Seorang Karyawan EO Disekap, Polisi Gerebek Rumah di Pulomas

Kompas.com - 15/01/2020, 21:28 WIB
Polisi mengamankan tiga pelaku penyekapam seorang karyawan EO di sebuah rumah di Jalan Pulo Mas Barat 4, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Rabu (15/1/2020). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIPolisi mengamankan tiga pelaku penyekapam seorang karyawan EO di sebuah rumah di Jalan Pulo Mas Barat 4, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Rabu (15/1/2020).
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menggerebek sebuah rumah di Jalan Pulomas Barat 4, nomor 99, RT 06, RW 013, Pulogadung, Jakarta Timur, terkait kasus penyekapan dan penculikan seorang berinisial MS, karyawan perusahaan event organizer (EO), Rabu (15/1/2020).

Pantauan Kompas.com di lokasi pukul 20.15 WIB, sejumlah polisi bersenjata lengkap langsung memasuki rumah dengan mendobrak pintu depan.

Polisi langsung menginstruksikan penghuni seisi rumah tiarap di lantai.

Seluruh ruang di dalam rumah pun digeledah dan diperiksa.

Baca juga: Kasus Penyekapan di Pulomas, Korban Disekap Seminggu

Seluruh orang yang ada di rumah pun diikat polisi dengan kabel ties dan langsung dibawa masuk ke mobil untuk menuju Mapolda Metro Jaya.

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan, pihaknya mengamankan tiga pelaku penyekapan yang diduga merupakan rekan kerja korban di perusahaan EO tersebut.

"Ada tiga orang yang kita amankan terhadap seseorang yang diduga ini ada kaitannya dengan masalah keuangan," kata Suyudi di lokasi, Rabu.

 

MS disekap sejak Selasa (7/1/2020). Artinya, dia sudah tujuh hari disekap oleh tiga pelaku di Pulomas.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi dan TNI Akan Tempatkan Aparat di Pasar Swalayan Selama PSBB Jakarta

Polisi dan TNI Akan Tempatkan Aparat di Pasar Swalayan Selama PSBB Jakarta

Megapolitan
Dishub DKI: Boleh Berboncengan asal Tujuannya Sama dengan Si Pengendara Motor

Dishub DKI: Boleh Berboncengan asal Tujuannya Sama dengan Si Pengendara Motor

Megapolitan
Polisi Janji Kedepankan Cara Persuasif untuk Bubarkan Kerumunan

Polisi Janji Kedepankan Cara Persuasif untuk Bubarkan Kerumunan

Megapolitan
GBK Tutup Selama PSBB, Kendaraan Dilarang Masuk

GBK Tutup Selama PSBB, Kendaraan Dilarang Masuk

Megapolitan
Jualan Online Berjalan seperti Biasa Saat PSBB, Pelaku Bisnis Masih Khawatir Kena Sanksi

Jualan Online Berjalan seperti Biasa Saat PSBB, Pelaku Bisnis Masih Khawatir Kena Sanksi

Megapolitan
DKI Jakarta Efektif PSBB, Ini Langkah Grab agar Mitra Terus Beroperasional

DKI Jakarta Efektif PSBB, Ini Langkah Grab agar Mitra Terus Beroperasional

Megapolitan
PSBB DKI Jakarta, Pengendara Sepeda Motor Pribadi Boleh Berboncengan

PSBB DKI Jakarta, Pengendara Sepeda Motor Pribadi Boleh Berboncengan

Megapolitan
Kaum Miskin Kota Sekarat, Mati karena Corona atau Mati Kelaparan

Kaum Miskin Kota Sekarat, Mati karena Corona atau Mati Kelaparan

Megapolitan
Sektor Usaha yang Dikecualikan Selama PSBB Wajib Batasi Aktivitas Kerja Pegawainya

Sektor Usaha yang Dikecualikan Selama PSBB Wajib Batasi Aktivitas Kerja Pegawainya

Megapolitan
[UPDATE] 10 April, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Tembus 1.719 Orang

[UPDATE] 10 April, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Tembus 1.719 Orang

Megapolitan
PSBB Jakarta, Barang Nonkebutuhan Pokok Tetap Dapat Diakses di Marketplace

PSBB Jakarta, Barang Nonkebutuhan Pokok Tetap Dapat Diakses di Marketplace

Megapolitan
Anies Terbitkan Pergub soal PSBB, Dua Kegiatan Ini Masih Diperbolehkan

Anies Terbitkan Pergub soal PSBB, Dua Kegiatan Ini Masih Diperbolehkan

Megapolitan
Ingat, Perusahaan yang Masih Diizinkan Beroperasi Harus Selalu Bersih hingga Dekat dengan Fasilitas Kesehatan

Ingat, Perusahaan yang Masih Diizinkan Beroperasi Harus Selalu Bersih hingga Dekat dengan Fasilitas Kesehatan

Megapolitan
Diizinkan Tetap Buka, Beberapa Poin Harus Diperhatikan Pengelola Penyedia Makan di Masa PSBB

Diizinkan Tetap Buka, Beberapa Poin Harus Diperhatikan Pengelola Penyedia Makan di Masa PSBB

Megapolitan
Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 dan PDP di Depok Tak Memadai

Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 dan PDP di Depok Tak Memadai

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X