Usai Istirahat, Massa Mahasiswa dari Arah Senayan Kembali ke DPR

Kompas.com - 24/09/2019, 21:39 WIB
Kondisi mahasisea di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di Halte JCC Transjakarta, Selasa (24/9/2019). KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVAKondisi mahasisea di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di Halte JCC Transjakarta, Selasa (24/9/2019).
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Massa mahasiswa masih bertahan di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di bawah halte bus transjakarta, JCC Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019).

Pantauan Kompas.com pada pukul 20.36 WIB, beberapa mahasiswa yang mengenakan almamater Gunadarma, Universitas Nasional, UMJ, dan sebagian mahasiswa UI, tampak berisitirahat di kawasan ini. Ada yang makan, minum, bahkan tiduran.

Mereka tampak terpencar dari kelompok universitasnya masing-masing.

Jalan ini ditutup oleh massa mahasiswa sehingga ambulans yang ke arah DPR sulit untuk melintas. Jalan tol dalam kota pun tampak ditutup oleh massa yang bertahan.

Baca juga: Mahasiswa Terus Melawan Polisi di Slipi

Di kawasan peristirahatan ini, tampak massa membakar bakar water barrier di beberapa titik.

Kemudian, mereka juga merusak seperator jalan. Ledakan gas air mata juga terdengar hingga kawasan ini.

Setelah massa beristirahat, mereka langsung bergerak ke arah DPR atau menuju ke massa yang rusuh.

Mereka bergerak setelah terdengar bunyi tembakan gas air mata dari polisi.

"Ini lagi istirahat, baru nanti aksi lagi," ujar seorang mahasiswa.

Sementara mahasiswa lainnya menyatakan akan bergerak ke arah DPR meski tahu di kawasan itu sedang rusuh.

"Iya ini baliklah ke DPR, katanya rusuh," ucap mahasiswa lainnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahayakan Kendaraan, Warga Harap Tak Ada Lagi 'Air Terjun' di Tol Becakayu

Bahayakan Kendaraan, Warga Harap Tak Ada Lagi "Air Terjun" di Tol Becakayu

Megapolitan
Pengedar Setor Rp 10 Juta untuk 10.000 Dollar Palsu, Dapat Upah Rp 300.000

Pengedar Setor Rp 10 Juta untuk 10.000 Dollar Palsu, Dapat Upah Rp 300.000

Megapolitan
Dua Bocah Tersengat Tawon, Petugas Damkar Singkirkan Sarang

Dua Bocah Tersengat Tawon, Petugas Damkar Singkirkan Sarang

Megapolitan
Rampok Nasabah Bank Bermodus Gembos Ban, Seorang Residivis Ditangkap

Rampok Nasabah Bank Bermodus Gembos Ban, Seorang Residivis Ditangkap

Megapolitan
PKL Sudah 3 Tahun Minta Direlokasi ke Pasar Senen Blok III

PKL Sudah 3 Tahun Minta Direlokasi ke Pasar Senen Blok III

Megapolitan
PKS Akan Pilih 1 dari 4 Nama Cawagub DKI yang Diajukan Gerindra

PKS Akan Pilih 1 dari 4 Nama Cawagub DKI yang Diajukan Gerindra

Megapolitan
Pamit Nobar Persita Tangerang Vs Sriwijaya FC, Remaja Tewas Dibacok

Pamit Nobar Persita Tangerang Vs Sriwijaya FC, Remaja Tewas Dibacok

Megapolitan
Berbulan-bulan Pelaku Remas Payudara di Bintaro Belum Tertangkap, Ini Kendala Polisi

Berbulan-bulan Pelaku Remas Payudara di Bintaro Belum Tertangkap, Ini Kendala Polisi

Megapolitan
Satpol PP Jaring 14 Terapis Griya Pijat di Serpong, Diduga Melakukan Asusila

Satpol PP Jaring 14 Terapis Griya Pijat di Serpong, Diduga Melakukan Asusila

Megapolitan
Polisi Tangkap 13 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Seorang Pemuda di Bekasi

Polisi Tangkap 13 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Seorang Pemuda di Bekasi

Megapolitan
Polisi Buru Pembuat Dollar AS Palsu yang Dilengkapi Tanda Air seperti Asli

Polisi Buru Pembuat Dollar AS Palsu yang Dilengkapi Tanda Air seperti Asli

Megapolitan
Taufik Tidak Masalah Tak Gajian 6 Bulan jika RAPBD 2020 Tak Selesai Dibahas

Taufik Tidak Masalah Tak Gajian 6 Bulan jika RAPBD 2020 Tak Selesai Dibahas

Megapolitan
Akankah Anies-DPRD DKI Mengulangi Era Ahok Telat Sahkan APBD?

Akankah Anies-DPRD DKI Mengulangi Era Ahok Telat Sahkan APBD?

Megapolitan
Enggan Komentar, Anies Serahkan Kasus Satpol PP yang Bobol ATM ke OJK dan Polisi

Enggan Komentar, Anies Serahkan Kasus Satpol PP yang Bobol ATM ke OJK dan Polisi

Megapolitan
Gara-gara Komentar di Facebook, Dua Karyawan JICT Cekcok Berujung Penganiayaan

Gara-gara Komentar di Facebook, Dua Karyawan JICT Cekcok Berujung Penganiayaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X