Kompas.com - 23/09/2019, 17:44 WIB
Asap hitam membumgung ketika massa mahasiswa dari PMII membakar ban dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih KPK, Senin (23/9/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DAsap hitam membumgung ketika massa mahasiswa dari PMII membakar ban dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih KPK, Senin (23/9/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kembali hadir di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan untuk berunjuk rasa.

Ini merupakan kedatangan PMII yang kedua kalinya. Terakhir, mereka berunjuk rasa di depan KPK pada Jumat (20/9/2019).

Saat itu aksi yang mereka lakukan di gedung KPK berakhir ricuh lantaran terjadi bentrokan antara demonstran dengan kepolisian.

Mereka sempat melempar gedung KPK dengan telor dan membakar ban di depan gedung halaman.

Baca juga: Pendemo Bakar Ban dan Kawat Duri di Depan Gedung KPK

Dari pantauan Kompas.com pukul 17.08, massa yang hadir tidak sebanyak aksi yang dilakukan Jumat lalu. Namun, orator massa menjajikan anggota PMII akan berdatangan.

Mereka pun masih menuntut hal yang sama.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami mendesak pemberhentian secara tetap pimpinan KPK periode 2014 2019 dan segera Lantik pimpinan KPK yang baru. Kami juga mendesak pengesahan UU KPK hasil revisi DPR RI," ujar Muhammad Syarif Hidayatullah dalam orasinya, Senin (23/9/2019).

Hingga saat ini, demonstrasi ini pun masih berlangsung dengan tertib. Polisi juga nampak masih berjaga di depan gedung KPK.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

F-PAN Usul Vaksinasi Covid-19 Jadi Syarat Kunjungi Mal hingga Tempat Wisata di Jakarta

F-PAN Usul Vaksinasi Covid-19 Jadi Syarat Kunjungi Mal hingga Tempat Wisata di Jakarta

Megapolitan
Ditabrak di Jalan Kapuk Raya, Pengendara Motor Meninggal Dunia

Ditabrak di Jalan Kapuk Raya, Pengendara Motor Meninggal Dunia

Megapolitan
Sanggupi Permintaan Ma'ruf Amin, Pemkot Tangerang Siap Vaksinasi 15.000 Orang Per Hari

Sanggupi Permintaan Ma'ruf Amin, Pemkot Tangerang Siap Vaksinasi 15.000 Orang Per Hari

Megapolitan
Pelindo II Akan Berhentikan Pegawai yang Lakukan Pungli

Pelindo II Akan Berhentikan Pegawai yang Lakukan Pungli

Megapolitan
Kesulitan Kejar Target Vaksinasi, Pemkot Tangsel Minta Pusat Perbanyak Distribusi Vaksin Covid-19

Kesulitan Kejar Target Vaksinasi, Pemkot Tangsel Minta Pusat Perbanyak Distribusi Vaksin Covid-19

Megapolitan
Wapres Maruf Amin Minta Pemkot Tangerang Vaksinasi 15.000 Orang Per Hari

Wapres Maruf Amin Minta Pemkot Tangerang Vaksinasi 15.000 Orang Per Hari

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 Melonjak, RS Islam Jakarta Butuh Tambahan 48 Nakes

Jumlah Pasien Covid-19 Melonjak, RS Islam Jakarta Butuh Tambahan 48 Nakes

Megapolitan
Ini Link Cek Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Jakarta

Ini Link Cek Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Dinkes DKI: Varian Baru Corona Ditemukan di Jakarta Lebih Menular dan Bergejala Berat

Dinkes DKI: Varian Baru Corona Ditemukan di Jakarta Lebih Menular dan Bergejala Berat

Megapolitan
3 Staf PTSP Positif Covid-19, Kantor Kelurahan Cengkareng Timur Ditutup Sementara

3 Staf PTSP Positif Covid-19, Kantor Kelurahan Cengkareng Timur Ditutup Sementara

Megapolitan
Jakarta Memasuki Fase Genting Covid-19, Lonjakan hingga Antrean Pasien Terjadi di Wisma Atlet

Jakarta Memasuki Fase Genting Covid-19, Lonjakan hingga Antrean Pasien Terjadi di Wisma Atlet

Megapolitan
Dinkes DKI: Pandemi Covid-19 di Jakarta Menuju Tren Mengkhawatirkan

Dinkes DKI: Pandemi Covid-19 di Jakarta Menuju Tren Mengkhawatirkan

Megapolitan
RS Islam Jakarta Terpaksa Tolak Pasien Baru Covid-19 karena Ruang Isolasi Penuh

RS Islam Jakarta Terpaksa Tolak Pasien Baru Covid-19 karena Ruang Isolasi Penuh

Megapolitan
Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RSUD Kota Tangerang Penuh

Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RSUD Kota Tangerang Penuh

Megapolitan
Kasus Melonjak, RS di Depok Aktifkan Lagi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Kasus Melonjak, RS di Depok Aktifkan Lagi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X