Viral Video Keributan Ormas dengan Manajemen Perusahaan di MGK Kemayoran, Ini Kata Polisi

Kompas.com - 10/12/2019, 09:57 WIB
Ilustrasi tawuran KompasIlustrasi tawuran
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Video keributan antara anggota organisasi masyarakat (ormas) dengan pihak manajemen salah satu perusahaan di kawasaan MGK Mega Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2019) malam, beredar di media sosial.

Peristiwa itu juga diunggah oleh media sosial instagram @warung_jurnalis.

Dalam video itu tampak sekumpulan orang yang sebagian besar mengenakan seragam Ormas hendak menyerang kelompok lain dengan membawa bambu panjang.

Menanggapi hal itu, Kapolsek Kemayoran, Kompol Syaiful Anwar membantah adanya tawuran yang terjadi di MGK, Kemayoran, semalem.

“Tidak ada tawuran, itu mereka kan kumpul-kumpul aja,” ujar Syaiful saat dihubungi, Selasa (10/12/2019).

Meski demikian, Syaiful mengakui antar ormas dan manajemen perusahaan sempat cekcok hingga berkelahi.

Hal itu lantaran ada perbedaan pendapat antara kedua pihak. Namun, ia tak menjelaskan secara detail masalahnya.

“Cekcok mulut saja sampai berantemnya satu orang lawan satu orang. Bukan adu mulut, berantem, tapi beda pendapat aja. Mereka itu berteman. Mungkin ada yang ngomong ke temannya mau nyamperin ke situ,” kata Syaiful.

Namun, keributan itu tak berlangsung lama. Sebab, tim kepolisian mendatangi MGK Kemayoran dan melerai keributan.

Ia menyebut, anggota ormas sudah meninggalkan lokasi sekitar pukul 19.00 WIB.

“Saya ke situ dan mengarahkan untuk balik semua, tidak ada terjadi apa-apa, tidak ada keributan. Kumpul-kumpul tadi pas maghrib aja tadi, tidak ada keributan. Begitu saya datang ke sana, saya arahkan bubar pulang,” tutur Syaiful.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSI Nilai Sikap Anies soal Toa dalam Hadapi Banjir Tak Konsisten dan Coba-coba

PSI Nilai Sikap Anies soal Toa dalam Hadapi Banjir Tak Konsisten dan Coba-coba

Megapolitan
Pemprov DKI Masih Kaji Perlombaan yang Boleh Diadakan Saat 17 Agustus

Pemprov DKI Masih Kaji Perlombaan yang Boleh Diadakan Saat 17 Agustus

Megapolitan
UPDATE 8 Agustus: Tambah 721 Kasus Positif Covid-19, DKI Kembali Catat Lonjakan Tertinggi

UPDATE 8 Agustus: Tambah 721 Kasus Positif Covid-19, DKI Kembali Catat Lonjakan Tertinggi

Megapolitan
Saluran Injeksi Bocor, Sebuah Truk Terbakar di Pinggir Tol Cakung

Saluran Injeksi Bocor, Sebuah Truk Terbakar di Pinggir Tol Cakung

Megapolitan
Sekelompok Warga Datangi Rumah Sakit di Grogol Minta Jenazah Dikeluarkan

Sekelompok Warga Datangi Rumah Sakit di Grogol Minta Jenazah Dikeluarkan

Megapolitan
Bantah Pasar Jaya, Pihak Keluarga Pastikan Satu Pedagang Pasar Mayestik Meninggal karena Covid-19

Bantah Pasar Jaya, Pihak Keluarga Pastikan Satu Pedagang Pasar Mayestik Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Hemat Pengeluaran Kuota Internet, Guru Diminta Manfaatkan Wifi Sekolah

Hemat Pengeluaran Kuota Internet, Guru Diminta Manfaatkan Wifi Sekolah

Megapolitan
Pemprov DKI Sebut Flyover Tapal Kuda Lenteng Agung dan Tanjung Barat Bisa Jadi Ikon Jakarta

Pemprov DKI Sebut Flyover Tapal Kuda Lenteng Agung dan Tanjung Barat Bisa Jadi Ikon Jakarta

Megapolitan
Kisah Surjana, Penjual Bendera Musiman yang Merantau ke Jakarta Sejak Umur 10 Tahun

Kisah Surjana, Penjual Bendera Musiman yang Merantau ke Jakarta Sejak Umur 10 Tahun

Megapolitan
Syarat Jadi Agen Detektif Wanita: Cantik dan Pintar Berkamuflase untuk Uji Kesetiaan Lelaki

Syarat Jadi Agen Detektif Wanita: Cantik dan Pintar Berkamuflase untuk Uji Kesetiaan Lelaki

Megapolitan
Pemkot Bekasi Bagikan Ribuan Paket Sembako kepada Korban PHK Selama Pandemi

Pemkot Bekasi Bagikan Ribuan Paket Sembako kepada Korban PHK Selama Pandemi

Megapolitan
Sebuah Gudang di Penjaringan Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Sebuah Gudang di Penjaringan Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Jasa Detektif Wanita, Lihai Menggoda Pria-pria Nakal yang Tak Setia

Jasa Detektif Wanita, Lihai Menggoda Pria-pria Nakal yang Tak Setia

Megapolitan
Harga Bendera Merah Putih di Pinggir Jalan, Paling Murah Rp 15.000

Harga Bendera Merah Putih di Pinggir Jalan, Paling Murah Rp 15.000

Megapolitan
Diduga Korsleting, Rumah Dua Lantai di Penjaringan Terbakar

Diduga Korsleting, Rumah Dua Lantai di Penjaringan Terbakar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X