Pemerintah dan DPRD Klaim Tak Pangkas Gaji 2020, Guru Kontrak Bekasi: Belum Ada Bukti

Kompas.com - 29/11/2019, 20:38 WIB
Gabungan guru dan tenaga kerja kontrak Kota Bekasi mendemo Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi ihwal desas-desus pemangkasan gaji mereka pada 2020, Jumat (29/11/2019). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANGabungan guru dan tenaga kerja kontrak Kota Bekasi mendemo Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi ihwal desas-desus pemangkasan gaji mereka pada 2020, Jumat (29/11/2019).

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi maupun DPRD Kota Bekasi sama-sama mengklaim bahwa anggaran gaji guru dan tenaga kerja kontrak (TKK) pada tahun 2020 tak akan dipangkas.

Klaim ini untuk mematahkan kabar bahwa gaji guru kontrak di Bekasi bakal dipangkas dari Rp 3,9 juta pada 2019 ke angka Rp 2,8 juta pada 2020. Desas-desus ini meresahkan para guru kontrak sehingga mereka berunjuk rasa pada Jumat (29/11/2019) siang tadi.

Pemkot Bekasi melalui Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD), Karto mengklaim bahwa usulan gaji guru kontrak tak berubah dengan nominal 2019 yakni Rp 3,9 juta.

Sementara itu, pejabat teras DPRD Kota Bekasi mengklaim bahwa dewan sepakat ingin meningkatkan gaji guru kontrak jadi Rp 4,5 juta atau setara UMK pada 2020.

Baca juga: Demo Guru Kontrak di Bekasi Dipicu Isu dari Medsos dan Info Mulut ke Mulut

Menanggapi hal ini, Ketua TKK Kota Bekasi, Lukman Nur Hakim mengapresiasi namun tak mau percaya mentah-mentah. Pasalnya, semua klaim itu meluncur dari mulut tanpa bukti.

"Kami butuh bukti fisik. Apa buktinya? Apa di dalam rancangan APBD 2020 itu dimasukan atau tidak?" ujar Lukman kepada Kompas.com di gedung DPRD Kota Bekasi selepas audiensi dengan anggota dewan, Jumat petang.

Lukman menyebut, bukti fisik itu penting untuk menegaskan bahwa omongan para pejabat itu bukan sekadar klaim semata. Pernyataan-pernyataan tak bisa sepenuhnya dipegang, kata dia.

"Sampai hari ini, kami belum mendapatkan bukti fisik. Hanya berdasarkan pernyataan dan testimoni mereka saja," ucap Lukman yang mengaku sudah 13 tahun mengajar di SDN Sepanjang Jaya 6 Rawalumbu.

Baca juga: Gaji Guru Kontrak di Bekasi Terserah Wali Kota dan Kemampuan Anggaran

"Ini belum bisa kami terima, sampai kami sudah melihat betul bahwa betul ada pengajuan (kenaikan gaji guru kontrak) di Banggar (badan anggaran) mengenai anggaran itu," ia menambahkan.

APBD 2020 Kota Bekasi diprediksi menyusut dibandingkan tahun 2019 karena Pemkot Bekasi gagal meraup pendapatan sesuai target. Akibatnya, beberapa pos anggaran harus dirasionalisasi dan dipangkas, tak menutup kemungkinan pos tersebut adalah pos gaji TKK.

Saat ini, rancangan APBD 2020 masih dibahas di tingkat dewan. Pengesahannya paling lambat Sabtu, 30 November 2019.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Baru Revitalisasi Monas: Diminta Dihentikan karena Tak Berizin hingga Pohon Menghilang

Fakta Baru Revitalisasi Monas: Diminta Dihentikan karena Tak Berizin hingga Pohon Menghilang

Megapolitan
5 Fakta Ledakan karena Kebocoran Gas Melon di Bekasi

5 Fakta Ledakan karena Kebocoran Gas Melon di Bekasi

Megapolitan
205 Pohon di Monas yang Akan Dipindahkan Menghilang, Ada Di Mana?

205 Pohon di Monas yang Akan Dipindahkan Menghilang, Ada Di Mana?

Megapolitan
Duduk Perkara Pernyataan Menteri Yasonna hingga Didemo Warga Tanjung Priok

Duduk Perkara Pernyataan Menteri Yasonna hingga Didemo Warga Tanjung Priok

Megapolitan
Kelenteng Boen Tek Bio, Simbol Toleransi di Tengah Pasar Lama Kota Tangerang

Kelenteng Boen Tek Bio, Simbol Toleransi di Tengah Pasar Lama Kota Tangerang

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Yasonna Vs Warga Tanjung Priok | Aksi Heroik Sopir Truk Kejar Perampok

[POPULER JABODETABEK] Yasonna Vs Warga Tanjung Priok | Aksi Heroik Sopir Truk Kejar Perampok

Megapolitan
BMKG: Mayoritas Jabodetabek Hujan Kamis Siang

BMKG: Mayoritas Jabodetabek Hujan Kamis Siang

Megapolitan
Kemacetan di Depan Stasiun Poris Kota Tangerang Bikin Pengendara Emosi

Kemacetan di Depan Stasiun Poris Kota Tangerang Bikin Pengendara Emosi

Megapolitan
Terjebak Macet Saat Kabur, Jambret di Depok Ditangkap Polisi

Terjebak Macet Saat Kabur, Jambret di Depok Ditangkap Polisi

Megapolitan
Diimingi Peran Figuran, Seorang Remaja Jadi Korban Pencabulan Agensi Gadungan

Diimingi Peran Figuran, Seorang Remaja Jadi Korban Pencabulan Agensi Gadungan

Megapolitan
Petugas Sudinhub Jaksel Tolong Ibu Hamil Muda dengan Mobil Derek

Petugas Sudinhub Jaksel Tolong Ibu Hamil Muda dengan Mobil Derek

Megapolitan
Ladang Ganja 5 Hektar di Mandailing Natal Ditemukan, Polisi Sempat Jatuh ke Jurang

Ladang Ganja 5 Hektar di Mandailing Natal Ditemukan, Polisi Sempat Jatuh ke Jurang

Megapolitan
Pengelola Belum Tahu Nasib Taman Rusa dalam Revitalisasi Monas

Pengelola Belum Tahu Nasib Taman Rusa dalam Revitalisasi Monas

Megapolitan
Pemkot Tangsel Berkeberatan dengan Wacana Pencabutan Subsidi Gas 3 Kg

Pemkot Tangsel Berkeberatan dengan Wacana Pencabutan Subsidi Gas 3 Kg

Megapolitan
Wakil Wali Kota Tangsel Harap Gaji Pegawai Honorer yang Jadi PPPK Ditanggung APBN

Wakil Wali Kota Tangsel Harap Gaji Pegawai Honorer yang Jadi PPPK Ditanggung APBN

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X