Amankan Pelantikan Presiden, TNI Kerahkan Helikopter hingga Drone

Kompas.com - 20/10/2019, 09:53 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tirto Karnavian di Graha Jalapuspita, Jakarta Pusat, Minggu (20/10/2019). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELAPanglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tirto Karnavian di Graha Jalapuspita, Jakarta Pusat, Minggu (20/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan situasi keamanan di kawasan DKI Jakarta dalam keadaan kondusif jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

Seperti diketahui, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 pada Minggu (20/10/2019) siang.

Hadi mengatakan, dirinya didampingi Kapolri Jenderal Polisi Tirto Karnavian telah meninjau pos-pos keamanan yang tersebar di kawasan Jakarta, di antaranya pos keamanan di sekitar gedung DPR RI dan Istana Negara.

Baca juga: Situasi Jakarta Kondusif Jelang Pelantikan Presiden-Wapres

"Saya menyatakan bahwa semua berjalan lancar dan keamanan terjaga untuk mendukung pelantikan presiden dan wakil presiden. Insya Allah semua berjalan lancar dan aman," kata Hadi di Graha Jalapuspita, Jakarta Pusat, Minggu.

Hadi mengungkapkan, TNI juga mengerahkan sejumlah helikopter, pesawat tanpa awak (drone), dan pesawat jenis Boeing untuk memantau keamanan melalui udara.

Hasil pantauan akan dilaporkan secara langsung kepada pos pengamaman yang berada di Jalan Merdeka Barat.

Pantauan melalui udara ini, kata Hadi, bertujuan untuk mengantisipasi ancaman saat pelantikan presiden dan wakil presiden.

"Pengamanan di wilayah udara, TNI dan Polri juga berkorodinasi terus. TNI mengerahkan beberapa pesawat helikopter khususnya untuk wilayah Istana Merdeka dan DPR RI, termasuk pesawat Boeing untuk memantau dari udara di pos-pos tertentu yang dianggap kritis," ungkap Hadi.

"Semua (hasil pantauan) akan dilaporkan secara real time sehingga aparat bisa memantau real time juga," lanjut dia.

Seperti diketahui, sebanyak 31.000 personel gabungan dari TNI, Polri, dan pemerintah daerah diterjunkan untuk mengamankan pelantikan presiden dan wakil presiden hari ini.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aparat Belum Bantu Pembatasan Pengunjung di Sejumlah Pasar di Jaksel

Aparat Belum Bantu Pembatasan Pengunjung di Sejumlah Pasar di Jaksel

Megapolitan
UPDATE 2 Juli: Bertambah 13, Total 414 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 2 Juli: Bertambah 13, Total 414 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Dishub DKI: Jumlah Kendaraan di Jalanan Jakarta Mendekati Sebelum Covid-19

Dishub DKI: Jumlah Kendaraan di Jalanan Jakarta Mendekati Sebelum Covid-19

Megapolitan
UPDATE 2 Juli, Sisa 19 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi, 12 RW Masih di Zona Merah

UPDATE 2 Juli, Sisa 19 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi, 12 RW Masih di Zona Merah

Megapolitan
Kasus Penusukan Anggota Babinsa Serda Saputra, Polisi Tangkap Seorang Tersangka

Kasus Penusukan Anggota Babinsa Serda Saputra, Polisi Tangkap Seorang Tersangka

Megapolitan
PT MRT Jakarta Bakal Tambah Durasi Jam Sibuk bila Jumlah Penumpang Melonjak

PT MRT Jakarta Bakal Tambah Durasi Jam Sibuk bila Jumlah Penumpang Melonjak

Megapolitan
Orderan Kurir Sepeda Jakarta Melonjak Selama Pandemi Covid-19

Orderan Kurir Sepeda Jakarta Melonjak Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Orangtua Keluhkan Titik Koordinat PPDB Jalur Zonasi yang Salah, Pemkot Bekasi: Human Error

Orangtua Keluhkan Titik Koordinat PPDB Jalur Zonasi yang Salah, Pemkot Bekasi: Human Error

Megapolitan
Besok Kota Bogor Masuki Fase Pra-Adaptasi Kebiasaan Baru

Besok Kota Bogor Masuki Fase Pra-Adaptasi Kebiasaan Baru

Megapolitan
Garuda Indonesia Beri Penjelasan Berkait Penumpangnya yang Sesak Napas Lalu Meninggal

Garuda Indonesia Beri Penjelasan Berkait Penumpangnya yang Sesak Napas Lalu Meninggal

Megapolitan
Kegiatan Belajar Mengajar di Kota Tangerang Dimulai 13 Juli secara Daring

Kegiatan Belajar Mengajar di Kota Tangerang Dimulai 13 Juli secara Daring

Megapolitan
Sejumlah Orangtua Datangi Kantor Disdik Kota Bekasi Keluhkan Data Jalur Zonasi Tak Valid

Sejumlah Orangtua Datangi Kantor Disdik Kota Bekasi Keluhkan Data Jalur Zonasi Tak Valid

Megapolitan
Pedagang Sebut Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Bisa Kurangi Sampah di Jakarta

Pedagang Sebut Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Bisa Kurangi Sampah di Jakarta

Megapolitan
KPAI Sebut Penggunaan Akreditasi Sekolah Asal Bisa Rugikan Lulusan Sekolah Negeri

KPAI Sebut Penggunaan Akreditasi Sekolah Asal Bisa Rugikan Lulusan Sekolah Negeri

Megapolitan
Pemotongan Hewan Kurban di Zona Merah Dilakukan di Rumah Penjagalan

Pemotongan Hewan Kurban di Zona Merah Dilakukan di Rumah Penjagalan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X