Ada Akun Twitter yang Menyudutkan, Karyawan Garuda Indonesia: Cercaan dan Fitnah Sudah Biasa

Kompas.com - 12/12/2019, 17:28 WIB
Sekretariat Bersama (Sekber) Serikat Pekerja PT Garuda Indonesia (Persero) angkat bicara prihal pencopotan Direktur Utama (Dirut) I Gusti Ngurah karena diduga melakukan penyelundupan komponen motor Harley Davidson dan sepeda Brompton di pesawat baru Garuda Airbus A330-900. KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiSekretariat Bersama (Sekber) Serikat Pekerja PT Garuda Indonesia (Persero) angkat bicara prihal pencopotan Direktur Utama (Dirut) I Gusti Ngurah karena diduga melakukan penyelundupan komponen motor Harley Davidson dan sepeda Brompton di pesawat baru Garuda Airbus A330-900.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretariat Bersama (Sekber) Serikat Pekerja PT Garuda Indonesia (Persero) menanggapi soal akun media sosial Twitter yang membuat sebuah tulisan bersambung atau thread soal perusahaan BUMN tersebut.

Adapun hal yang dibahas akun tersebut mengenai perilaku pejabat Garuda Indonesia dengan pramugari maskapai tersebut.

Meski begitu, Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga), Tomy Tampatty menilai Garuda Indonesia dan para karyawannya sudah sering disudutkan.

"Maka dari itu kena kataan, cercaan, fitnah itu sudah biasa juga tau-tau karakter seseroang dimatikan dengan cara seperti ini. Saya mengajak dengan semua pihak mari jaga Garuda," ujar Tomy di kawasan Jakarta Pusat, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2019).

Menurut Tomy, menyudutkan suatu pihak merupakan pekerjaan yang dilakukan oleh akun anonim.

Namun, kata Tomy, masyarakat dapat menilai dan memahami permasalahan melibatkan Garuda Indonesia belakangan ini yang dinilai sudah dibuat berbeda.

"Maka kami tegaskan kami tidak terpangaruh. kami konsen bekerja bekerja karena itu tugas kami tanggung jawab kami terhadap kelangsungan garuda yang notabene milik kita bersama, aset bangsa," kata dia.

Baca juga: Garuda Dirundung Masalah, Ini Komitmen Para Karyawan

Tomy mengatakan, Sekber karyawan Garuda Indonesia tak menutupi mata soal kasus yang belakangan menimpa mereka.

Bahkan, Sekber juga akan mengkritisi jika terjadinya permasalahan yang melibatkan karyawan dengan melihatnya secara objektif.

"Kami tidak akan menutupi apa-apa. Kita juga kritisi tapi kita coba melihat objektif . Seperti kita katakan kita serahkan kepada Menteri. Terkait cuitan seperti itu kami harapkan mari kita lihat Garudanya. Karena berdampak dengan reputasi Garuda, namun kami di dalam tetap solid demi menjaga kelangsungan Garuda," kata Tomy.

Sebelumnya, tulisan bersambung yang dinilai menyudutkan terjadi setelah Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Ashkara terlibat kasus penyelundupkan onderdil Harley Davidson keluaran tahun 1972 serta dua sepeda Brompton hingga berakhir dicopot.

Terbaru, tulisan akun anonim tersebut juga menuding Vice Presiden (VP) Awak Kabin Garuda Indonesia Roni Eka Mirsa sebagai seorang germo atau lelaki hidung belang.

Baca juga: Disebut Lelaki Hidung Belang, VP Garuda Indonesia Lapor Polisi

Tudingan tersebut pun berakhir pelaporan polisi yang dilayangkan oleh Rony pada 6 Desember 2019 lalu.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gugus Tugas: Klaster Covid-19 di Pabrik Epson Cikarang Berawal Kunjungan Kerja dari Luar

Gugus Tugas: Klaster Covid-19 di Pabrik Epson Cikarang Berawal Kunjungan Kerja dari Luar

Megapolitan
Sepekan Operasi Yustisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Terbanyak Ada di Jakarta Pusat

Sepekan Operasi Yustisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Terbanyak Ada di Jakarta Pusat

Megapolitan
Imam Budi Minta Kepastian Nasib Pilkada Depok di Tengah Pandemi Covid-19

Imam Budi Minta Kepastian Nasib Pilkada Depok di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Angkot Hanya Bisa Angkut 5 Penumpang Saat PSBB Jakarta, Melanggar Kena Sanksi hingga Rp 150 Juta

Angkot Hanya Bisa Angkut 5 Penumpang Saat PSBB Jakarta, Melanggar Kena Sanksi hingga Rp 150 Juta

Megapolitan
Polisi Periksa Rekaman CCTV Bandara Soetta Berkait Pelecehan Seksual Saat Rapid Test

Polisi Periksa Rekaman CCTV Bandara Soetta Berkait Pelecehan Seksual Saat Rapid Test

Megapolitan
Polda Metro Bentuk Tim Khusus Buru Bandar Narkoba yang Kabur dari Lapas Tangerang

Polda Metro Bentuk Tim Khusus Buru Bandar Narkoba yang Kabur dari Lapas Tangerang

Megapolitan
Pemprov DKI Kian Masif Gerebek Lumpur Jelang Musim Hujan

Pemprov DKI Kian Masif Gerebek Lumpur Jelang Musim Hujan

Megapolitan
Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri di Tempat Tak Memadai Akan Dijemput ke Stadion Patriot Chandrabaga

Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri di Tempat Tak Memadai Akan Dijemput ke Stadion Patriot Chandrabaga

Megapolitan
Polisi Tangkap Pelaku Penusukan yang Viral di Media Sosial

Polisi Tangkap Pelaku Penusukan yang Viral di Media Sosial

Megapolitan
Siap Terapkan Protokol Kesehatan, Benyamin Davnie Tak Setuju Pilkada Tangsel Ditunda

Siap Terapkan Protokol Kesehatan, Benyamin Davnie Tak Setuju Pilkada Tangsel Ditunda

Megapolitan
Belum Bayar Uang Kos, Motif Pasangan Kekasih Fajri dan Laeli Mutilasi Rinaldi

Belum Bayar Uang Kos, Motif Pasangan Kekasih Fajri dan Laeli Mutilasi Rinaldi

Megapolitan
369 Karyawan Pabrik Epson Cikarang Terpapar Covid-19

369 Karyawan Pabrik Epson Cikarang Terpapar Covid-19

Megapolitan
Siti Nur Azizah Tak Masalah jika Pilkada Tangsel Ditunda demi Keselamatan Rakyat

Siti Nur Azizah Tak Masalah jika Pilkada Tangsel Ditunda demi Keselamatan Rakyat

Megapolitan
RSD Wisma Atlet Dikabarkan Penuh Pasien Covid-19, Begini Faktanya

RSD Wisma Atlet Dikabarkan Penuh Pasien Covid-19, Begini Faktanya

Megapolitan
Napi Bandar Narkoba Lapas Tangerang Rencanakan Pelarian Sejak 6 Bulan Lalu

Napi Bandar Narkoba Lapas Tangerang Rencanakan Pelarian Sejak 6 Bulan Lalu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X