Kilas Balik Banjir Jakarta 1996: Banjir Terburuk Tahun 1990-an yang Melumpuhkan Aktivitas Warga

Kompas.com - 15/01/2020, 18:09 WIB
Warga kampung pulo menengok rumah mereka yang terendam, Selasa (6/2/2018) akibat banjir kali Ciliwung Kompas.com/Setyo AdiWarga kampung pulo menengok rumah mereka yang terendam, Selasa (6/2/2018) akibat banjir kali Ciliwung

Petaka banjir masih terus membayangi warga Ibu Kota pada 1996. Pasalnya, warga Jakarta harus rela diterjang banjir selama dua bulan berturut-turut.

Jika pada awal Januari 1996, banjir hanya merendam bantaran Sungai Ciliwung dan Banjir Kanal Barat, maka pada Februari 1996, banjir mendadak menerjang seluruh penjuru Jakarta.

Baca juga: Cerita Ali Sadikin Tongkrongi Pintu Air Manggarai dan Upaya Atasi Banjir Jakarta

Banjir Februari 1996 bahkan turut merendam Bandara Soekarno-Hatta, wilayah Grogol, Jatinegara, Petogokan, Petamburan, Karet Tengsin, Serdang, Sumur Batu, dan Gandaria Selatan.

Pada April 1996, Jakarta kembali terendam banjir akibat meluapnya Kali Cipinang dan Kali Pesanggrahan yang melintasi wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Bahkan, banjir tersebut sempat melumpuhkan arus lalu lintas di depan Plaza Cipulir di samping Kali Pesanggrahan.

Catatan Harian Kompas tanggal 3 April 1996, banjir mengakibatkan kemacetan sepanjang 3 kilometer, mulai dari Jalan M Saidi hingga muara Jalan Panjang.

Semua kendaraan dari arah Kebayoran Lama menuju Ciledug terpaksa berbalik arah.

Polisi harus menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan.

Baca juga: Cerita Ali Sadikin Bandingkan Banjir Zaman Batavia dengan Saat Pemerintahannya

Sebagian orang yang terdampak banjir masih mempertanyakan mengapa luapan Sungai Ciliwung selalu merendam Jakarta, padahal pemerintah telah melakukan sejumlah upaya untuk mengendalikan banjir?

Catatan Harian Kompas tahun 1996, wilayah DKI Jakarta adalah wilayah dataran rendah, sementara itu di bagian selatan Jakarta terbentang dataran tinggi Bogor-Puncak-Cianjur.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanah Baru dan Sukamaju, Kelurahan dengan Pasien Covid-19 Terbanyak di Depok

Tanah Baru dan Sukamaju, Kelurahan dengan Pasien Covid-19 Terbanyak di Depok

Megapolitan
Tabung Gas Bocor, Dapur Warteg di Pesanggrahan Terbakar

Tabung Gas Bocor, Dapur Warteg di Pesanggrahan Terbakar

Megapolitan
Eksepsi John Kei, Perintah Pembunuhan Hanya Fiksi hingga Dakwaan Bersifat Labelling

Eksepsi John Kei, Perintah Pembunuhan Hanya Fiksi hingga Dakwaan Bersifat Labelling

Megapolitan
Hanya 8 Hari, 481 Jenazah Pasien Covid-19 Dimakamkan di TPU Srengseng Sawah

Hanya 8 Hari, 481 Jenazah Pasien Covid-19 Dimakamkan di TPU Srengseng Sawah

Megapolitan
Memburuknya Pandemi Covid-19 di Jakarta dan Permintaan Pemerintah Pusat Turun Tangan

Memburuknya Pandemi Covid-19 di Jakarta dan Permintaan Pemerintah Pusat Turun Tangan

Megapolitan
Langgar PPKM, 3 Kedai Kopi di Serpong Utara Disegel Satpol PP

Langgar PPKM, 3 Kedai Kopi di Serpong Utara Disegel Satpol PP

Megapolitan
Kronologi Gugatan terhadap Grand Indonesia hingga Dihukum Bayar Denda Rp 1 Miliar

Kronologi Gugatan terhadap Grand Indonesia hingga Dihukum Bayar Denda Rp 1 Miliar

Megapolitan
Keluh Kesah Pedagang Sulit Jual Daging Sapi, Dikonsumsi Sendiri hingga Terpaksa Dibuang

Keluh Kesah Pedagang Sulit Jual Daging Sapi, Dikonsumsi Sendiri hingga Terpaksa Dibuang

Megapolitan
Daftar Nama 43 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Teridentifikasi

Daftar Nama 43 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Teridentifikasi

Megapolitan
Fakta Penemuan Mayat Bayi di Selokan Air Pulogadung, Dibuang ART Setelah Ditinggal Kekasih

Fakta Penemuan Mayat Bayi di Selokan Air Pulogadung, Dibuang ART Setelah Ditinggal Kekasih

Megapolitan
Tangsel Kehabisan Stok Plasma Konvalesen dan Ajakan Penyintas Covid-19 Mendonor

Tangsel Kehabisan Stok Plasma Konvalesen dan Ajakan Penyintas Covid-19 Mendonor

Megapolitan
TPU Srengseng Sawah Hampir Penuh, Tersisa Sekitar 60 Liang untuk Makam Jenazah Pasien Covid-19

TPU Srengseng Sawah Hampir Penuh, Tersisa Sekitar 60 Liang untuk Makam Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Wagub DKI Benarkan Sanksi Denda Progresif Pelanggar Protokol Kesehatan Dihapus

Wagub DKI Benarkan Sanksi Denda Progresif Pelanggar Protokol Kesehatan Dihapus

Megapolitan
2 Kali Diperpanjang, Kelanjutan Operasi SAR Sriwijaya SJ 182 Diputuskan Kamis Sore

2 Kali Diperpanjang, Kelanjutan Operasi SAR Sriwijaya SJ 182 Diputuskan Kamis Sore

Megapolitan
Polisi Musnahkan 44 Kg Sabu yang Diduga dari Malaysia

Polisi Musnahkan 44 Kg Sabu yang Diduga dari Malaysia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X