RAPBD 2020 Kota Bekasi Disahkan Rp 5,82 Triliun

Kompas.com - 02/12/2019, 05:10 WIB
Sebanyak 50 anggota DPRD Kota Bekasi periode 2019-2024 dilantik pada Senin (26/8/2019). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANSebanyak 50 anggota DPRD Kota Bekasi periode 2019-2024 dilantik pada Senin (26/8/2019).

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah dan DPRD Kota Bekasi akhirnya mengesahkan RAPBD 2020.

Rapat paripurna pengesahan digelar pada Jumat (29/11/2019) pukul 22.00 dan ditutup pada Sabtu (30/11/2019) pukul 01.00.

Pengesahan ini tepat pada hari terakhir tenggat pengesahan RAPBD sesuai peraturan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Seperti yang telah diprediksi, jumlah RAPBD 2020 Kota Bekasi melorot dari Rp 6,4 triliun ke angka Rp 5,82 triliun, akibat gagalnya Pemkot Bekasi mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) 2019.

Baca juga: 5 Fakta Demo Guru Kontrak di Bekasi, Dipicu Kabar Burung hingga Ragukan Klaim DPRD

Dalam RAPBD 2020, Pemerintah Kota Bekasi menargetkan PAD sebesar Rp 3,01 triliun tahun ini.

Dari jumlahnya tersebut, pajak daerah jadi pendapatan paling signifikan dengan target Rp 2,12 triliun.

Di luar PAD, Pemkot Bekasi memperoleh pendapatan lain berupa dana perimbangan dari pemerintah pusat sebesar Rp 1,66 triliun, dana alokasi umum Rp 1,26 triliun, dan dana alokasi khusus Rp 243,97 miliar.

Pemkot Bekasi juga mendapatkan dana bagi hasil pajak Pemprov Jawa Barat sebesar Rp 1,14 triliun, dana bagi hasil beberapa pemerintah daerah lain Rp 804,58 miliar, dan bantuan keuangan dari beberapa pemerintah daerah lain Rp 342,34 miliar.

Baca juga: Lebih dari 2.600 CPNS Daftar ke Pemkot Bekasi

Untuk pengeluaran atau belanja, sekitar 38 persen anggaran atau setara Rp 2,68 triliun dipakai untuk gaji pegawai.

Kemudian, belanja langsung dianggarkan hingga Rp 3,11 triliun.

Di luar itu, anggaran belanja digunakan untuk hibah, bantuan sosial, subsidi, dan bantuan keuangan. Sisa Rp 153 miliar disisihkan untuk dana tak terduga.

Neraca pendapatan dan pengeluaran Kota Bekasi dalam RAPBD 2020 menyisakan surplus anggaran sebesar Rp 25 miliar. Surplus itu akan digunakan untuk penyertaan modal BUMD.

Setelah disahkan, RAPBD 2020 Kota Bekasi akan dikirim ke Pemprov Jawa Barat untuk dievaluasi sebelum disahkan menjadi APBD 2020 oleh Kemendagri pada 31 Desember 2019.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Perampokan Toko Emas di Pasar Pecah Kulit, Mengasak 4 Kg Emas hingga Tembak Petugas Sampah

Kronologi Perampokan Toko Emas di Pasar Pecah Kulit, Mengasak 4 Kg Emas hingga Tembak Petugas Sampah

Megapolitan
BMKG: Sabtu Pagi, Jakarta Hujan Lokal

BMKG: Sabtu Pagi, Jakarta Hujan Lokal

Megapolitan
Kerugian Toko Emas Tamansari akibat Disatroni Maling Belum Dapat Pastikan

Kerugian Toko Emas Tamansari akibat Disatroni Maling Belum Dapat Pastikan

Megapolitan
Soal Banjir Dinikmati, PSI DKI Nilai Pernyataan Sekda Menyakiti Hati Masyarakat

Soal Banjir Dinikmati, PSI DKI Nilai Pernyataan Sekda Menyakiti Hati Masyarakat

Megapolitan
Lurah Pastikan Suplai Logistik Pengungsi Banjir Cipinang Melayu Memadai

Lurah Pastikan Suplai Logistik Pengungsi Banjir Cipinang Melayu Memadai

Megapolitan
Polisi Kejar Perampok Bersenjata yang Satroni Toko Emas di Pasar Pecak Kulit

Polisi Kejar Perampok Bersenjata yang Satroni Toko Emas di Pasar Pecak Kulit

Megapolitan
Revitalisasi Monas dan Formula E, Ombudsman: Pejabat yang Rusak Cagar Budaya Bisa Dipidana

Revitalisasi Monas dan Formula E, Ombudsman: Pejabat yang Rusak Cagar Budaya Bisa Dipidana

Megapolitan
Banjir Makin Tinggi, Warga Cipinang Melayu Kembali Penuhi Posko Pengungsian

Banjir Makin Tinggi, Warga Cipinang Melayu Kembali Penuhi Posko Pengungsian

Megapolitan
Masker Ilegal di Cakung Didistribusikan ke Rumah Sakit

Masker Ilegal di Cakung Didistribusikan ke Rumah Sakit

Megapolitan
Ombudsman Minta Revitalisasi Monas dan Sirkuit Formula E Dimoratorium

Ombudsman Minta Revitalisasi Monas dan Sirkuit Formula E Dimoratorium

Megapolitan
Banjir Lagi di Cipinang Melayu, Warga Mulai Mengungsi

Banjir Lagi di Cipinang Melayu, Warga Mulai Mengungsi

Megapolitan
Saudi Larang Umrah Sementara, 48 Jemaah Asal Bekasi Batal Berangkat

Saudi Larang Umrah Sementara, 48 Jemaah Asal Bekasi Batal Berangkat

Megapolitan
Drainase Buruk hingga Persoalan Mandeknya Normalisasi Bakal Jadi Prioritas Pansus Banjir Jakarta

Drainase Buruk hingga Persoalan Mandeknya Normalisasi Bakal Jadi Prioritas Pansus Banjir Jakarta

Megapolitan
Pemkot Bogor Relokasi Makam yang Terdampak Longsor

Pemkot Bogor Relokasi Makam yang Terdampak Longsor

Megapolitan
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Dengarkan Khotbah Jumat

Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Dengarkan Khotbah Jumat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X