Sebelum Panjat Patung Pancoran, Aktivis Greenpeace Sempatkan Latihan Fisik

Kompas.com - 23/10/2019, 16:55 WIB
Aktivis Greenpeace, Rangga (28) dan Zainudin (27) di sela-sela pemeriksaan di Polsek Tebet Jakarta Selatan, Rabu (23/10/2019). KOMPAS.COM/WALDA MARISONAktivis Greenpeace, Rangga (28) dan Zainudin (27) di sela-sela pemeriksaan di Polsek Tebet Jakarta Selatan, Rabu (23/10/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kelompok aktivitas Greenpeace ternyata telah merencanakan untuk memanjat Patung Pancoran sejak tiga hari lalu. Mereka merasa Patung Pancoran merupakan tempat yang strategis karena cukup sentral dan menarik perhatian publik.

Selama merencanakan aksi panjat patung tersebut, mereka bahkan sempat melakukan latihan fisik terlebih dahulu.

"Persiapan pasti ada karena kita tahu berapa meter yang harus kita naikin. Ya contohnya olahraga, joging, naik turun tangga," kata Rangga selaku salah satu aktivis Greenpeace yang memanjat Patung Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (23/11/2019).


Ketika memanjat patung, dirinya mengaku sempat merasa kelelahan. Mereka berlima menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk memanjat sebelum akhirnya sampai ke puncak patung.

Baca juga: Setelah 8 Jam, Lima Anggota Greenpeace yang Pasang Spanduk di Patung Selamat Datang Dievakuasi

Namun rasa lelah tersebut tidak terlalu dipikirkan.

Rangga mengatakan aksi panjat Patung Pancoran hanya untuk menunjukkan kekecewaan kepada pemerintah. Mereka kecewa lantaran permasalahan kebakaran hutan yang belum kunjung selesai.

"Kita hanya untuk memperjuangkan agar lingkungan lebih baik, dan udara sehat. Di Indonesia kan pembakaran hutan belum selesai-selesai, enggak ada ujungnya lah sampai sekarang," kata Rangga.

Bahkan, ketika Joko Widodo dilantik sebagai presiden RI periode 2019-2024, kata Rangga, penuntasan kebakaran hutan sama sekali tak dibahas dalam pidato kenegaraan.

Baca juga: Ini Alasan Kelompok Aktivis Greenpeace Pilih Patung Pancoran untuk Dipanjat

Walaupun mereka sukses menaklukkan puncak patung Pancoran dan membentangkan spanduk bertuliskan  "Lawan perusak hutan,#Reformasidikorupsi" hingga beberapa jam, dirinya mengaku belum puas.

Mereka tidak merasa puas dan akan terus beraksi sampai Presiden menanggapi serius permintaan mereka lalu melakukan tindakan tegas untuk menangani kebakaran hutan.

"Kita sampai sekarang sih belum merasa puas karena goalnya belum tercapai. Kalau kita sudah merasa puas, kita enggak akan lakuin kayak gini lagi," tutup Rangga.

Hingga saat ini mereka tengah menjalani proses pemeriksaan di Polsek Tebet.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PT INKA Siapkan Tenaga Ahli untuk Kaji Pembangunan Jalur Trem di Bogor

PT INKA Siapkan Tenaga Ahli untuk Kaji Pembangunan Jalur Trem di Bogor

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Ciptakan 111.000 Wirausaha, Baru 13.000 yang Punya Izin

Pemprov DKI Klaim Ciptakan 111.000 Wirausaha, Baru 13.000 yang Punya Izin

Megapolitan
Pemprov DKI Optimistis Akan Lampaui Target Terciptanya 200.000 Wirausaha Baru

Pemprov DKI Optimistis Akan Lampaui Target Terciptanya 200.000 Wirausaha Baru

Megapolitan
Kerap Masuk ke Permukiman, Kawanan Monyet Liar Resahkan Warga Bogor

Kerap Masuk ke Permukiman, Kawanan Monyet Liar Resahkan Warga Bogor

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemalsu KTP PSK di Bawah Umur

Polisi Tangkap Pemalsu KTP PSK di Bawah Umur

Megapolitan
4 Pelajar Ditangkap, Diduga Keroyok Korban hingga Tewas Saat Tawuran

4 Pelajar Ditangkap, Diduga Keroyok Korban hingga Tewas Saat Tawuran

Megapolitan
BK DPRD Depok Akan Beri Seragam agar Anggota Dewan Disiplin

BK DPRD Depok Akan Beri Seragam agar Anggota Dewan Disiplin

Megapolitan
Tanpa Pelampung dan Tak Pandai Berenang, Fitra Tenggelam Usai Tolong Teman

Tanpa Pelampung dan Tak Pandai Berenang, Fitra Tenggelam Usai Tolong Teman

Megapolitan
Tawuran Pelajar di Kebayoran Baru, Sejumlah Pelajar Dibawa Polisi

Tawuran Pelajar di Kebayoran Baru, Sejumlah Pelajar Dibawa Polisi

Megapolitan
Sudinkes Pastikan Obat Keras Hexymer Tidak Beredar di Puskesmas Kawasan Jakarta Utara

Sudinkes Pastikan Obat Keras Hexymer Tidak Beredar di Puskesmas Kawasan Jakarta Utara

Megapolitan
Dato Sri Tahir: Banjir Era Anies Lebih Cepat Surut Dibanding Gubernur Sebelumnya

Dato Sri Tahir: Banjir Era Anies Lebih Cepat Surut Dibanding Gubernur Sebelumnya

Megapolitan
Atap SMKN 24 Jaktim Roboh, DPRD DKI Cium Indikasi Kecurangan Saat Rehab

Atap SMKN 24 Jaktim Roboh, DPRD DKI Cium Indikasi Kecurangan Saat Rehab

Megapolitan
Tolak Tawaran Damai, Keluarga Korban Pemerkosaan Minta Polisi Tindak Oknum PNS Papua

Tolak Tawaran Damai, Keluarga Korban Pemerkosaan Minta Polisi Tindak Oknum PNS Papua

Megapolitan
Anies Klaim Pemprov DKI Telah Ciptakan 111.000 Wirausaha hingga Akhir 2019

Anies Klaim Pemprov DKI Telah Ciptakan 111.000 Wirausaha hingga Akhir 2019

Megapolitan
Oknum PNS Papua yang Diduga Perkosa Remaja Putri Sudah Diperiksa Polisi

Oknum PNS Papua yang Diduga Perkosa Remaja Putri Sudah Diperiksa Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X