LPSK Beri Perlindungan Remaja yang Diperkosa Ayah Tiri di Tangsel

Kompas.com - 21/11/2019, 20:14 WIB
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendatangi rumah H (16) yang diperkosa ayah tirinya, S di Ciputat, Tangerang Selatan, pada Kamis (21/11/2019). Kedatangan tersebut untuk memberikan pendampingan dan perlindungan terhadap korban. KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiLembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendatangi rumah H (16) yang diperkosa ayah tirinya, S di Ciputat, Tangerang Selatan, pada Kamis (21/11/2019). Kedatangan tersebut untuk memberikan pendampingan dan perlindungan terhadap korban.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban ( LPSK) mendatangi rumah H (16), remaja yang diperkosa ayah tirinya, S di Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (21/11/2019).

Wakil Ketua LPSK Antonius Priadi S Wibowo mengatakan, pihaknya ingin memberikan pendampingan dan perlindungan terhadap korban H.

"Kita LPSK akan melakukan pendampingan dan perlindungan darurat," kata Antonius saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Takut Dilaporkan ke Polisi, Ayah Ingin Nikahi Anak Tiri yang Diperkosanya hingga Hamil

Menurut Antonius, perlindungan darurat yang diberikan hanya bersifat sementara dengan waktu tujuh hari.

Nantinya, pihaknya akan membahas soal perlindungan setelah tujuh hari.

"Jadi begini, perlindungan kepada korban itu harus dilindungi oleh 7 komisioner melalui rapat paripurna itu digelar setiap hari Senin. Seperti kasus ini baru hari Kamis, nggak mungkin perlindungan menunggu hari Senin. Maka diberikan perlindungan darurat. Nanti hari Senin baru dibahas," kata Antonius.

Dalam melakukan pendapingan dan perlindungan, LPSK akan menghadirkan psikolog untuk mengobati rasa trauma yang dirasakan korban.

Baca juga: Ayah yang Perkosa Anak Tiri di Tangsel Belum Tertangkap, Korban Pertanyakan Kerja Polisi

Terlebih setelah perlakuan keji yang dialaminya korban kerap melamun dan menangis.

"Nanti diberikan psikolog tersertifikasi yang berdasarkan rujukan," katanya.

Sebelumnya, seorang pria berinisial S tega melakukan pemerkosaan terhadap anak tirinya berinisial H (16).

Aksi bejat tersebut dilakukan sejak korban duduk di bangku sekolah kelas 5 SD atau saat H berusia 12 tahun.

Baca juga: Fakta Ayah Cabuli Anak Tiri hingga Hamil dan Melahirkan, Dilakukan sejak SMP

Peristiwa itu bermula saat ibu korban meninggal dunia karena penyakit yang dialaminya.

Saat itu, pelaku S mulai melakukan pemerkosaan terhadap korban dengan ancaman.

Pelaku terus melakukan berulang hingga korban hamil dua kali.

Namun, saat itu korban yang masih usia belia tak mengetahui tanda-tanda kehamilan pertama hingga mengalami keguguran.

Sementara kehamilan kedua dialami awal tahun 2019. Korban menjaga kandungan hingga lahir anak perempuan.

Hal tersebut membuat aksi bejat pelaku terkuak. Ditemani neneknya, korban melaporkan ke Polres Tangerang Selatan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

Megapolitan
Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

Megapolitan
Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

Megapolitan
Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

Megapolitan
Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Megapolitan
Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Megapolitan
Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Megapolitan
Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Megapolitan
Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Megapolitan
Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai  Ancaman

Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai Ancaman

Megapolitan
Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Megapolitan
PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X