Dinas Kesehatan dan Pendidikan Diminta Bantu Sekolah yang Terdampak Asap Industri di Cilincing

Kompas.com - 13/09/2019, 22:47 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi Golkar Judistira Hermawan di lantai 4, Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2019) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGIAnggota DPRD DKI Jakarta fraksi Golkar Judistira Hermawan di lantai 4, Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Golkar Judistira Hermawan akan meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk membantu pengobatan warga yang terkena penyakit pneumonia akibat terpapar asap yang dikeluarkan dari sejumlah lapak pembakaran arang dan peleburan timah di Cilincing, Jakarta Utara.

Selain Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga diminta untuk membantu pihak SDN Cilincing 07 Pagi yang terkena dampak asap dari pembakaran ini.

"Kita minta dinas-dinas terkait yaitu kesehatan dan pendidikan untuk membantu warga yang terdampak ini. Memang harus mengambil langkah-langkah cepat," kata Judistira saat dihubungi Kompas.com, Jumat (13/9/2019).

Judis mengaku lebih memilih pemprov untuk membantu warga yang terdampak agar para industri yang menyebarkan asap tak perlu membantu sehingga warga tak memiliki utang budi.

Baca juga: Pemprov DKI Sebut Pemilik Industri Peleburan Timah di Cilincing Bersedia Alih Profesi

Sebaliknya mereka wajib memperbaiki industrinya supaya tak mencemari udara ddan merugikan warga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Iya biar pemerintah yang selesaikan, kita tidak mau nanti ada konflik kepentingan saat dirasa perlu ada penegakan hukum kepada mereka," ucapnya.

Terkait kasus ini Fraksi Golkar mendesak Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta secepatnya mengambil langkah tegas sesuai peraturan.

"Yang pasti kami akan segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup agar diambil langkah-langkah cepat dan tepat untuk mengatasi polusi asap ini meluas. Kalau memang ada pelanggaran kita minta ada tindakan tegas sesuai peraturan perundang-undangan," pungkas Judis.

Baca juga: Kata Anies, Lapak Pembakaran Arang dan Peleburan Timah di Cilincing Akan Ditutup

Sebelumnya, warga Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara mengeluhkan keberadaan industri rumahan pembakaran arang dari batok kelapa dan peleburan timah yang ada di Jalan Inspeksi Cakung Drain.

Alasannya, asap yang dikeluarkan dari sejumlah lapak tersebut kerap kali menyebabkan asap  tebal dan bau yang menyengat.

Akibatnya, salah seorang guru SDN Cilincing 07 pagi berinisial S mengalami pneumonia akut.

Diduga penyakit gangguan pernapasan itu disebabkan oleh paparan asap pembakaran arang dan peleburan timah yang tak jauh dari sekolah tersebut.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Moge dan Nmax Tabrakan di Kemayoran, Dua Pengendara Dirawat

Moge dan Nmax Tabrakan di Kemayoran, Dua Pengendara Dirawat

Megapolitan
Beroperasi hingga Sebabkan Kerumunan, Bar dan Gerai Spa di Gading Serpong Disegel Polisi

Beroperasi hingga Sebabkan Kerumunan, Bar dan Gerai Spa di Gading Serpong Disegel Polisi

Megapolitan
PPKM Level 4 Diperpanjang, Masih Banyak Pengendara Tak Bawa STRP di Pos Penyekatan Kalimalang

PPKM Level 4 Diperpanjang, Masih Banyak Pengendara Tak Bawa STRP di Pos Penyekatan Kalimalang

Megapolitan
Wali Kota Imbau Warga Jakarta Utara yang Terpapar Covid-19 Jalani Isolasi di Rusun Nagrak

Wali Kota Imbau Warga Jakarta Utara yang Terpapar Covid-19 Jalani Isolasi di Rusun Nagrak

Megapolitan
 Uji Coba Fitur Baru dalam Situs Vaksinasi, Pemkot Tangerang Akui Masih Ada Kendala

Uji Coba Fitur Baru dalam Situs Vaksinasi, Pemkot Tangerang Akui Masih Ada Kendala

Megapolitan
Pasien Isoman Meninggal di Jakpus Kebanyakan Tinggal di Wilayah Padat Penduduk

Pasien Isoman Meninggal di Jakpus Kebanyakan Tinggal di Wilayah Padat Penduduk

Megapolitan
Polisi Tangkap Satu dari Empat Pemuda Mabuk yang Keroyok Sebuah Keluarga di Ciputat

Polisi Tangkap Satu dari Empat Pemuda Mabuk yang Keroyok Sebuah Keluarga di Ciputat

Megapolitan
1,2 Juta Warga Jaktim Telah Divaksinasi Covid-19

1,2 Juta Warga Jaktim Telah Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Tak Ada Penghasilan Selama PPKM, Pekerja Seni Badut Rela Jual Cincin Kawin untuk Baju Sekolah Anak

Tak Ada Penghasilan Selama PPKM, Pekerja Seni Badut Rela Jual Cincin Kawin untuk Baju Sekolah Anak

Megapolitan
PPKM Level 4 Diperpanjang, Polda Metro Ingatkan Masyarakat Tetap Kurangi Mobilitas

PPKM Level 4 Diperpanjang, Polda Metro Ingatkan Masyarakat Tetap Kurangi Mobilitas

Megapolitan
Update 25 Juli, 30 Warga Kota Bekasi Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Update 25 Juli, 30 Warga Kota Bekasi Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Megapolitan
Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini 3.929 Orang

Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini 3.929 Orang

Megapolitan
Menyorot Tambahan Sanksi Pidana dan Kewenangan Satpol PP dalam Draf Revisi Perda Covid-19 DKI

Menyorot Tambahan Sanksi Pidana dan Kewenangan Satpol PP dalam Draf Revisi Perda Covid-19 DKI

Megapolitan
Pasar Tanah Abang Dibuka, Pedagang hingga Pengunjung Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin

Pasar Tanah Abang Dibuka, Pedagang hingga Pengunjung Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin

Megapolitan
Tak Lagi Pakai STRP, Ini Syarat Penumpang Kereta Api Jarak Jauh

Tak Lagi Pakai STRP, Ini Syarat Penumpang Kereta Api Jarak Jauh

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X