Warga dan Pengurus Masjid Al-Falaah Sebelumnya Tak Tahu Ninoy Karundeng Relawan Jokowi

Kompas.com - 10/10/2019, 06:09 WIB
Masjid Al Falah di Pejompongan, Jakarta Pusat, Rabu (9/10/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAMasjid Al Falah di Pejompongan, Jakarta Pusat, Rabu (9/10/2019).
Penulis Cynthia Lova
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Masjid Al-Falaah hingga warga Pejompongan mengaku tak mengetahui identitas Ninoy Karundeng sebelumnya.

Ninoy sendiri diketahui sebagai pegiat media sosial yang juga dikenal sebagai relawan Joko Widodo saat Pilpres 2019.

“Saya sama pengurus lain itu tidak tahu siapa si Ninoy ini. Kami aja baru tau Ninoy penggiat media sosial atau pun pro Jokowi saat videonya baru viral. Oh itu dia yang ditonjokkin kemaren,” ujar salah satu anggota dewan kepengurusan masjid (DKM) Iskandar di Masjid Al-Falaah, Pejompongan, Jakarta Pusat, Rabu (9/10/2019).

Ia mengatakan, info yang beredar tentang Ninoy disekap itu tidak benar. Sebab kala itu yang ia tahu dan lihat langsung adalah Ninoy ditolong warga masuk ke masjid.

Saat itu Nino sempat diamuk massa di depan masjid, Iskandar mengaku tak mengetahui siapa betul yang memukul Ninoy saat itu.

“Saya dari dalam masjid aja heran, itu ada apa kok rame-rame di depan. Eh ternyata dipukulin, terus langsung dia (Ninoy) dibawa masuk ke dalam masjid,” ucapnya.

Baca juga: Pengurus Sebut Ninoy Bukan Disekap di Dalam Masjid Al Falah, tetapi Diselamatkan

Iskandar mengatakan, saat Ninoy dibawa ke dalam masjid, ia langsung diberikan pertolongan pertama.

Sebab di dalam masjid sudah ada dokter dan paramedis. Di dalam masjid itu juga terdapat sekitar 30 orang pendemo yang kondisinya lemah lantaran terkena gas air mata.

“Kaami masukkan di sini semua. Kami berikan pertolongan pertama di sini. Tidak ada penyekapan, dokter ada di dalam, paramedis di dalam, korban sebagian di dalam, termasuk si Ninoy,” katanya.

Iskandar mengatakan, Ninoy baru diperbolehkan pulang pada Selasa pagi (1/10/2019) saat situasi sudah kondusif.

Sebab, kala itu wilayah Pejompongan seluruhnya ditutup dan tidak dapat diakses oleh warga.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rampok Nasabah Bank Bermodus Gembos Ban, Seorang Residivis Ditangkap

Rampok Nasabah Bank Bermodus Gembos Ban, Seorang Residivis Ditangkap

Megapolitan
PKL Sudah 3 Tahun Minta Direlokasi ke Pasar Senen Blok III

PKL Sudah 3 Tahun Minta Direlokasi ke Pasar Senen Blok III

Megapolitan
PKS Akan Pilih 1 dari 4 Nama Cawagub DKI yang Diajukan Gerindra

PKS Akan Pilih 1 dari 4 Nama Cawagub DKI yang Diajukan Gerindra

Megapolitan
Pamit Nobar Persita Tangerang Vs Sriwijaya FC, Remaja Tewas Dibacok

Pamit Nobar Persita Tangerang Vs Sriwijaya FC, Remaja Tewas Dibacok

Megapolitan
Berbulan-bulan Pelaku Remas Payudara di Bintaro Belum Tertangkap, Ini Kendala Polisi

Berbulan-bulan Pelaku Remas Payudara di Bintaro Belum Tertangkap, Ini Kendala Polisi

Megapolitan
Satpol PP Jaring 14 Terapis Griya Pijat di Serpong, Diduga Melakukan Asusila

Satpol PP Jaring 14 Terapis Griya Pijat di Serpong, Diduga Melakukan Asusila

Megapolitan
Polisi Tangkap 13 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Seorang Pemuda di Bekasi

Polisi Tangkap 13 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Seorang Pemuda di Bekasi

Megapolitan
Polisi Buru Pembuat Dollar AS Palsu yang Dilengkapi Tanda Air seperti Asli

Polisi Buru Pembuat Dollar AS Palsu yang Dilengkapi Tanda Air seperti Asli

Megapolitan
Taufik Tidak Masalah Tak Gajian 6 Bulan jika RAPBD 2020 Tak Selesai Dibahas

Taufik Tidak Masalah Tak Gajian 6 Bulan jika RAPBD 2020 Tak Selesai Dibahas

Megapolitan
Akankah Anies-DPRD DKI Mengulangi Era Ahok Telat Sahkan APBD?

Akankah Anies-DPRD DKI Mengulangi Era Ahok Telat Sahkan APBD?

Megapolitan
Enggan Komentar, Anies Serahkan Kasus Satpol PP yang Bobol ATM ke OJK dan Polisi

Enggan Komentar, Anies Serahkan Kasus Satpol PP yang Bobol ATM ke OJK dan Polisi

Megapolitan
Gara-gara Komentar di Facebook, Dua Karyawan JICT Cekcok Berujung Penganiayaan

Gara-gara Komentar di Facebook, Dua Karyawan JICT Cekcok Berujung Penganiayaan

Megapolitan
Tolak Relokasi, PKL Ancam Tetap Bertahan di Bahu Jalan Raya Senen

Tolak Relokasi, PKL Ancam Tetap Bertahan di Bahu Jalan Raya Senen

Megapolitan
Banyak Dilintasi Motor, JPO Dekat Sudinhub Jakut Kini Dipasang Beton

Banyak Dilintasi Motor, JPO Dekat Sudinhub Jakut Kini Dipasang Beton

Megapolitan
Polisi Tangkap Kelompok Pencuri Koper Pembalap Indonesia di Bandara Soetta

Polisi Tangkap Kelompok Pencuri Koper Pembalap Indonesia di Bandara Soetta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X