Petugas Pemadam Kebakaran Periksa Titik Rawan Banjir di Kawasan Pejaten Timur

Kompas.com - 09/10/2019, 14:31 WIB
Petugas pemadam kebakaran melakukan pemeriksaan titik rawan banjir di kawasan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019) KOMPAS.COM/WALDA MARISONPetugas pemadam kebakaran melakukan pemeriksaan titik rawan banjir di kawasan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Petugas Pemadam Kebakaran ( Damkar) Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan melakukan penelusuran di pemukiman Jalan Rukun Ujung, Pasar Minggu, Rabu (9/10/2019).

Mereka melakukan pemeriksaan titik-titik rawan banjir di lokasi tersebut. Pemeriksaan titik banjir dilakukan mengingat sebentar lagi sudah mau memasuki musim penghujan.

Salah satu petugas bernama Nopri pun mengatakan ada beberapa titik rawan di kawasan pemukiman tersebut.

"Di wilayah sini ada empat yang rawan banjir, yaitu RW 05, RW 06, RW 07, RW 08," kata Nopri saat ditemui di lokasi, Rabu (9/10/2019).

Baca juga: Katulampa Siaga 3, BPBD DKI Minta Camat dan Lurah di Daerah Rawan Banjir Waspada

Banjir di titik tersebut biasanya terjadi karena kiriman air dari pintu air Katulampa, Bogor , Jawa Barat. Maklum saja, pemukiman padat ini berada tepat di bantaran kali Ciliwung.

Maka dari itu, pihkanya telah menyiapkan berbagai persiapan untuk mengantisipasi banjir tersebut.

Salah satunya memberikan informasi kepada warga jika ketinggian air di pintu air Katulampa sudah mencapai siaga satu.

"Kami juga punya perahu karet, ada ban juga. Perahu karet ada tiga untuk empat RW yang rawan itu," ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahayakan Kendaraan, Warga Harap Tak Ada Lagi 'Air Terjun' di Tol Becakayu

Bahayakan Kendaraan, Warga Harap Tak Ada Lagi "Air Terjun" di Tol Becakayu

Megapolitan
Pengedar Setor Rp 10 Juta untuk 10.000 Dollar Palsu, Dapat Upah Rp 300.000

Pengedar Setor Rp 10 Juta untuk 10.000 Dollar Palsu, Dapat Upah Rp 300.000

Megapolitan
Dua Bocah Tersengat Tawon, Petugas Damkar Singkirkan Sarang

Dua Bocah Tersengat Tawon, Petugas Damkar Singkirkan Sarang

Megapolitan
Rampok Nasabah Bank Bermodus Gembos Ban, Seorang Residivis Ditangkap

Rampok Nasabah Bank Bermodus Gembos Ban, Seorang Residivis Ditangkap

Megapolitan
PKL Sudah 3 Tahun Minta Direlokasi ke Pasar Senen Blok III

PKL Sudah 3 Tahun Minta Direlokasi ke Pasar Senen Blok III

Megapolitan
PKS Akan Pilih 1 dari 4 Nama Cawagub DKI yang Diajukan Gerindra

PKS Akan Pilih 1 dari 4 Nama Cawagub DKI yang Diajukan Gerindra

Megapolitan
Pamit Nobar Persita Tangerang Vs Sriwijaya FC, Remaja Tewas Dibacok

Pamit Nobar Persita Tangerang Vs Sriwijaya FC, Remaja Tewas Dibacok

Megapolitan
Berbulan-bulan Pelaku Remas Payudara di Bintaro Belum Tertangkap, Ini Kendala Polisi

Berbulan-bulan Pelaku Remas Payudara di Bintaro Belum Tertangkap, Ini Kendala Polisi

Megapolitan
Satpol PP Jaring 14 Terapis Griya Pijat di Serpong, Diduga Melakukan Asusila

Satpol PP Jaring 14 Terapis Griya Pijat di Serpong, Diduga Melakukan Asusila

Megapolitan
Polisi Tangkap 13 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Seorang Pemuda di Bekasi

Polisi Tangkap 13 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Seorang Pemuda di Bekasi

Megapolitan
Polisi Buru Pembuat Dollar AS Palsu yang Dilengkapi Tanda Air seperti Asli

Polisi Buru Pembuat Dollar AS Palsu yang Dilengkapi Tanda Air seperti Asli

Megapolitan
Taufik Tidak Masalah Tak Gajian 6 Bulan jika RAPBD 2020 Tak Selesai Dibahas

Taufik Tidak Masalah Tak Gajian 6 Bulan jika RAPBD 2020 Tak Selesai Dibahas

Megapolitan
Akankah Anies-DPRD DKI Mengulangi Era Ahok Telat Sahkan APBD?

Akankah Anies-DPRD DKI Mengulangi Era Ahok Telat Sahkan APBD?

Megapolitan
Enggan Komentar, Anies Serahkan Kasus Satpol PP yang Bobol ATM ke OJK dan Polisi

Enggan Komentar, Anies Serahkan Kasus Satpol PP yang Bobol ATM ke OJK dan Polisi

Megapolitan
Gara-gara Komentar di Facebook, Dua Karyawan JICT Cekcok Berujung Penganiayaan

Gara-gara Komentar di Facebook, Dua Karyawan JICT Cekcok Berujung Penganiayaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X