Gara-gara Komentar di Facebook, Dua Karyawan JICT Cekcok Berujung Penganiayaan

Kompas.com - 22/11/2019, 19:56 WIB
Ilustrasi PIXABAY.comIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang karyawan Jakarta International Container Terminal ( JICT) berinisial RW (40) mendekam di tahanan setelah mengomentari unggahan di media sosial Facebook dengan nada menghina hingga melakukan penganiayaan.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP David Kanitero mengatakan, saat itu RW mengomentari postingan lama yang diunggah kembali oleh pemilik akun Facebook Herri Bagong pada Jumat (16/8/2019).

"(Komentar) ada unsur manas-manasi dengan kata-kata botak dan memang cuma ada satu orang yang botak di foto itu," kata David saat konferensi pers di kantornya, Jumat (22/11/2019).

Korban berinisial YA lantas mencari RW ke ruang sekuriti tempat tersangka bertugas.

Awalnya RW tidak ada di sana, namun beberapa saat kemudian RW dan rekan-rekannya datang.

Di sana terjadi cekcok hingga perkelahian. Teman YA akhirnya melerai perkelahian itu.

Namun setelah dicek, YA ternyata mengalami luka ringan.

"Setelah itu YA melaporkan RW ke polisi dengan UU ITE dalam hal ini penghinaan dan penganiayaan," ujar David.

Polisi lantas menyelidiki kasus tersebut dengan mengumpulkan saksi-saksi dan barang bukti.

David mengatakan, pengumpulan bukti sempat terkendala karena rekaman CCTV yang merekam peristiwa itu tak kunjung diserahkan.

Selain itu, polisi juga harus memeriksa ponsel RW untuk mengetahui apakah benar ia berkomentar dalam postingan Facebook tersebut.

Namun setelah tiga bulan, akhirnya polisi menetapkan RW sebagai tersangka berdasarkan keterangan dari belasan saksi yang diperiksa termasuk ahli.

Selama penyelidikan, diketahui bahwa antara korban dan tersangka pernah saling lapor pada tahun 2016 lalu. Namun kasus itu berakhir damai antara keduanya.

Adapun RW dikenakan pasal 45 Ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang ITE, dan Pasal 351 KUHP dan 352 KUHP tentang penganiayaan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menengok Dhanagun, Vihara Berusia 3 Abad di Bogor

Menengok Dhanagun, Vihara Berusia 3 Abad di Bogor

Megapolitan
5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

Megapolitan
Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Megapolitan
Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Megapolitan
Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Megapolitan
Cegah Penyebaran Virus Corona, Lion Air Group Batalkan Penerbangan ke China

Cegah Penyebaran Virus Corona, Lion Air Group Batalkan Penerbangan ke China

Megapolitan
Kronologi Terbongkarnya Praktik Prostitusi Online di Apartemen Kalibata

Kronologi Terbongkarnya Praktik Prostitusi Online di Apartemen Kalibata

Megapolitan
WNA AS Penyelundup Brownies Ganja Ditangkap, Temannya DPO

WNA AS Penyelundup Brownies Ganja Ditangkap, Temannya DPO

Megapolitan
KJRI Toronto Undang Bogor Hadiri Indonesian Summer Festival di Kanada

KJRI Toronto Undang Bogor Hadiri Indonesian Summer Festival di Kanada

Megapolitan
Cegah Banjir, Saluran Penghubung Sulaiman di Makasar Dikuras

Cegah Banjir, Saluran Penghubung Sulaiman di Makasar Dikuras

Megapolitan
Kisah Grup Barongsai Kong Ha Hong, Dilarang Era Orba dan Kini Jadi Juara Dunia

Kisah Grup Barongsai Kong Ha Hong, Dilarang Era Orba dan Kini Jadi Juara Dunia

Megapolitan
Ketua Ormas Goib Bantah Buat Spanduk Tolak Bioskop XXI karena Faktor Ekonomi

Ketua Ormas Goib Bantah Buat Spanduk Tolak Bioskop XXI karena Faktor Ekonomi

Megapolitan
Bikin Surat Pamitan, Dirut Transjakarta yang Mundur Sebut Anies 'Bapak Integrasi'

Bikin Surat Pamitan, Dirut Transjakarta yang Mundur Sebut Anies "Bapak Integrasi"

Megapolitan
Dirut Transjakarta Mundur, Posisinya Digantikan Wakil Ketua DTKJ

Dirut Transjakarta Mundur, Posisinya Digantikan Wakil Ketua DTKJ

Megapolitan
Harga Cabai Rawit Merah di Bogor Tembus Rp 90.000 Per Kilo

Harga Cabai Rawit Merah di Bogor Tembus Rp 90.000 Per Kilo

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X