Koperasi Sudah Tutup, Polisi Sulit Selidiki Penggelapan Dana Simpanan Pegawai Pos di Bekasi

Kompas.com - 21/10/2019, 17:04 WIB
Dody Hidayat (42) (kiri) dan Solihin (65) (kanan), dua dari 311 pegawai Pos Indonesia UPT Bekasi yang mengaku dana simpanannya di koperasi pegawai digelapkan sejak 2014. KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANDody Hidayat (42) (kiri) dan Solihin (65) (kanan), dua dari 311 pegawai Pos Indonesia UPT Bekasi yang mengaku dana simpanannya di koperasi pegawai digelapkan sejak 2014.


BEKASI, KOMPAS.com - Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Metro Bekasi Kota Kompol Arman mengatakan pihaknya masih berupaya membongkar dugaan kasus penggelapan dana simpanan koperasi pegawai Merpati Pos Bekasi.

Koperasi ini dibentuk oleh pegawai-pegawai PT Pos Indonesia UPT Bekasi.

Kasus ini sudah dilaporkan Mei 2019 lalu oleh salah satu korban yang mengaku tak bisa mencairkan dana Rp 100 juta dari kas koperasi.

Arman mengatakan, pengusutan kasus ini terkendala karena koperasi sudah tutup.

"Masih dalam proses, kendalanya karena koperasi sudah tutup. Kita kekurangan data-data dan beberapa karyawan yang sudah resign," kata Arman saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (21/10/2019) petang.

Baca juga: Cerita Pensiunan Pos Indonesia Tak Bisa Cairkan Simpanan Rp 80 Juta di Koperasi...

Arman mengklaim, sejumlah pejabat teras koperasi pegawai yang dilaporkan sejauh ini kooperatif terhadap pemeriksaan polisi.

"Cuma data-datanya saja yang masih saya suruh penyidik untuk dicari lagi. Kita fokus ambil keterangan korban. Masalahnya, koperasi tutup padahal (terhadap) karyawan masih utang, belum lunas. Itu termasuk kendala juga," Arman menjelaskan.

Sementara itu, Dody Hidayat (42) pegawai yang melapor merasa perkembangan kasus ini buram pada beberapa bulan belakangan.

Terakhir, Dody hanya menerima surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP), berisi catatan polisi soal perkembangan kasus ini pada Juni 2019.

Dalam surat itu, polisi menyebut telah menginterogasi bendahara koperasi, Ahmad Lutfi. Ketua koperasi, Basuki Suwondo tidak menghadiri pemeriksaan.

Polisi kemudian berencana memeriksa Heru Ahmadi, sekretaris Effendi selaku pengawas koperasi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anak Berkebutuhan Khusus yang Dipasung dan Terbakar di Tangsel Pernah Ditangani Dinas Sosial

Anak Berkebutuhan Khusus yang Dipasung dan Terbakar di Tangsel Pernah Ditangani Dinas Sosial

Megapolitan
Selain karena Digugat Cerai Istri, Ini Motif Lain HF Nekat Bakar Diri

Selain karena Digugat Cerai Istri, Ini Motif Lain HF Nekat Bakar Diri

Megapolitan
Kasatpol PP Jakbar Benarkan Ada Anak Buahnya Diduga Bobol Dana Bank DKI

Kasatpol PP Jakbar Benarkan Ada Anak Buahnya Diduga Bobol Dana Bank DKI

Megapolitan
Tak ingin Terburu-buru, DPRD DKI Belum Jadwalkan Rapat Anggaran

Tak ingin Terburu-buru, DPRD DKI Belum Jadwalkan Rapat Anggaran

Megapolitan
Warga Korban Penggusuran di Sunter Mengaku Tidak Pernah Ditawari Rusun

Warga Korban Penggusuran di Sunter Mengaku Tidak Pernah Ditawari Rusun

Megapolitan
Perjalanan Kereta Ditambah Mulai Desember 2019, Selang Waktu Tiba KRL Bekasi pada Jam Sibuk 11 Menit

Perjalanan Kereta Ditambah Mulai Desember 2019, Selang Waktu Tiba KRL Bekasi pada Jam Sibuk 11 Menit

Megapolitan
Per Desember 2019, KCI Tambah 112 Perjalanan KRL secara Bertahap

Per Desember 2019, KCI Tambah 112 Perjalanan KRL secara Bertahap

Megapolitan
Punya Anak Berkebutuhan Khusus, Keluarga Korban Kebakaran di Tangsel Sempat Sulit Cari Kontrakan

Punya Anak Berkebutuhan Khusus, Keluarga Korban Kebakaran di Tangsel Sempat Sulit Cari Kontrakan

Megapolitan
Kadishub DKI: Semua Ruas Jalan Protokol di Jakarta Layak Diterapkan ERP

Kadishub DKI: Semua Ruas Jalan Protokol di Jakarta Layak Diterapkan ERP

Megapolitan
Pelaku Penyiraman Air Keras Diduga Sasar Perempuan karena Kurang Perhatian sang Kakak

Pelaku Penyiraman Air Keras Diduga Sasar Perempuan karena Kurang Perhatian sang Kakak

Megapolitan
Polresta Tangerang Bentuk Satgas untuk Cegah Judi Pilkades

Polresta Tangerang Bentuk Satgas untuk Cegah Judi Pilkades

Megapolitan
Anggota Fraksi PDI-P Sebut Penggusuran di Sunter Tak Sesuai Janji Kampanye Anies

Anggota Fraksi PDI-P Sebut Penggusuran di Sunter Tak Sesuai Janji Kampanye Anies

Megapolitan
Pembongkaran di Sunter Agung Terus Berlangsung, Warga dan Satpol PP Terlibat Cekcok

Pembongkaran di Sunter Agung Terus Berlangsung, Warga dan Satpol PP Terlibat Cekcok

Megapolitan
Iuran BPJS Kesehatan Naik Tahun 2020, Ini Syarat dan Cara Pindah Kelas

Iuran BPJS Kesehatan Naik Tahun 2020, Ini Syarat dan Cara Pindah Kelas

Megapolitan
Pemkot Tangerang Alokasikan 25 Persen APBD di Sektor Pendidikan

Pemkot Tangerang Alokasikan 25 Persen APBD di Sektor Pendidikan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X