Jelang Pilkada Depok 2020, Bawaslu Sorot ASN yang Dukung Petahana

Kompas.com - 26/12/2019, 21:02 WIB
Ilustrasi pilkada KOMPAS/TOTO SIHONOIlustrasi pilkada

DEPOK, KOMPAS.com - Bawaslu menyoroti aparatur sipil negara (ASN) yang mengenakan kaus bertuliskan "Sahabat Idris" saat acara motocross pada Minggu (15/12/2019) lalu.

Dalam acara tersebut, tampak sejumlah ASN mengenakan kaos yang dinilai tidak sesuai peraturan.

Untuk diketahui, pegawai sipil tidak diperbolehkan memihak dan harus netral dalam menyambut pemilihan kepala daerah 2020.


Menanggapi hal itu, Bawaslu mengimbau ASN agar tetap netral.

"Ya kemarin kami sampaikan kepada ASN untuk menjaga diri dari aktivitas yang terlalu vulgar untuk mendukung salah satu atau calon lainnya," ujar Kordiv Pengawasan, Hubungan Masyarakat (Humas) dan Hubungan antar Lembaga (Hubal) Bawaslu Kota Depok Dede Selamet Permana usai menghadiri peresmian Kampung Pengawasan Pilkada di Hotel Santika Depok, Kamis (26/12/2019).

Menurut Bawaslu, indikasi ketidaknetralan ASN memang ada. Namun, Bawaslu akan melakukan langkah pencegahan.

"Indikasi ada, tetapi itu tadi, kami melakukan langkah pencegahan sebelum terjadi bentuk yang lebih nyata daripada itu. Kami ingatkan, awas," ujar Dede.

Adanya temuan tersebut diperkuat dengan bukti bahwa Wali Kota Depok saat ini, Mohammad Idris, yang didukung oleh fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), akan maju lagi sebagai bakal calon wali kota Depok mendatang.

Dalam hal ini pun, Idris dikabarkan akan melawan wakilnya sendiri, yakni Pradi Supriyatna yang akan mencalonkan diri sebagai bakal wali kota Depok 2020 didukung oleh Koalisi Depok Bangkit (KDP).

KDP terdiri dari lima partai politik, yakni Partai Gerindra, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Amanat Nasional (PAN), Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DPRD Bakal Libatkan KPK dalam Pemilihan Wagub DKI untuk Hilangkan Sentimen Politik Uang

DPRD Bakal Libatkan KPK dalam Pemilihan Wagub DKI untuk Hilangkan Sentimen Politik Uang

Megapolitan
Sandiaga Wanti-wanti Jangan Sampai Sirkuit Formula E Rusak Cagar Budaya Monas

Sandiaga Wanti-wanti Jangan Sampai Sirkuit Formula E Rusak Cagar Budaya Monas

Megapolitan
Kronologi Tiga Penumpang Ojek Pangkalan Terminal Kalideres Ditembak Tarif Rp 750 Ribu

Kronologi Tiga Penumpang Ojek Pangkalan Terminal Kalideres Ditembak Tarif Rp 750 Ribu

Megapolitan
Hanya Uji Coba, Aspal Sirkuit Formula E di Monas Bakal Dibongkar Lagi

Hanya Uji Coba, Aspal Sirkuit Formula E di Monas Bakal Dibongkar Lagi

Megapolitan
Sandiaga Sebut Kurangnya Sosialisasi Bikin Perpecahan Pandangan Formula E

Sandiaga Sebut Kurangnya Sosialisasi Bikin Perpecahan Pandangan Formula E

Megapolitan
Sebelum Bepergian dengan Ojek Pangkalan, Pastikan Hal Ini agar Tak Menyesal

Sebelum Bepergian dengan Ojek Pangkalan, Pastikan Hal Ini agar Tak Menyesal

Megapolitan
Bakal Sirkuit Balap Formula E di Monas Masuk Tahap Pengaspalan

Bakal Sirkuit Balap Formula E di Monas Masuk Tahap Pengaspalan

Megapolitan
Sandaga Uno Ajak Milenial Bikin Film untuk Majukan Ekonomi Kreatif

Sandaga Uno Ajak Milenial Bikin Film untuk Majukan Ekonomi Kreatif

Megapolitan
Tarif Ojek Malam Mahal, Pengemudi yang Beroperasi Siang Sepi Penumpang

Tarif Ojek Malam Mahal, Pengemudi yang Beroperasi Siang Sepi Penumpang

Megapolitan
Fraksi Demokrat Ajukan Diri untuk Jadi Ketua Panitia Pemilihan Wagub DKI

Fraksi Demokrat Ajukan Diri untuk Jadi Ketua Panitia Pemilihan Wagub DKI

Megapolitan
Awas, Begini Cara Tukang Ojek Malam Ucapkan Tarif untuk Kelabui Penumpang

Awas, Begini Cara Tukang Ojek Malam Ucapkan Tarif untuk Kelabui Penumpang

Megapolitan
Bank Sampah Kampung Koran, Menyemai Kader Penyelamat Lingkungan Mulai dari Kampung-kampung

Bank Sampah Kampung Koran, Menyemai Kader Penyelamat Lingkungan Mulai dari Kampung-kampung

Megapolitan
Bank Sampah Kampung Koran Mampu Reduksi 35 Ton Sampah DKI Jakarta

Bank Sampah Kampung Koran Mampu Reduksi 35 Ton Sampah DKI Jakarta

Megapolitan
Voting Tertutup Bikin PKS Yakin Dukungan Fraksi Bakal Beralih ke Cawagub DKI Nurmansjah

Voting Tertutup Bikin PKS Yakin Dukungan Fraksi Bakal Beralih ke Cawagub DKI Nurmansjah

Megapolitan
Bahas Modal Riza Patria Jadi Wagub, Fraksi Gerindra: Ingat, 2012 Dia Pernah Maju Pilkada DKI

Bahas Modal Riza Patria Jadi Wagub, Fraksi Gerindra: Ingat, 2012 Dia Pernah Maju Pilkada DKI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X