur LRT Jabodebek mencapai 63,03 persen per 9 Juli 2019.

Transportasi berbasis rel itu diperkirakan akan beroperasi tahun 2021 dengan nilai pekerjaan sebesar Rp 22,8 triliun (termasuk pajak).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan

Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan

Megapolitan
Penjual Barongsai Mainan Raup Untung Saat Perayaan Imlek

Penjual Barongsai Mainan Raup Untung Saat Perayaan Imlek

Megapolitan
Masjid Lautze Jadi Simbol Toleransi Kawasan Pecinan di Sawah Besar

Masjid Lautze Jadi Simbol Toleransi Kawasan Pecinan di Sawah Besar

Megapolitan
Menelusuri Arti Nama Glodok, Kawasan Pecinan di Jakarta

Menelusuri Arti Nama Glodok, Kawasan Pecinan di Jakarta

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Megapolitan
Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Megapolitan
Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Megapolitan
Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Megapolitan
Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Megapolitan
Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Megapolitan
Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Megapolitan
Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Megapolitan
Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

Megapolitan
Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X