Dinas Pendidikan: Jakarta Masih Kekurangan 22.000 Tenaga Guru

Kompas.com - 31/10/2019, 16:24 WIB
Kepala Bidang Tenaga Kependidikan Didih Hartaya di ruang rapat pembahasan KUA PAS di Komise E DPRD DKI Jakarta KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIKepala Bidang Tenaga Kependidikan Didih Hartaya di ruang rapat pembahasan KUA PAS di Komise E DPRD DKI Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan DKI Jakarta masih kekurangan puluhan ribu tenaga guru untuk mengakomodasi 2.100 sekolah negeri yang ada di Jakarta.

Dalam rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 di Komisi E, Kepala Bidang Tenaga Kependidikan Didih Hartaya mengatakan tepatnya Jakarta kekurangan 22.000 tenaga guru.

Untuk mengakomodasi kekurangan tersebut, Pemprov menggaji guru dengan sistem kontrak kerja individu (KKI).


"Sementara ini memang sekolah juga masih belum terpenuhi dengan adanya kurang lebih 16.000 guru yang statusnya KK," ucap Didih dalam rapat tersebut, Kamis (31/10/2019).

Karena jumlahnya masih belum cukup, kata Didih, sejumlah sekolah terpaksa merekrut dan menggaji sendiri guru honorer yang upahnya diambil dari biaya operasional masing sekolah.

Baca juga: Taufik: Kami Tiap Tahun Temukan Anggaran Tidak Beres, Pasti Dicoret

Kepada wartawan, Didih menjelaskan kebutuhan guru di Jakarta terus bertambah tiap tahunnya karena banyak yang memasuki masa pensiun.

"Pensiun antara 2.000 sampai 3.000 orang, CPNS masuk terakhir 2018 itu 2.000 orang. Tapi itu pun kan untuk pengangkatan berapa tahun sekali," tutur Didih.

Sementara, Dinas Pendidikan DKI Jakarta hanya bisa merekrut 16.000 guru KKI lantaran keterbatasan anggaran.

Terkait gaji, Didih menjelaskan guru-guru yang berstatus KKI menerima upah sesuai UMP setiap bulannya.

"Kalau guru yang direkrut sekolah gajinya tergantung kemampuan sekolah," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kamera Analog Kembali Digandrungi, Ini Surga Bagi Pencintanya di Jakarta

Kamera Analog Kembali Digandrungi, Ini Surga Bagi Pencintanya di Jakarta

Megapolitan
Mobil Satpol PP Jakbar Lawan Arus dan Bikin Macet, Kasatpol Sebut Sedang Bawa Copet

Mobil Satpol PP Jakbar Lawan Arus dan Bikin Macet, Kasatpol Sebut Sedang Bawa Copet

Megapolitan
Gara-gara Mobil Satpol PP Lawan Arus, Jalan Puri Kembangan Macet Panjang Sore Tadi

Gara-gara Mobil Satpol PP Lawan Arus, Jalan Puri Kembangan Macet Panjang Sore Tadi

Megapolitan
Lutfi Alfian, Pemuda yang Sempat Viral Fotonya Saat Demo DPR Didakwa 3 Pasal Alternatif

Lutfi Alfian, Pemuda yang Sempat Viral Fotonya Saat Demo DPR Didakwa 3 Pasal Alternatif

Megapolitan
Masih Direvitalisasi, Tak Ada Pagar Pembatas Antara Kali dan Trotoar di Dekat Kantor Wali Kota Jakbar

Masih Direvitalisasi, Tak Ada Pagar Pembatas Antara Kali dan Trotoar di Dekat Kantor Wali Kota Jakbar

Megapolitan
Kasus Persekusi Anggota Banser Bermula dari Senggolan Sepeda Motor

Kasus Persekusi Anggota Banser Bermula dari Senggolan Sepeda Motor

Megapolitan
Anggaran Belum Cair, Portal Pembatas di Dekat Halte Transjakarta Grogol Masih Rusak

Anggaran Belum Cair, Portal Pembatas di Dekat Halte Transjakarta Grogol Masih Rusak

Megapolitan
Jaksa Sebut Lutfi Alfian Bukan Pelajar, Kenakan Seragam Hanya untuk Buat Onar

Jaksa Sebut Lutfi Alfian Bukan Pelajar, Kenakan Seragam Hanya untuk Buat Onar

Megapolitan
Mobil Lexus hingga Fortuner Terjaring Razia Pajak Kendaraan di Parkiran Mal

Mobil Lexus hingga Fortuner Terjaring Razia Pajak Kendaraan di Parkiran Mal

Megapolitan
Laporan VP Garuda Indonesia soal Tudingan Germo Berlanjut ke Pemeriksaan Saksi

Laporan VP Garuda Indonesia soal Tudingan Germo Berlanjut ke Pemeriksaan Saksi

Megapolitan
Didakwa Buat Onar Saat Demo di DPR, Lutfi Alfian Tak Ajukan Eksepsi

Didakwa Buat Onar Saat Demo di DPR, Lutfi Alfian Tak Ajukan Eksepsi

Megapolitan
Ikut Pemilihan RW di Jatiasih Harus Bayar Rp 15 Juta, DPRD: Tak Melanggar tapi Tidak Masuk Akal

Ikut Pemilihan RW di Jatiasih Harus Bayar Rp 15 Juta, DPRD: Tak Melanggar tapi Tidak Masuk Akal

Megapolitan
Tanggapi Janji Ari Askhara Beri Koper Tumi ke Awak Kabin, Karyawan Garuda: Itu Perlengkapan Kerja

Tanggapi Janji Ari Askhara Beri Koper Tumi ke Awak Kabin, Karyawan Garuda: Itu Perlengkapan Kerja

Megapolitan
Warga Jakarta Utara, Kini Bikin SKCK, Tes Urin, hingga Bayar Pajak Bisa di Mall

Warga Jakarta Utara, Kini Bikin SKCK, Tes Urin, hingga Bayar Pajak Bisa di Mall

Megapolitan
Petugas Damkar Kesulitan Cari Sarang Kobra di Jakasampurna, Bekasi

Petugas Damkar Kesulitan Cari Sarang Kobra di Jakasampurna, Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X