Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta Siap Digunakan, Tinggal Tunggu Diresmikan Jokowi

Kompas.com - 11/12/2019, 22:45 WIB
Presiden Joko Widodo, Jumat (21/6/2019) pagi, blusukan ke proyek pengerjaan runway di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.   Yang menarik dari blusukannya kali ini adalah, hari ini merupakan hari ulang tahun ke-58 dari Presiden Jokowi. IstimewaPresiden Joko Widodo, Jumat (21/6/2019) pagi, blusukan ke proyek pengerjaan runway di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Yang menarik dari blusukannya kali ini adalah, hari ini merupakan hari ulang tahun ke-58 dari Presiden Jokowi.
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Proyek runway 3 atau landasan pacu di Bandara Soekarno-Hatta sudah siap untuk dioperasikan.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta, Muhammad Awaluddin menjelaskan, pembuatan runway 3 sudah rampung dan siap untuk digunakan pada periode Natal dan Tahun Baru 2020 nanti.

Saat ini prosesnya tinggal menunggu regulasi terlebih dahulu.

"Kita menunggu regulasi dan persetujuan dari otoritas Bandara," ujar dia saat ditemui Kompas.com di Gedung Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (12/11/2019).

Awaluddin menjelaskan, landasan pacu yang dikerjakan di awal tahun 2018 tersebut kini sudah siap setelah sebelumnya masih perlu penambahan panjang 500 meter dengan total panjang lintasan 3.000 meter.

Baca juga: Warga Dilarang Beraktivitas di Ujung Runway Bandara Adi Soemarmo, Ini Alasannya

Dalam waktu dekat, kata dia, pengelola Bandara Soekarno-Hatta akan membersihkan area runway 3 sebelum tanggal periode Natal dan Tahun Baru dimulai.

"Jadi tidak ada lagi kegiatan di sana, pengembang tidak ada, kerikil dan batu dibersihkan," kata dia.

Menanggapi kesiapan runway 3, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan penggunaan masih harus menunggu peresmian dari Presiden Joko Widodo.

"Nanti saya usulkan ke Pak Presiden kapan diresmikan," ujar Budi di tempat yang sama.

Dalam waktu dekat, kata dia, Presiden Jokowi mungkin belum bisa meresmikan runway 3 yang akan membantu pergerakan pesawat pada saat arus puncak Natal dan Tahun Baru.

Baca juga: Aktivitas Penerbangan Saat Natal dan Tahun Baru Diprediksi Hanya Naik 1 Persen, Ini Kata Menhub

"Memang acara beliau padat, jadi mungkin belum dilakukan," kata dia.

Budi Karya juga menanggapi positif terkait siap beroperasinya runway 3 tersebut. Menurut dia, Runway 3 bisa memberikan pergerakan penerbangan menjadi lebih aman dan tepat waktu.

"Saya pikir baik, karena dioperasikannya runway 3 untuk pergerakan (penerbangan) lebih dinamis," pungkas dia.

Untuk diketahui, periode Natal dan Tahun Baru ditetapkan pada 19 Desember 2019 sampai dengan 6 Januari 2020. Sedangkan arus puncak mudik diprediksi pada 20 dan 30 Desember 2019 dengan puncak arus balik pada 5 Januari 2020.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MEGAPOLITAN]: PSBB Jakarta Diperpanjang Lagi I Covid-19 Klaster Hotel hingga Pernikahan

[POPULER MEGAPOLITAN]: PSBB Jakarta Diperpanjang Lagi I Covid-19 Klaster Hotel hingga Pernikahan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Jaksel, Bekasi, dan Tangerang Jadi Zona Merah Covid-19 | PSBB Ketat Diperpanjang hingga 11 Oktober

[POPULER JABODETABEK] Jaksel, Bekasi, dan Tangerang Jadi Zona Merah Covid-19 | PSBB Ketat Diperpanjang hingga 11 Oktober

Megapolitan
Kasus Baru Covid-19 di Depok Bertambah 34 Kemarin

Kasus Baru Covid-19 di Depok Bertambah 34 Kemarin

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Cerah, Depok dan Bogor Berpeluang Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Cerah, Depok dan Bogor Berpeluang Hujan

Megapolitan
49 RW di Kota Bekasi Ada di Zona Merah Covid-19,  Paling Tinggi di Bekasi Utara dan Timur

49 RW di Kota Bekasi Ada di Zona Merah Covid-19, Paling Tinggi di Bekasi Utara dan Timur

Megapolitan
Patroli Iklan Aborsi Ilegal di Internet, Polda Metro Jaya Gandeng Kemenkominfo

Patroli Iklan Aborsi Ilegal di Internet, Polda Metro Jaya Gandeng Kemenkominfo

Megapolitan
Tempat Hiburan Malam Disebut Klaster Penyebaran Covid-19, DPRD Minta Pemprov DKI Kroscek

Tempat Hiburan Malam Disebut Klaster Penyebaran Covid-19, DPRD Minta Pemprov DKI Kroscek

Megapolitan
Tempat Isolasi Pasien Covid-19 OTG Penuh, Pemkab Bekasi Siapkan 3 Hotel

Tempat Isolasi Pasien Covid-19 OTG Penuh, Pemkab Bekasi Siapkan 3 Hotel

Megapolitan
Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

Megapolitan
Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

Megapolitan
Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

Megapolitan
Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

Megapolitan
Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

Megapolitan
Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X