Fraksi PSI Sesalkan DKI Pangkas Anggaran Rehab Sekolah tetapi Tambah Anggaran Formula E

Kompas.com - 13/11/2019, 22:50 WIB
Ketua Fraksi PSI Idris Ahmad di ruang Fraksi PSI, Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGIKetua Fraksi PSI Idris Ahmad di ruang Fraksi PSI, Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menyayangkan sejumlah anggaran prioritas seperti rehabilitasi sekolah dan pembangunan sejumlah sarana di DKI yang dipangkas.

Namun pada bersamaan, anggaran untuk sejumlah pos lain bertambah seperti untuk pembayaran commitment fee untuk acara balapan Formula E hingga penyertaan modal daerah (PMD) untuk Jakarta Propertindo (Jakpro).

Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad menyebutkan, selama pembahasan anggaran Fraksi PSI menemukan beberapa penambahan anggaran yang cukup signifikan.

Baca juga: Minta Penegak Hukum Tak Cari Kesalahan Pejabat Daerah, Jokowi Singgung Anggaran DKI

Ia mencontohkan pembayaran commitment fee untuk Formula E sebesar Rp 396 miliar di Dinas Olahraga dan Pemuda, Pre-event Formula E sebesar Rp 15 miliar di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, dan penyertaan modal ke PT Jakpro melonjak Rp 2,2 triliun.

"Ironisnya, penambahan anggaran tersebut justru mengorbankan kegiatan-kegiatan yang sangat dibutuhkan rakyat. Misalnya, anggaran rehabilitasi gedung sekolah berkurang Rp 455,4 miliar dan pembangunan sarana olahraga seperti gelanggang remaja, lapangan sepakbola, serta sarana atletik berkurang Rp 320,5 miliar," ujar Idris di ruang Fraksi PSI, lantai 4, Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019).

Menurut Idris, kini pos belanja pada rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah DKI tahun 2020 masih jauh melebihi proyeksi pendapatan.

Nilai proyeksi belanja APBD DKI 2020 setelah pembahasan rancangan KUA-PPAS di komisi-komisi DPRD mencapai Rp 93,9 triliun.

Dalam rapat perdana pembahasan rancangan KUA-PPAS DKI 2020 pada 23 Oktober lalu, Pemprov DKI mengoreksi nilai rancangan KUA-PPAS dari Rp 95,9 triliun menjadi Rp 89,4 triliun.

Sebelumnya, Fraksi PSI juga mengatakan rancangan KUA-PPAS untuk APBD DKI 2020 berpotensi defisit Rp 10,7 triliun.

Dari target pajak Rp 49,5 triliun pada tahun 2020, realisasinya diperkirakan hanya mencapai Rp 43,7 triliun atau defisit sebesar Rp 5,8 triliun.

Baca juga: Fraksi PSI: RAPBD DKI 2020 Berpotensi Defisit Rp 10,7 Triliun

Selanjutnya, potensi defisit juga dinilai terjadi pada anggaran belanja karena dari Rp 94,3 triliun menjadi Rp 89,4 triliun atau defisit Rp 4,9 triliun.

Jika dikalkulasikan, potensi defisit menjadi Rp 10,7 triliun pada 2020, yaitu penjumlahan dari Rp 5,8 triliun dengan Rp 4,9 triliun



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Tangerang Raya Hari Ini, 16 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Tangerang Raya Hari Ini, 16 April 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Jakarta Hari Ini, 16 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Jakarta Hari Ini, 16 April 2021

Megapolitan
2 Kuli Meninggal Tertimpa Bangunan Roboh di Benhil Jakarta Pusat

2 Kuli Meninggal Tertimpa Bangunan Roboh di Benhil Jakarta Pusat

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Kota Bekasi Hari Ini, 16 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Kota Bekasi Hari Ini, 16 April 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Kota Bogor Hari Ini, 16 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Kota Bogor Hari Ini, 16 April 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Depok Hari Ini, 16 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Depok Hari Ini, 16 April 2021

Megapolitan
Fakta Sementara Sopir Ambulans Tabrak Pesepeda: Jadi Tersangka, Bunyikan Sirene demi Hindari Macet

Fakta Sementara Sopir Ambulans Tabrak Pesepeda: Jadi Tersangka, Bunyikan Sirene demi Hindari Macet

Megapolitan
Komnas HAM Selidiki Tewasnya Tahanan Narkoba Polres Tangsel yang Dinilai Janggal

Komnas HAM Selidiki Tewasnya Tahanan Narkoba Polres Tangsel yang Dinilai Janggal

Megapolitan
Oleng dan Tabrak Tiang Listrik Saat Berboncengan Motor, Dua Remaja Meninggal

Oleng dan Tabrak Tiang Listrik Saat Berboncengan Motor, Dua Remaja Meninggal

Megapolitan
Fakta Sementara Penangkapan Jeff Smith, Positif Ganja hingga Bersikap Tak Kooperatif

Fakta Sementara Penangkapan Jeff Smith, Positif Ganja hingga Bersikap Tak Kooperatif

Megapolitan
Penjelasan Kakorlantas Polri soal 'RPC Timeout' Saat Coba Aplikasi SIM Online

Penjelasan Kakorlantas Polri soal 'RPC Timeout' Saat Coba Aplikasi SIM Online

Megapolitan
Belum Temui Aparat dan Kementerian, Sandi Pembocor Dugaan Korupsi Damkar Depok Tunggu Kuasa Hukum

Belum Temui Aparat dan Kementerian, Sandi Pembocor Dugaan Korupsi Damkar Depok Tunggu Kuasa Hukum

Megapolitan
Kronologi Sopir Ambulans Kecelakaan di Lampu Merah, akibat Bunyikan Sirine meski Tak Bawa Pasien

Kronologi Sopir Ambulans Kecelakaan di Lampu Merah, akibat Bunyikan Sirine meski Tak Bawa Pasien

Megapolitan
Remaja yang Mengaku Diperkosa Anak DPRD Bekasi Diminta Cabut Laporan Polisi

Remaja yang Mengaku Diperkosa Anak DPRD Bekasi Diminta Cabut Laporan Polisi

Megapolitan
Mengapa Kolam Renang Atlantis Tetap Terisi Air Meski Tak Beroperasi?

Mengapa Kolam Renang Atlantis Tetap Terisi Air Meski Tak Beroperasi?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X