Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Mayat Bayi yang Ditemukan di Kali

Kompas.com - 21/10/2019, 14:14 WIB
Ilustrasi bayi ShutterstockIlustrasi bayi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolsek Cilandak Kompol Martson Marbun membenarkan adanya penemuan mayat bayi perempuan di Jalan Lebak Bulus III RT 11/04, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (21/10/2019).

Dari pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada bayi.

"Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada mayat bayi yang berumur sekitar 1 pekan itu," kata Martson saat dikonfirmasi, Senin (21/10/2019).

Namun hingga saat ini, bayi masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.

Baca juga: Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Sebelumnya, Petugas UPK Badan Air Cilandak, Jakarta Selatan, Jaelani (40) mengaku kaget ketika menemukan sesosok mayat bayi ketika tengah membersihkan kali di lokasi.

Ketika pertama melihat bungkusan hitam menyangkut di pinggir kali, dia mengira itu hanyalah plastik berisi bangkai ayam.

"Saya kira ini bangkai ayam.  Saya lihat lihat perhatiin ada kepala sama bagian perut," ujar Jaelani saat ditemui di kawasan Cilandak.

Dia pun memanggil beberapa temanya karena tidak berani melihat isi pelastik sendirian. Ketika dibuka,  ternyata pelastik hitam tersebut berisi sesosok bayi perempuan dalam keadaan tewas.

Dia memperkirakan bayi tersebut masih berumur beberapa hari.

"Kondisinya bukan baru lahir ya, sudah beberapa hari lah. Soalnya ari-arinya sudah enggak ada. Kan biasanya kalau bayi baru lahir masih ada (ari -ari)," kata Jaelani.

Setelah menemukan bayi, dirinya pun melapor ke pihak Polsek Cilandak terkait penemuan tersebut.

"Saya lapor pimpinan saya, terus saya disuruh ke Polsek laporan," ucap Jaelani.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Megapolitan
Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Megapolitan
Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Megapolitan
Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Megapolitan
40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

Megapolitan
UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

Megapolitan
UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

Megapolitan
Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Megapolitan
Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Megapolitan
Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Megapolitan
Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Megapolitan
Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Megapolitan
Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X