Sebelum Dibunuh Suami, Khoriah Curhat Sudah Tak Kuat ke Bapaknya

Kompas.com - 06/08/2019, 18:24 WIB
Mahmud (48), paman Khoriah yang tewas dibunuh suaminya bernama Jumharyono di rumah kontrakannya, Jalan Dukuh V, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (6/9/2019). DEAN PAHREVI/KOMPAS.comMahmud (48), paman Khoriah yang tewas dibunuh suaminya bernama Jumharyono di rumah kontrakannya, Jalan Dukuh V, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (6/9/2019).
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mahmud (48) paman dari Khoriah yang tewas dibunuh suaminya bernama Jumharyono mengaku kaget keponakannya dibunuh oleh suami sendiri. Apalagi selama ini Jumharyono dikenal baik oleh pihak keluarga.

Menurut Mahmud, selama ini keluarga melihat hubungan Khoiriah dan suaminya baik-baik saja.

"Hubungan mereka baik karena kan abis lebaran pulang kampung, kayaknya enggak ada masalah. Saya enggak tahu kalau mereka cekcok," kata Mahmud di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (6/8/2019).

Mahmud mengaku mendapat informasi dari orangtua Khoriah. Khoriah sempat menghubungi orangtuanya pada Senin malam mengatakan sudah tidak kuat dengan perilaku suaminya.

"Kata Bapaknya itu semalam pukul 23.00 WIB masih berhubungan sama Bapaknya ngasih informasi, itu anaknya (korban) sudah ngomong katanya sudah tidak kuat sama suaminya," ujar Mahmud.

Baca juga: Suami yang Bunuh Istri di Kramat Jati Diduga karena Ditolak Berhubungan Intim

Adapun saat ini pihak keluarga masih menunggu jenazah korban selesai diperiksa pihak RS Polri. Sementara itu, anak Khoriah berinisial R yang alami luka bakar rencananya akan dirawat oleh bapak kandungnya dari pernikahan pertama ibunya.

Usai diperiksa, korban akan dimakamkan di kampung halamannya di Brebes, Jawa Tengah.

Sebelumnya, Khoriah tewas dibunuh Jumharyono di rumah kontrakan, Jalan Dukuh V, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Selasa (6/8/2019) dini hari. Pembunuhan itu terjadi akibat perdebatan antara keduanya yang diduga karena masalah ekonomi.

"Saat pulang ke rumah ribut cekcok mulut masalah ekonomi, kemudian pelaku kesal dan memukuli korban dengan menggunakan batu yang diarahkan ke wajah korban dan menusukan korban dengan menggunakan gunting ke arah kepala dan perut (korban)," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, Selasa.

Usai membunuh, Jumharyono berniat bunuh diri dengan membakar kontrakannya.

Namun saat api sudah mulai membakar kontrakannya, dirinya sempat kabur hingga diamankan warga. Akibat kebakaran itu, anak korban berinisial R alami luka bakar dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Kini Jumharyono masih diperiksa oleh kepolisian di Mapolsek Kramat Jati.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Buang Air Kecil, Warga Temukan Mayat di Kolong Jembatan

Ingin Buang Air Kecil, Warga Temukan Mayat di Kolong Jembatan

Megapolitan
Polisi Tangkap 3 Penjambret Ponsel Remaja di Tangsel, Pelaku Residivis Kasus Narkoba

Polisi Tangkap 3 Penjambret Ponsel Remaja di Tangsel, Pelaku Residivis Kasus Narkoba

Megapolitan
Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas dan Polsek Tanah Abang Salurkan Bantuan Bahan Pokok

Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas dan Polsek Tanah Abang Salurkan Bantuan Bahan Pokok

Megapolitan
Keluarga Korban Harap Pembacok 2 Remaja di Rengas Tangsel Segera Tertangkap

Keluarga Korban Harap Pembacok 2 Remaja di Rengas Tangsel Segera Tertangkap

Megapolitan
Penyebar Video Berkonten Pornografi Mirip Pesinetron GL Akui Dapat Video dari Grup Telegram

Penyebar Video Berkonten Pornografi Mirip Pesinetron GL Akui Dapat Video dari Grup Telegram

Megapolitan
Penerobos Ring 1 Minta Maaf, Mantan Paspampres: Itu Urusan Lain, Polisi Perlu Tindak Tegas

Penerobos Ring 1 Minta Maaf, Mantan Paspampres: Itu Urusan Lain, Polisi Perlu Tindak Tegas

Megapolitan
Viral Video Mobil Masuk Jalur Sepeda Permanen, MTI Berharap Pemprov DKI Konsisten Tegakkan Aturan

Viral Video Mobil Masuk Jalur Sepeda Permanen, MTI Berharap Pemprov DKI Konsisten Tegakkan Aturan

Megapolitan
Mengaku Lalai, Pengendara Moge yang Terobos Ring 1 Menyesal dan Minta Maaf

Mengaku Lalai, Pengendara Moge yang Terobos Ring 1 Menyesal dan Minta Maaf

Megapolitan
Jalur Sepeda di Sudirman Diterobos Mobil, Sudinhub Bilang Hanya Bisa Patroli Pagi dan Sore

Jalur Sepeda di Sudirman Diterobos Mobil, Sudinhub Bilang Hanya Bisa Patroli Pagi dan Sore

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Penipu Modus Menang Undian Lewat SMS, Sebulan Raup Rp 200 Juta

Polisi Tangkap 2 Penipu Modus Menang Undian Lewat SMS, Sebulan Raup Rp 200 Juta

Megapolitan
Paspampres Persilakan Polisi Tangani Kasus Pengendara Motor yang Terobos Penjagaan

Paspampres Persilakan Polisi Tangani Kasus Pengendara Motor yang Terobos Penjagaan

Megapolitan
MTI Sambut Baik Jalur Sepeda Permanen di Jalan Sudirman-Thamrin

MTI Sambut Baik Jalur Sepeda Permanen di Jalan Sudirman-Thamrin

Megapolitan
2 Remaja di Tangsel Dibacok Sekelompok Orang Tak Dikenal

2 Remaja di Tangsel Dibacok Sekelompok Orang Tak Dikenal

Megapolitan
Pelaku Penyebar Video Mirip Pesinetron adalah Pengelola Situs Porno

Pelaku Penyebar Video Mirip Pesinetron adalah Pengelola Situs Porno

Megapolitan
Disuntik Vaksin Covid-19, Pedagang Pasar di Kota Tangerang: Terima Kasih, Pak Jokowi

Disuntik Vaksin Covid-19, Pedagang Pasar di Kota Tangerang: Terima Kasih, Pak Jokowi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X