Tanggapi Dakwaan Jaksa, Pengacara Sebut Pria yang Ancam Penggal Jokowi Tak Berniat Makar

Kompas.com - 04/11/2019, 23:43 WIB
Hermawan Susan (25), pengancam pemenggal Presiden Joko Widodo di PN Jakpus, Senin (4/11/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAHermawan Susan (25), pengancam pemenggal Presiden Joko Widodo di PN Jakpus, Senin (4/11/2019).
Penulis Cynthia Lova
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Sugiarto, kuasa hukum dari Hermawan Susan, pria yang ancam penggal Presiden Joko Widodo menilai, kliennya tidak memenuhi unsur pasal makar seperti yang didakwakan jaksa.

Sebab menurut Sugiarto, Hermawan tidak ada niatan untuk mengancam Presiden Jokowi. Ia menilai Hermawan hanya bertindak spontan saat mengancam Jokowi.

"Jadi ini spontanitas. Tidak ada niat apalagi perbuatan melakukan kejahatan terhadap Presiden itu sendiri," ujar Sugiarto di PN Jakpus, Senin (4/11/2019).

Sugiarto juga mengatakan, dalam video viral itu Hermawan tidak menyebut akan memenggal kepala Presiden.

Menurut dia, Hermawan hanya menyebutkan nama Joko Widodo atau Jokowi tanpa gelar presiden.

Baca juga: Jaksa Sebut Pria yang Ancam Penggal Jokowi Menyesal dan Hapus Videonya yang Viral

"Bagaimana rekan-rekan media dengar, bahwa dakwaan jaksa penuntut umum menyatakan bahwa yang bersangkutan itu ingin memenggal kepala Jokowi. Tidak disebutkan presiden. Jadi jelas itu ya. Kategori makar itu harus kepala negara disebutkan, Presiden. Itu barangkali tambahan dari kami. Kami yakini bahwa dakwaan Jaksa itu bias," kata Sugiarto.

Menurut Sugiarto, saat pemilihan umum itu Jokowi ialah calon presiden. Sebab ia tengah cuti dalam gelarnya sebagai presiden.

"Maka terus kemudian ketika ada orang ngomong seperti ini dianggapnya presiden itu makar," ujar Sugiarto.

"Padahal yang disebutkan tidak ada kata-kata presiden yang ada adalah Jokowi dan saat itu posisinya Jokowi adalah sebagai calon presiden," tambah dia.

Adapun Hermawan didakwa berbuat makar. Hermawan didakwa dua pasal, yakni pasal 104 KUHP dan Pasal 110 jo 87 KUHP tentang perbuatan makar.

Hermawan didakwa dengan pasal makar karena ancamannya kepada Presiden Jokowi di depan Bawaslu. Ancaman itu kemudian terekam di kamera dan viral di media sosial.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Kepadatan di Transportasi Umum saat New Normal, MTI Minta Aktivitas Perkantoran Diatur

Cegah Kepadatan di Transportasi Umum saat New Normal, MTI Minta Aktivitas Perkantoran Diatur

Megapolitan
Tempat Wisata dan Hiburan Outdoor Akan Dibuka Lebih Dulu Saat New Normal

Tempat Wisata dan Hiburan Outdoor Akan Dibuka Lebih Dulu Saat New Normal

Megapolitan
SIM Mati Periode 17 Maret-29 Juni, Polisi: Tidak Akan Ditilang

SIM Mati Periode 17 Maret-29 Juni, Polisi: Tidak Akan Ditilang

Megapolitan
Depok Siap-siap PSBB Lokal, Identifikasi 31 RW Zona Merah

Depok Siap-siap PSBB Lokal, Identifikasi 31 RW Zona Merah

Megapolitan
Orangtua di Bekasi Cemas dengan Rencana Siswa Kembali Belajar di Sekolah

Orangtua di Bekasi Cemas dengan Rencana Siswa Kembali Belajar di Sekolah

Megapolitan
PSBB Tangsel Diperpanjang, Tempat Ibadah Dibuka Kembali dan Restoran Boleh Layani Makan di Tempat

PSBB Tangsel Diperpanjang, Tempat Ibadah Dibuka Kembali dan Restoran Boleh Layani Makan di Tempat

Megapolitan
Coba Lewat Jalur Tikus, 13 Mobil Travel Ilegal Terjaring Polisi di Depok

Coba Lewat Jalur Tikus, 13 Mobil Travel Ilegal Terjaring Polisi di Depok

Megapolitan
55,5 Persen Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Telah Sembuh

55,5 Persen Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Telah Sembuh

Megapolitan
Penularan Covid-19 Tak Seganas Sebelumnya, Guru di Atas 40 Tahun Boleh Mengajar di Sekolah

Penularan Covid-19 Tak Seganas Sebelumnya, Guru di Atas 40 Tahun Boleh Mengajar di Sekolah

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Pengunjung di Satpas Jaktim, 2 Mobil SIM Keliling Disediakan di TMII

Antisipasi Lonjakan Pengunjung di Satpas Jaktim, 2 Mobil SIM Keliling Disediakan di TMII

Megapolitan
Pengunjung Tempat Hiburan di Jakarta Akan Dibatasi Saat New Normal

Pengunjung Tempat Hiburan di Jakarta Akan Dibatasi Saat New Normal

Megapolitan
Jelang New Normal, Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Disemprot Cairan Disinfektan

Jelang New Normal, Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Disemprot Cairan Disinfektan

Megapolitan
H+9 Lebaran, Jumlah Pengendara Tanpa SIKM yang Diputar Balik Turun 13 Persen

H+9 Lebaran, Jumlah Pengendara Tanpa SIKM yang Diputar Balik Turun 13 Persen

Megapolitan
Kota Bogor Ulang Tahun Ke-538, Pemkot Akan Beri Penghargaan buat Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Kota Bogor Ulang Tahun Ke-538, Pemkot Akan Beri Penghargaan buat Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Megapolitan
Tunggu Swab Tes Kedua, 14 Warga RW 06 Tanah Sereal Masih Isolasi Mandiri di Mushala

Tunggu Swab Tes Kedua, 14 Warga RW 06 Tanah Sereal Masih Isolasi Mandiri di Mushala

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X