Pengguna KRL Ini Gugat PLN, Minta Ganti Rugi Rp 6.500 karena Pemadaman Listrik

Kompas.com - 21/08/2019, 13:35 WIB
Kereta Listrik (KRL) terhenti karena listrik pada di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (4/8/2019). DEAN PAHREVI/KOMPAS.comKereta Listrik (KRL) terhenti karena listrik pada di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (4/8/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pengguna kereta rangkaian listrik (KRL) menggugat Perusahaan Listrik Negara (PLN) karena merasa dirugikan akibat pemadaman listrik yang terjadi pada 4 Agustus 2019.

Azas Tigor Nainggolan selaku pengguna KRL akhirnya melayanangkan gugatan ganti rugi kepada PLN di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (21/8/2019).

Gugatan itu tercatat dengan nomor 696/Pdt G/2019/PNJakartaSelatan.

Dia merasa dirugikan karena pemadaman listrik beberapa waktu lalu dan mengakibatkan dirinya tidak bisa pulang ke Jakarta usai bekerja di Bogor.

Baca juga: Sidang Pemilik Ikan Koi Gugat PLN di PN Jakarta Selatan Ditunda

"Karena blackout itu menyebabkan KRL tidak bisa beroperasi dari Bogor ke Jakarta. Waktu itu saya mau pulang ke Jakarta," kata Tigor di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Karenanya, Tigor harus dijemput oleh anaknya. Akhirnya dia harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 6.500 untuk biaya tol.

"Dalam kondisi itu saya merasa ini perbuatan hukum yang dilakukan oleh PLN," ujarnya.

Dalam petitumnya, Tigor meminta PLN meminta maaf secara terbuka melalui media massa akibat pemadaman listrik tersebut.

Dia  juga menuntut PLN membayar ganti rugi sebasar Rp 6.500.

"Kenapa tuntutannya hanya Rp 6.500? Karena itu menggantikan saya membayar tol dari Bogor ke jakarta," tutur dia.

Baca juga: PLN: Kompensasi Listrik Padam di DKI, Jabar dan Banten Diperkirakan Rp 850 Miliar



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan

Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan

Megapolitan
Penjual Barongsai Mainan Raup Untung Saat Perayaan Imlek

Penjual Barongsai Mainan Raup Untung Saat Perayaan Imlek

Megapolitan
Masjid Lautze Jadi Simbol Toleransi Kawasan Pecinan di Sawah Besar

Masjid Lautze Jadi Simbol Toleransi Kawasan Pecinan di Sawah Besar

Megapolitan
Menelusuri Arti Nama Glodok, Kawasan Pecinan di Jakarta

Menelusuri Arti Nama Glodok, Kawasan Pecinan di Jakarta

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Megapolitan
Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Megapolitan
Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Megapolitan
Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Megapolitan
Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Megapolitan
Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Megapolitan
Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Megapolitan
Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Megapolitan
Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

Megapolitan
Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X