Pelaku Bacok Kakak Kandung karena Tak Dibagi Hasil Jual Tanah Warisan

Kompas.com - 05/12/2019, 16:25 WIB
Seorang pria berinisial SA (41) tega membacok Nurman (43) yang tak lain meruapakan kakak kandungnya sendiri di Raya pondok Salak, Pondok Benda, pamulang Tangsel, pada Kamis (5/12/2019). KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiSeorang pria berinisial SA (41) tega membacok Nurman (43) yang tak lain meruapakan kakak kandungnya sendiri di Raya pondok Salak, Pondok Benda, pamulang Tangsel, pada Kamis (5/12/2019).

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Dengan menggunakan peci, kaos merah, dan celana pendek, SA (41) hanya bisa menundukan kepala saat digelandang anggota Polsek Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (5/12/2019).

Dia ditangkap karena membacok Nurman (43), kakak kandungnya, di Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan.

Pelaku tega melukai korban karena kesal tidak dibagi hasil penjualan tanah warisan oleh kakak kandungnya.

"Hasil penjualannya saya enggak ada. Padahal saya ada hak di situ karena saya dua bersaudara, saya sama abang saya juga. Maksud saya meski tidak rata pembagiannya tapi asal ada, tapi ini tidak. Dimakan semua," kata SA di Polsek Pamulang.

Kekesalan pelaku memuncak setelah mengetahui tanda tangannya juga dipalsukan dalam proses jual beli tanah oleh kakaknya.

Padahal, kata SA, dalam proses penjualan tanah tersebut harus diketahui dan ditanda tangani langsung oleh dia yang juga ahli waris.

"Seharusnya kan ada tanda tangan saya dulu, tapi tanda tangan saya dipalsukan," tutur SA.

Atas dasar itulah, pelaku mendatangi rumah kakaknya untuk menanyakan masalah tersebut.

Namun, saat membahas hal itu, ia dan kakaknya terlibat perselisihan hingga berbuntut pembacokan.

Baca juga: Adik Bacok Kakak Kandung Saat Cekcok Soal Warisan

"Saat saya sampai sana istrinya sudah mancing-mancing lempar galon ke saya gitu. Sampai ribut-ribut," kata dia.

Akibat perbuatannya, pelaku yang pernah menjadi dosen di salah satu universitas di Pamulang pun diamankan polisi.

SA dikenakan Pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka berat dengan ancaman 5 tahun penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Divonis 1 Tahun, Habil Marati: Pasti Banding, Ini Persoalan Harga Diri Men...

Divonis 1 Tahun, Habil Marati: Pasti Banding, Ini Persoalan Harga Diri Men...

Megapolitan
Ungkap Identitas Pemilik Akun Twitter @digeeembok, Polisi Hati-hati

Ungkap Identitas Pemilik Akun Twitter @digeeembok, Polisi Hati-hati

Megapolitan
Pembobol ATM di Bekasi Sudah 5 Bulan Beraksi, Berkelana Sampai Jawa Tengah

Pembobol ATM di Bekasi Sudah 5 Bulan Beraksi, Berkelana Sampai Jawa Tengah

Megapolitan
Pencurian Motor Sport di Minimarket Matraman Terekam CCTV, Pelaku Beraksi 5 Menit

Pencurian Motor Sport di Minimarket Matraman Terekam CCTV, Pelaku Beraksi 5 Menit

Megapolitan
Antisipasi Virus Corona, RSU Tangsel Bagikan Masker ke Pasien dan Pengunjung

Antisipasi Virus Corona, RSU Tangsel Bagikan Masker ke Pasien dan Pengunjung

Megapolitan
Polisi Tangkap Pembobol ATM dengan Modus Ganjal Kawat di Bekasi

Polisi Tangkap Pembobol ATM dengan Modus Ganjal Kawat di Bekasi

Megapolitan
Satu Orang Tewas dalam Peristiwa Kebakaran di Permukiman Kebayoran Lama

Satu Orang Tewas dalam Peristiwa Kebakaran di Permukiman Kebayoran Lama

Megapolitan
Polisi Dalami Unsur Pidana dalam Kasus ABK yang Terombang Ambil 12 Jam di Laut

Polisi Dalami Unsur Pidana dalam Kasus ABK yang Terombang Ambil 12 Jam di Laut

Megapolitan
Divonis 1 Tahun Penjara, Habil Marati: Itu untuk Hibur Jaksa dan Penyidik Polisi

Divonis 1 Tahun Penjara, Habil Marati: Itu untuk Hibur Jaksa dan Penyidik Polisi

Megapolitan
Kebakaran di Kebayoran Lama, Warga Panik Ketika Api yang Sempat Padam Kembali Menyala

Kebakaran di Kebayoran Lama, Warga Panik Ketika Api yang Sempat Padam Kembali Menyala

Megapolitan
Spanduk King of The King yang Mirip Sunda Empire di Kota Tangerang Ditertibkan

Spanduk King of The King yang Mirip Sunda Empire di Kota Tangerang Ditertibkan

Megapolitan
Jadi Dirut meski Berstatus Terpidana, Donny Saragih Merasa Tak Langgar Aturan Rekrutmen

Jadi Dirut meski Berstatus Terpidana, Donny Saragih Merasa Tak Langgar Aturan Rekrutmen

Megapolitan
Kronologi ABK yang Selamat Setelah Terpeleset dari Kapal dan Terombang Ambing di Laut

Kronologi ABK yang Selamat Setelah Terpeleset dari Kapal dan Terombang Ambing di Laut

Megapolitan
Donny Saragih Batal Jadi Dirut Transjakarta karena Peras Bos Terdahulu

Donny Saragih Batal Jadi Dirut Transjakarta karena Peras Bos Terdahulu

Megapolitan
Terbukti Danai Senjata Api Illegal, Habil Marati Divonis Satu Tahun Penjara

Terbukti Danai Senjata Api Illegal, Habil Marati Divonis Satu Tahun Penjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X