Masih Dirawat, Korban Ledakan di Monas Belum Bisa Dimintai Keterangan

Kompas.com - 05/12/2019, 11:15 WIB
Suasana di depan gedung Medical Check Up, RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019), saat Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono menjenguk korban ledakan di Monas. KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGISuasana di depan gedung Medical Check Up, RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019), saat Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono menjenguk korban ledakan di Monas.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, kedua korban ledakan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, belum bisa dimintai keterangan terkait kronologi ledakan.

Saat ini, kedua korban yang merupakan anggota TNI masih dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Kedua korban itu bernama Serka Fajar dan Praka Gunawan. Polda Metro Jaya akan berkoordinasi dengan TNI untuk memeriksa kedua korban tersebut.

"Sampai saat ini, kita masih mencoba mengambil keterangan dari korban. Korban sekarang belum bisa diambil keterangan. Hasil laporan dari tim penyidik karena memang masih perlu dirawat," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (5/12/2019).

Kendati demikian, Yusri tak menjelaskan secara detail kondisi korban.

Menurut Yusri, dokter RSPAD Gatot Soebroto yang memiliki wewenang untuk menjelaskan kondisi korban.

"Coba tanya dokter ya (kondisi korban)," ungkap Yusri.

Baca juga: Serba-Serbi Ledakan di Monas, Penyebab hingga Kondisi Korban

Sebelumnya diberitakan, terjadi ledakan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/12/2019) pagi. Beberapa saksi menyebutkan bahwa ledakan terdengar cukup keras.

Hasil pemeriksaan sementara tim Puslabfor Polri, ledakan di kawasan Monas itu diduga disebabkan granat asap.

Dugaan tersebut berdasarkan pemeriksaan serpihan sisa ledakan yang ditemukan di kawasan Monas.

Serpihan sisa ledakan itu bisa dijadikan petunjuk guna mengetahui penyebab ledakan.

Sementara itu, Yusri menegaskan bahwa granat asap itu bukan milik anggota Polri.

"Enggak ada, enggak ada punya polisi. Siapa bilang punya polisi," kata Yusri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Legalitas Revitalisasi Monas Dipertanyakan...

Saat Legalitas Revitalisasi Monas Dipertanyakan...

Megapolitan
Seorang Pasien RSPI Sulianti Saroso Diduga Terinfeksi Virus Corona

Seorang Pasien RSPI Sulianti Saroso Diduga Terinfeksi Virus Corona

Megapolitan
Ini Keunggulan PT Bahana Prima Nusantara sehingga Menangkan Tender Proyek Revitalisasi Monas

Ini Keunggulan PT Bahana Prima Nusantara sehingga Menangkan Tender Proyek Revitalisasi Monas

Megapolitan
4 Fakta Warga AS Ditangkap karena Menyelundupkan Brownies Ganja

4 Fakta Warga AS Ditangkap karena Menyelundupkan Brownies Ganja

Megapolitan
Tuduhan PSI dan Perlawanan Kontraktor Proyek Revitalisasi Monas

Tuduhan PSI dan Perlawanan Kontraktor Proyek Revitalisasi Monas

Megapolitan
Gang Royal, Lokalisasi Setengah Abad yang Jual Anak di Bawah Umur

Gang Royal, Lokalisasi Setengah Abad yang Jual Anak di Bawah Umur

Megapolitan
Bukan Asli Betawi, 'Lu', 'Gue', 'Cincong' Ternyata Terpengaruh Kultur Tionghoa

Bukan Asli Betawi, "Lu", "Gue", "Cincong" Ternyata Terpengaruh Kultur Tionghoa

Megapolitan
[KLARIFIKASI] Spanduk Tolak Mandikan Jenazah Pendukung Pembangunan Gereja di Serpong

[KLARIFIKASI] Spanduk Tolak Mandikan Jenazah Pendukung Pembangunan Gereja di Serpong

Megapolitan
Perjalanan Agung Wicaksono Pimpin Transjakarta hingga Mengundurkan Diri

Perjalanan Agung Wicaksono Pimpin Transjakarta hingga Mengundurkan Diri

Megapolitan
Spanduk Bernada Ujaran Kebencian yang Berujung Jeruji Besi Bagi Ketua Goib Jaktim

Spanduk Bernada Ujaran Kebencian yang Berujung Jeruji Besi Bagi Ketua Goib Jaktim

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Izin Revitalisasi Monas Dipersoalkan | Pembantaian Etnis Tionghoa di Kali Angke

[POPULER JABODETABEK] Izin Revitalisasi Monas Dipersoalkan | Pembantaian Etnis Tionghoa di Kali Angke

Megapolitan
Menengok Dhanagun, Wihara Berusia 3 Abad di Bogor

Menengok Dhanagun, Wihara Berusia 3 Abad di Bogor

Megapolitan
5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

Megapolitan
Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Megapolitan
Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X