Penjelasan Dinas PU Tangsel soal Perbaikan Jembatan Bambu Apus yang Disebut Mangkrak

Kompas.com - 26/11/2019, 14:50 WIB
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang Selatan, Haris Kurniawan mengatakan sempat terhentinya proses perbaikan jembatan di Bambu Apus, Ciputat Tangsel karena menunggu keringnya semen dalam pembuatan pondasi. KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiPlt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang Selatan, Haris Kurniawan mengatakan sempat terhentinya proses perbaikan jembatan di Bambu Apus, Ciputat Tangsel karena menunggu keringnya semen dalam pembuatan pondasi.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Perbaikan jembatan yang menutup Jalan Depag, Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan, tak dikerjakan selama hampir tiga minggu.

Hal tersebut merupakan bagian dari proses pembuatan pondasi sebelum pengerjaan jembatan berlanjut.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang Selatan, Haris Kurniawan menjelaskan kenapa proyek tersebut seolah tak dilanjutkan.


"Itu yang buat pondasi ada umurnya kan, kalau kita buat pondasi minimal di situ ada umurnya. Jadi nunggu kering semen itu minimalkan 14 hari," kata dia di Gedung DPRD Tangsel, Selasa (26/11/2019).

Menurut Haris, setelah semen dalam pembuatan pondasi kering, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pemasangan voided slab yang baru akan dilakukan pada 5 Desember 2019 mendatang.

Baca juga: Warga Bambu Apus Keluhkan Perbaikan Jembatan yang Mandek Tiga Minggu

 

Dia juga membantah hanya tersisa 3 sampai 5 pekerja dalam melakukan proses perbaikan jembatan tersebut.

"(pekerja cuma 3 sampai 5) enggaklah. Itu juga kan pasang voided slab-nya selama kurang lebih 14 hari nanti dipasang 5 Desember 2019 selesai itu. Kontrak kita kan sampai 15 Desember 2019," ucapnya.

Sebelumnya, perbaikan jembatan tersebut yang sempat terhenti tiga minggu dikeluhkan warga.

Hal itu dikeluhkan warga setempat yang menjadi kesulitan akses.

"Iya sempat berhenti tiga minggu. Enggak ada yang kerja. Enggak ngerti mungkin enggak dibayar atau kenapa tapi sempat berhenti. Kan kalau di papan itu pekerjaan 140 hari, kalau tiga minggu nggak ada pekerjaan bisa mundur, " ujar salah satu warga setempat, Ariani (50) saat ditemui di lokasi, Senin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Megapolitan
50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

Megapolitan
Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Megapolitan
Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Megapolitan
Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Megapolitan
PT INKA Siapkan Tenaga Ahli untuk Kaji Pembangunan Jalur Trem di Bogor

PT INKA Siapkan Tenaga Ahli untuk Kaji Pembangunan Jalur Trem di Bogor

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Ciptakan 111.000 Wirausaha, Baru 13.000 yang Punya Izin

Pemprov DKI Klaim Ciptakan 111.000 Wirausaha, Baru 13.000 yang Punya Izin

Megapolitan
Pemprov DKI Optimistis Akan Lampaui Target Terciptanya 200.000 Wirausaha Baru

Pemprov DKI Optimistis Akan Lampaui Target Terciptanya 200.000 Wirausaha Baru

Megapolitan
Kerap Masuk ke Permukiman, Kawanan Monyet Liar Resahkan Warga Bogor

Kerap Masuk ke Permukiman, Kawanan Monyet Liar Resahkan Warga Bogor

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemalsu KTP PSK di Bawah Umur

Polisi Tangkap Pemalsu KTP PSK di Bawah Umur

Megapolitan
4 Pelajar Ditangkap, Diduga Keroyok Korban hingga Tewas Saat Tawuran

4 Pelajar Ditangkap, Diduga Keroyok Korban hingga Tewas Saat Tawuran

Megapolitan
BK DPRD Depok Akan Beri Seragam agar Anggota Dewan Disiplin

BK DPRD Depok Akan Beri Seragam agar Anggota Dewan Disiplin

Megapolitan
Tanpa Pelampung dan Tak Pandai Berenang, Fitra Tenggelam Usai Tolong Teman

Tanpa Pelampung dan Tak Pandai Berenang, Fitra Tenggelam Usai Tolong Teman

Megapolitan
Tawuran Pelajar di Kebayoran Baru, Sejumlah Pelajar Dibawa Polisi

Tawuran Pelajar di Kebayoran Baru, Sejumlah Pelajar Dibawa Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X