Mahathir Mohammad Akan Hadiri Pelantikan Presiden RI 2019-2024 Besok

Kompas.com - 19/10/2019, 16:26 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) menyampaikan keterangan pers usai pertemuan di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6). Kunjungan kenegaraan tersebut membahas permasalahan perbatasan kedua negara, tenaga kerja, dan sekolah bagi anak Tenaga Kerja Indonesia yang berada di Malaysia. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/Spt/18
ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIPresiden Joko Widodo (kanan) bersama Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) menyampaikan keterangan pers usai pertemuan di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6). Kunjungan kenegaraan tersebut membahas permasalahan perbatasan kedua negara, tenaga kerja, dan sekolah bagi anak Tenaga Kerja Indonesia yang berada di Malaysia. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/Spt/18

JAKARTA, KOMPAS.com - Bandara Halim Perdana Kusuma memperketat keamanan guna menyambut kedatangan tamu kenegaraan yang akan menghadiri pelantikan presiden dan wakil presiden pada Minggu (20/10/2019) besok.

Executive General Manager Lanud Halim Perdana Kusuma Kolonel Pnb Nandang Sukarna mengatakan sudah ada dua pemimpin negara yang direncanakan mendarat di Halim.

Mereka adalah Utusan Khusus Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Nahyan Mabarak Al Nahyan dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad.

"Sampai hari ini setelah kami lakukan koordinasi, kami memperoleh untuk data sementara ada dari utusan khusus presiden Uni Emirat Arab dan juga dari Malaysia," ucap Nandang saat dikonfirmasi, Sabtu (19/10/2019).

Baca juga: Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bandara Halim Bersiap Sambut Tamu Kenegaraan

Rencananya, perwakilan kedua negara tersebut akan tiba di Halim pada Sabtu malam ini hingga Minggu besok.

"Untuk kedatangan kami sedang koordinasikan dan hari ini kemungkinan data yang kami dapat saat ini kemungkinan nanti malam. Kalau untuk Malaysia kemungkinan besok," kata Nandang.

Untuk itu, keamanan di Bandara Halim mulai diperketat baik dari pihak kepolisian hingga TNI.

Penjagaan oleh aparat dilakukan di dalam gate kedatangan VIP maupun kawasan bandara Halim

"Tentu sebagaimana hubungan baik negara sahabat pengamanan saat ini sudah diperkuat baik di level darat ya menggunakan pasukan pengamanan yang menggunakan seragam dan tidak sudah mulai dilakukan. Juga dengan anjing pelacak juga dan sama-sama lihat di atas juga ada drone untuk monitoring," ucap Nandang.

Seperti diketahui, sebanyak 30.000 personel gabungan TNI dan Polri disiagakan dalam rangka pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 pada 20 Oktober 2019.

Hal itu diungkapkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Pengamanan mulai dilaksanakan hari ini, pasukan insert ke wilayah-wilayah sesuai dengan tanggung jawabnya. Pasukan yang dilibatkan 30.000," ucap Hadi saat gelar pasukan di Lapangan Monas, Kamis (17/10/2019).

Hadi menuturkan bahwa pengamanan juga mencakup Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, PLN Gandul, dan tempat logistik Pertamina

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPTJ: Penggunaan Transportasi Umum Baru 30 Persen di Jabodetabek

BPTJ: Penggunaan Transportasi Umum Baru 30 Persen di Jabodetabek

Megapolitan
Awal Mula Toko Minyak Wangi Menjamur di Kawasan Condet

Awal Mula Toko Minyak Wangi Menjamur di Kawasan Condet

Megapolitan
Pihak SDIT Izzati Bantah Terduga Teroris yang Ditangkap di Depok Adalah Guru

Pihak SDIT Izzati Bantah Terduga Teroris yang Ditangkap di Depok Adalah Guru

Megapolitan
Pemprov DKI Tak Akan Larang GrabWheels Beroperasi

Pemprov DKI Tak Akan Larang GrabWheels Beroperasi

Megapolitan
YLKI Minta Pemprov DKI Buat Regulasi soal Skuter Listrik, dari Perizinan hingga Asuransi

YLKI Minta Pemprov DKI Buat Regulasi soal Skuter Listrik, dari Perizinan hingga Asuransi

Megapolitan
Kuli Bangunan Asal Cilandak Jadi Korban Kecelakaan Bus di Tol Cipali

Kuli Bangunan Asal Cilandak Jadi Korban Kecelakaan Bus di Tol Cipali

Megapolitan
Korban Pemerkosaan Ayah Tiri Sempat Diancam Pria Misterius

Korban Pemerkosaan Ayah Tiri Sempat Diancam Pria Misterius

Megapolitan
Pemkot Tangerang Jelaskan Duduk Perkara Pengosongan Ruko di Cimone

Pemkot Tangerang Jelaskan Duduk Perkara Pengosongan Ruko di Cimone

Megapolitan
Kapal Sampah Bekasi Pabrikan Jerman Bisa Angkut 300 Kilogram Sampah Sekali Jalan

Kapal Sampah Bekasi Pabrikan Jerman Bisa Angkut 300 Kilogram Sampah Sekali Jalan

Megapolitan
Pengguna Skuter Listrik Ditabrak Mobil, Pemerintah dan Operator Diminta Segera Rumuskan Kebijakan

Pengguna Skuter Listrik Ditabrak Mobil, Pemerintah dan Operator Diminta Segera Rumuskan Kebijakan

Megapolitan
Beda dengan Klaim Polisi, Korban Kecelakaan Grabwheels Sebut Pelaku Langsung Kabur

Beda dengan Klaim Polisi, Korban Kecelakaan Grabwheels Sebut Pelaku Langsung Kabur

Megapolitan
Pemkot Tangerang: Pengosongan Ruko Permata Cimone Saran dari Kepolisian

Pemkot Tangerang: Pengosongan Ruko Permata Cimone Saran dari Kepolisian

Megapolitan
Pengacara Warga: Pengosongan Ruko Permata Cimone Cacat Prosedur

Pengacara Warga: Pengosongan Ruko Permata Cimone Cacat Prosedur

Megapolitan
Usai Kecelakaan GrabWheels, Pemprov DKI Kaji Aturan Jam Penyewaan Skuter Listrik

Usai Kecelakaan GrabWheels, Pemprov DKI Kaji Aturan Jam Penyewaan Skuter Listrik

Megapolitan
YLKI Minta Grab Hentikan Sementara Penyewaan GrabWheels

YLKI Minta Grab Hentikan Sementara Penyewaan GrabWheels

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X