Pembuatan Surat Izin Operator Palsu Dibanderol Rp 500.000

Kompas.com - 11/09/2019, 22:04 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (8/7/2019). RINDI NURIS VELAROSDELAKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (8/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan para pelaku pemalsuan surat izin operator (SIO) menjual jasanya seharga Rp 500.000

Uang tersebut kemudian dibagi untuk tiga tersangka sesuai dengan peran masing-masing.

"BS dapat Rp 200.000, AR Rp 200.000 dan ELL 100.000," kata Argo di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (11/9/2019).

BS berperan sebagai orang yang menawarkan SIO palsu kepada teman-temannya. Sementara AR berperan sebagai orang yang menyediakan blangko SIO palsu.

Tersangka terakhir yakni EEL bertugas untuk mengisi data pembeli SIO palsu di blangko yang diserahkan AR.

Argo mengatakan para tersangka telah melakukan aksinya lebih kurang sejak 6 bulan yang lalu. Selama 6 bulan itu, mereka telah menerbitkan setidaknya 130 SIO.

Baca juga: Polisi Ungkap Praktik Pembuatan Surat Izin Operator Palsu

"Sertifikasi alat berat itu keterampilan dan ada risiko. Baik diri sendiri dan orang lain. Orang lain di sini siapa, ya pekerja di situ. Kalau sudah menguasai artinya sudah berkompeten, tapi kalau enggak, ya bisa membahayakan orang lain," ucapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP David Kanitero akan menelusuri para pemegang SIO palsu tersebut.

"Tentunya kita pasti akan lakukan pemeriksaan lebih dalam lagi kepada pelaku dan kepada siapa-siapa saja, perusahaan mana-mana saja tapi SIO ini kan per orangan bukan perusahaan. Jadi mungkin akan kita cek nama-namanya itu kemudian kita cek ke perusahaan mana," tuturnya.

Baca juga: Jual Meterai Palsu di Toko Online, Pelaku Ditangkap Polisi

Ia juga menjelaskan, pemegang SIO palsu akan mengancam keselamatannya sendiri serta orang-orang di sekitarnya.

"Total 130 (SIO) semua di pelabuhan di Tanjung Priok, itu cukup banyak dan menimbulkan ancaman keselamatan kerja karena mereka beroperasi tidak punya kompeten di bidangnya," ujar David.

Sebelumnya diberitakan, polisi mengungkap praktik pemalsuan SIO. Pengungkapan itu berawal dari empat kecelakaan kerja yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok.

Dari empat kecelakaan tersebut, tiga di antaranya meninggal dunia dan satu orang luka berat.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nenek yang Gendong Jenazah Cucunya Gunakan Uang Santunan untuk Beli Papan Penutup Kuburan

Nenek yang Gendong Jenazah Cucunya Gunakan Uang Santunan untuk Beli Papan Penutup Kuburan

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Kembali Sediakan Tempat Penampungan untuk Pencari Suaka

Pemprov DKI Akan Kembali Sediakan Tempat Penampungan untuk Pencari Suaka

Megapolitan
Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Mobil di Tangsel

Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Mobil di Tangsel

Megapolitan
Pekan Depan, Meja Kursi Bekas di SDN Pekayon Jaya 3 Diganti Baru

Pekan Depan, Meja Kursi Bekas di SDN Pekayon Jaya 3 Diganti Baru

Megapolitan
Para Anggota DPRD DKI Gadaikan SK untuk Pinjam Uang ke Bank DKI

Para Anggota DPRD DKI Gadaikan SK untuk Pinjam Uang ke Bank DKI

Megapolitan
Dijenguk Dua Minggu Sekali, Jefri Nichol Kerap Minta Dibawakan Ayam Geprek

Dijenguk Dua Minggu Sekali, Jefri Nichol Kerap Minta Dibawakan Ayam Geprek

Megapolitan
Pria yang Terluka di Perlintasan Rel Jatinegara adalah Pegawai Transjakarta

Pria yang Terluka di Perlintasan Rel Jatinegara adalah Pegawai Transjakarta

Megapolitan
Ini Penyebab Sejumlah Sekolah di Bekasi Lebih dari Setahun Tanpa Meja dan Kursi

Ini Penyebab Sejumlah Sekolah di Bekasi Lebih dari Setahun Tanpa Meja dan Kursi

Megapolitan
Bantuan Ditolak Pemprov Riau, Anies: Kami Bersyukur Kalau Masalah Api Selesai

Bantuan Ditolak Pemprov Riau, Anies: Kami Bersyukur Kalau Masalah Api Selesai

Megapolitan
Ditolak Pemprov Riau, Bantuan dari DKI untuk Padamkan Karhutla Dialihkan ke Kalteng

Ditolak Pemprov Riau, Bantuan dari DKI untuk Padamkan Karhutla Dialihkan ke Kalteng

Megapolitan
Kepala Puskemas: Nenek yang Jalan Kaki Bawa Jasad Bayi Tak Pakai Mobil Jenazah karena Buru-buru

Kepala Puskemas: Nenek yang Jalan Kaki Bawa Jasad Bayi Tak Pakai Mobil Jenazah karena Buru-buru

Megapolitan
Pria yang Ditemukan Terluka di Perlintasan Rel Jatinegara Kenakan Baju Berlogo Jak Lingko

Pria yang Ditemukan Terluka di Perlintasan Rel Jatinegara Kenakan Baju Berlogo Jak Lingko

Megapolitan
Penerbangan Domestik Lion Air ke Sejumlah Kota di Kalimantan Terpantau Sesuai Jadwal

Penerbangan Domestik Lion Air ke Sejumlah Kota di Kalimantan Terpantau Sesuai Jadwal

Megapolitan
Kapolres Tangsel Ajukan Kenaikan Pangkat untuk Anggotanya yang Gugur Saat Olah TKP

Kapolres Tangsel Ajukan Kenaikan Pangkat untuk Anggotanya yang Gugur Saat Olah TKP

Megapolitan
Saksi Jaksa Tidak Hadir, Sidang Jefri Nichol Ditunda

Saksi Jaksa Tidak Hadir, Sidang Jefri Nichol Ditunda

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X