Putri Parengkuan: Kompas merupakan Second Home Ayah

Kompas.com - 21/10/2019, 13:08 WIB
Jenazah August Parengkuan disemayamkan di Lobi Gedung Kompas di Palmerah Selatan, Jakarta Barat, Senin (21/10/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAJenazah August Parengkuan disemayamkan di Lobi Gedung Kompas di Palmerah Selatan, Jakarta Barat, Senin (21/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Jenazah August Parengkuan disemayamkan di lobi Gedung Kompas Gramedia Unit 2 Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019).

Setelah misa pelepasan jenazah di lobi gedung itu, jenazah August kemudian akan dimakamkan di pemakaman San Diego Hills di Karawang, Jawa Barat pada hari ini juga.

August, mantan Duta Besar RI untuk Italia yang juga wartawan senior Harian Kompas,  meninggal dunia pada usia 76 tahun, Kamis lalu pukul 05.50 WIB.

Anak ketiga August, yaitu Nadia Putri Parengkuan, mengemukakan, ayahnya dikenal sebagai pekerja keras dan sangat cinta pekerjaannya.

Baca juga: August Parengkuan di Mata Lilik Oetama

Pekerjaan August sebagai wartawan Harian Kompas, menurut Putri, sangat dibanggakan ayahnya.

“Ayah itu semangat sekali bekerja di sini karena ini passion dia dan dia kerjakan dengan senang,” ujar Putri.

Ayahnya menganggap kantor Harian Kompas sebagai rumah keduanya.

Saat anggota keluarga yang lain memiliki acara masing-masing, August seringkali menghabiskan waktunya di kantor.

“Jadi ayah itu menjadikan Kompas sebagai second home dia. Kalau aku sama Gadis (putri August yang lain) mau pergi, pasti dia (August) itu pilihnya ke kantor. Nanti kita deh yang samperin Daddy (ayah) ke kantor untuk minta uang,” kata Putri dengan nada bergurau.

Putri mengatakan, sebelum ayahnya meninggal, August sempat mampir ke kantor Kompas.

Menurut dia, ayahnya itu bersilaturahmi dan melepas kerinduan pada rekan-rekannya yang ada di Kompas.

“Setahu aku Daddy sempat ke Kompas baru-baru ini. Dia seperti mengucapkan good bye untuk Kompas. Karyawan Kompas adalah keluarga Daddy juga, terimakasih Kompas,” ucapnya.

Putri juga mengucapkan terimakasih kepada keluarga besar Kompas yang telah memberi penghormatan besar bagi ayahnya dan diizinkan disemayamkan di Kantor Kompas.

“Teman-teman yang hadir di sini terimakasih ya,” ucap Putri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nonton di Bioskop Saat Masa Pandemi Covid-19? Siapa Takut

Nonton di Bioskop Saat Masa Pandemi Covid-19? Siapa Takut

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Depok Tahun Ajaran 2021/2022 Tergantung Situasi Bulan Juni

Sekolah Tatap Muka di Depok Tahun Ajaran 2021/2022 Tergantung Situasi Bulan Juni

Megapolitan
Kabur Saat Tepergok, Maling Tertangkap Setelah Ditabrak Pemotor

Kabur Saat Tepergok, Maling Tertangkap Setelah Ditabrak Pemotor

Megapolitan
Geng Motor Pembacok Polisi di Menteng Kerap Unggah Aksi Tawuran lewat Instagram

Geng Motor Pembacok Polisi di Menteng Kerap Unggah Aksi Tawuran lewat Instagram

Megapolitan
Vaksin Terbatas, Guru di Depok yang Divaksinasi Covid-19 Bulan Ini Baru 19 Persen

Vaksin Terbatas, Guru di Depok yang Divaksinasi Covid-19 Bulan Ini Baru 19 Persen

Megapolitan
Sudinkes Jakarta Utara Bakal Tambah Titik Vaksinasi Covid-19 di Setiap Kelurahan

Sudinkes Jakarta Utara Bakal Tambah Titik Vaksinasi Covid-19 di Setiap Kelurahan

Megapolitan
Setwan Pastikan Tak Ada Keluarga Anggota DPRD DKI Divaksinasi Covid-19

Setwan Pastikan Tak Ada Keluarga Anggota DPRD DKI Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Cegah Kendaraan Masuk, Petugas Akan Jaga Jalur Sepeda Permanen di Sudirman

Cegah Kendaraan Masuk, Petugas Akan Jaga Jalur Sepeda Permanen di Sudirman

Megapolitan
Kronologi Penemuan Mayat di Jalan Pesanggrahan, Sebelum Meninggal Sempat Menyeberang Jalan

Kronologi Penemuan Mayat di Jalan Pesanggrahan, Sebelum Meninggal Sempat Menyeberang Jalan

Megapolitan
Kepala Satpol PP DKI Akan Tegur Anak Buahnya yang Kasar kepada Pemain Skateboard

Kepala Satpol PP DKI Akan Tegur Anak Buahnya yang Kasar kepada Pemain Skateboard

Megapolitan
Dapat 33.400 Vaksin Covid-19 Tahap 2, Depok Targetkan Gelombang Pertama Rampung Sebulan

Dapat 33.400 Vaksin Covid-19 Tahap 2, Depok Targetkan Gelombang Pertama Rampung Sebulan

Megapolitan
Pemain Skateboard di Trotoar Bundaran HI Ditertibkan karena Langgar Prokes

Pemain Skateboard di Trotoar Bundaran HI Ditertibkan karena Langgar Prokes

Megapolitan
Komisi D Dukung Rencana Pemprov DKI Gunakan RTH sebagai Lokasi Penampungan Banjir

Komisi D Dukung Rencana Pemprov DKI Gunakan RTH sebagai Lokasi Penampungan Banjir

Megapolitan
Harga Daging Sapi Tak Kunjung Turun, Sebagian Pedagang di Pasar Slipi Gulung Tikar

Harga Daging Sapi Tak Kunjung Turun, Sebagian Pedagang di Pasar Slipi Gulung Tikar

Megapolitan
Jadi Sorotan, Ketua Geng Motor yang Bacok Polisi Pernah Bersekolah di Pesantren

Jadi Sorotan, Ketua Geng Motor yang Bacok Polisi Pernah Bersekolah di Pesantren

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X