BPOM Ungkap Penjual Obat Keras Ilegal Berkedok Toko Kosmetik di Tangerang

Kompas.com - 03/12/2019, 17:36 WIB
Kepala BPOM Penny K Lukito dalam acara Forum Merdeka Barat 9 di Kantor Kemenkominfo, Senin (16/9/2019). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariKepala BPOM Penny K Lukito dalam acara Forum Merdeka Barat 9 di Kantor Kemenkominfo, Senin (16/9/2019).

TANGERANG, KOMPAS.com - Penjual obat-obatan keras yang disegel oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dinilai berkamuflase sebagai toko Kosmetik.

Kepala BPOM pusat, Penny Lukito menjelaskan, modus pelaku menjual obat-obatan keras tersamarkan dengan tampilan toko sebagai penjual alat-alat kosmetik saja.

"Modusnya adalah menjual obat-obatan tertentu yang sering disalahgunakan secara terselubung dengan kamuflase sebagai toko kosmetik," ujar Penny saat konferensi pers di Kawasan Mall Bandara City, Tangerang, Selasa (3/12/2019).


Penny juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar membeli tidak membali obat-obatan di toko kosmetik yang tak terpercaya.

Hal tersebut, lanjut dia, bisa membahayakan karena toko kosmetik bukanlah apotek yang legal mendistribusikan obat-obatan.

"(Membeli) obat keras harus di apotek, toko kosmetik tidak ada izin," kata dia.

Kepala BPOM ini juga meminta agar masyarakat membiasakan untuk membeli obat keras sesuai dengan petunjuk dokter dan dibeli di tempat resmi.

Jika tidak, lanjut Penny, ada konsekuensi hukum yang berlaku tidak hanya bagi pengedar, tapi juga pengguna obat-obatan keras.

Tindakan distribusi ilegal obat-obatan keras bisa dikenakan Pasal 197 Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan hukuman maksimal penjara 15 tahun.

"Dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar," kata dia.

Sedangkan pengguna bisa dijerat dengan penyalahgunaan obat-obatan denganpasal 198 Undang-undang No. 36 tahun 2009 yang tertulis; Setiap orang yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan praktik kefarmasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108 dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp 100 juta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Aksi 212 di Patung Kuda dan Istana Negara, Ini Rekayasa Lalu Lintas yang Disiapkan Polisi

Ada Aksi 212 di Patung Kuda dan Istana Negara, Ini Rekayasa Lalu Lintas yang Disiapkan Polisi

Megapolitan
Kanitlantas Tamansari Antar Penumpang Bus yang Hendak Melahirkan saat Terjebak Macet di Tol

Kanitlantas Tamansari Antar Penumpang Bus yang Hendak Melahirkan saat Terjebak Macet di Tol

Megapolitan
Babak Baru Kasus Suami Tusuk Istri di Serpong, Divonis Gangguan Jiwa hingga Proses Hukum Berlanjut

Babak Baru Kasus Suami Tusuk Istri di Serpong, Divonis Gangguan Jiwa hingga Proses Hukum Berlanjut

Megapolitan
Wartawan Gadungan di Kota Tangerang, Kabur Sebelum Diserahkan ke Polisi, AJI Minta Usut Tuntas

Wartawan Gadungan di Kota Tangerang, Kabur Sebelum Diserahkan ke Polisi, AJI Minta Usut Tuntas

Megapolitan
Gagalnya Politikus Muda Maju Lewat Jalur Independen di Pilkada Depok 2020

Gagalnya Politikus Muda Maju Lewat Jalur Independen di Pilkada Depok 2020

Megapolitan
Cerita Pedagang Peti Jenazah, Sering Dengar Bunyi Ketukan dari Dalam Peti

Cerita Pedagang Peti Jenazah, Sering Dengar Bunyi Ketukan dari Dalam Peti

Megapolitan
BMKG: Hari Ini, Hujan Merata di Jabodebek

BMKG: Hari Ini, Hujan Merata di Jabodebek

Megapolitan
Megawati Kritik Formula E di Monas, Sekda DKI: Agar Indonesia Terkenal Dunia Akhirat

Megawati Kritik Formula E di Monas, Sekda DKI: Agar Indonesia Terkenal Dunia Akhirat

Megapolitan
Warga Akan Gelar Acara Kemanusiaan Peduli Corona di Pulau Reklamasi

Warga Akan Gelar Acara Kemanusiaan Peduli Corona di Pulau Reklamasi

Megapolitan
Sedikitnya 13 Permukiman di Jakarta Timur Terendam Banjir

Sedikitnya 13 Permukiman di Jakarta Timur Terendam Banjir

Megapolitan
Banjir Setinggi 2 Meter, 1000-an Warga Bidara Cina Mengungsi

Banjir Setinggi 2 Meter, 1000-an Warga Bidara Cina Mengungsi

Megapolitan
Gandeng 3 Bank, Jakarta Mau Optimalkan Pelaporan Pajak Secara Online

Gandeng 3 Bank, Jakarta Mau Optimalkan Pelaporan Pajak Secara Online

Megapolitan
Rekam Jejak Yurgen Sutarno Diyakini Sanggup Pikat Parpol di Pilkada Depok 2020

Rekam Jejak Yurgen Sutarno Diyakini Sanggup Pikat Parpol di Pilkada Depok 2020

Megapolitan
Fraksi Gerindra Minta Anies Penuhi Panggilan DPR Soal Revitalisasi TIM

Fraksi Gerindra Minta Anies Penuhi Panggilan DPR Soal Revitalisasi TIM

Megapolitan
AJI Minta Polisi Usut Kasus Pemerasan oleh Wartawan Gadungan di Kota Tangerang

AJI Minta Polisi Usut Kasus Pemerasan oleh Wartawan Gadungan di Kota Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X