Pelapor Pastikan Tak Ada Polisi Terlibat Kasus Pemerasan Rp 1 Miliar

Kompas.com - 16/01/2020, 08:23 WIB
Budiyanto, pelapor kasus pemerasan senilai Rp 1 miliar saat berada di Polda Metro Jaya, Rabu (15/1/2020). Semula ia mengatakan, kasus itu melibatkan oknum polisi tetapi belakangan ia mencabut kembali penyataannya itu. KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVABudiyanto, pelapor kasus pemerasan senilai Rp 1 miliar saat berada di Polda Metro Jaya, Rabu (15/1/2020). Semula ia mengatakan, kasus itu melibatkan oknum polisi tetapi belakangan ia mencabut kembali penyataannya itu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Budiyanto, pelapor kasus pemerasan senilai Rp 1 miliar, memastikan tidak ada oknum polisi yang terlibat kasus itu. Ia mengatakan, dirinya dibohongi oknum pengacara atau mafia kasus yang menjanjikan kasus tanahnya akan ditangani dengan cepat oleh pihak Polres Jakarta Selatan.

Mafia kasus itu yang mencatutkan nama mantan Kasatreskrim Polres Jakarta Selatan, Andi Sinjaya Ghalib, dalam kasus yang tengah dihadapinya itu.

"Ternyata bukan oknum polisi karena selama saya ke Polres (Jakarta Selatan) saya tidak pernah jumpa (mantan Kasatreskrim, Andi Sinjaya). Jadi, enggak tahu-menahu. Cuma si A (mafia kasus) ini (bilang) Kasat (padahal orang lain)," kata Budiyanto di Polda Metro Jaya, Rabu (15/1/2020).

Baca juga: Diperiksa Propam, Warga Ini Klarifikasi Pernyataannya soal Pemerasan Oknum Polisi

Ia meminta maaf terkait pernyataannya yang mengaitkan kasus itu dengan nama Andi Sinjaya.

"Saya minta maaf ke Kapolda, Kapolres dan jajarannya, Bang Neta (Neta S Pane dari Indonesia Police Watch/IPW) karena belum melengkapi bukti percakapan whatsapp secara utuh yang belum saya sampaikan ke Pak Neta. Saya minta maaf kepada Pak Kasat, Andi Sanjaya, tanpa memberikan bukti yang sesuai dengan percakapan dengan si A ini," ujar Budiyanto.

Budi juga siap jika dituntut atas pencemaran nama baik karena telah membawa-bawa nama Andi Sinjaya.

"Saya sudah diperiksa tadi di atas tadi (terkait kasus pemerasan Rp 1 miliar)," kata dia.

Kabar pencopotan AKBP Andi Sinjaya Ghalib dari jabatan sebelumnya beredar setelah Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi pencopotan tersebut.

Baca juga: Kasus Pemerasan Rp 1 M, Pelapor Sebut Nama Mantan Kasatreskrim Jaksel Dicatut Oknum Pengacara

Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangannya mengatakan, pencopotan AKBP Andi Sinjaya dari jabatan Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan diduga karena ada oknum penyidik Polres Jakarta Selatan yang melakukan pemerasan untuk menyelesaikan suatu kasus tindak pidana.

Oknum polisi itu diduga meminta uang senilai Rp 1 miliar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[UPDATE] Covid-19 Depok 26 September: 89 Kasus Baru, Total 845 Pasien Masih Ditangani

[UPDATE] Covid-19 Depok 26 September: 89 Kasus Baru, Total 845 Pasien Masih Ditangani

Megapolitan
Terjaring Razia Hotel, Seorang Kakek Janji Nikahi Pasangannya yang Berusia 22 Tahun

Terjaring Razia Hotel, Seorang Kakek Janji Nikahi Pasangannya yang Berusia 22 Tahun

Megapolitan
Petugas Satpol PP Tersetrum saat Turunkan Baliho Paslon Pilkada Depok

Petugas Satpol PP Tersetrum saat Turunkan Baliho Paslon Pilkada Depok

Megapolitan
Hilang Kendali karena Pecah Ban, Truk Terbalik di Serpong

Hilang Kendali karena Pecah Ban, Truk Terbalik di Serpong

Megapolitan
UPDATE 26 September, 332 Pasien Covid-19 di Kota Bogor Masih Dirawat di RS

UPDATE 26 September, 332 Pasien Covid-19 di Kota Bogor Masih Dirawat di RS

Megapolitan
Update 26 September: Bertambah 109, Kini Ada 2.466 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Update 26 September: Bertambah 109, Kini Ada 2.466 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
UPDATE Covid-19 DKI Jakarta 26 September: 1.052 Kasus Baru, 2 Pasien Meninggal

UPDATE Covid-19 DKI Jakarta 26 September: 1.052 Kasus Baru, 2 Pasien Meninggal

Megapolitan
Cuti Ikut Pilkada Tangsel 2020, Benyamin Kembalikan 3 Mobil dan Rumah Dinas

Cuti Ikut Pilkada Tangsel 2020, Benyamin Kembalikan 3 Mobil dan Rumah Dinas

Megapolitan
Satpol PP Kesulitan, Banyak Warga Jakarta Cari Hiburan di Bekasi sejak PSBB

Satpol PP Kesulitan, Banyak Warga Jakarta Cari Hiburan di Bekasi sejak PSBB

Megapolitan
Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat Guyur Bogor hingga Malam

Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat Guyur Bogor hingga Malam

Megapolitan
Rumah Dijadikan Pabrik Ekstasi, Pengedar di Tangerang Sudah Produksi Selama Satu Bulan

Rumah Dijadikan Pabrik Ekstasi, Pengedar di Tangerang Sudah Produksi Selama Satu Bulan

Megapolitan
Foto Viral Pengunjung Kafe Bekasi Berkerumun Tanpa Masker, Satpol PP Langsung Cek ke Lokasi

Foto Viral Pengunjung Kafe Bekasi Berkerumun Tanpa Masker, Satpol PP Langsung Cek ke Lokasi

Megapolitan
Peredaran Ekstasi dari Rumah di Cipondoh Tangerang Dikendalikan Napi dalam Lapas

Peredaran Ekstasi dari Rumah di Cipondoh Tangerang Dikendalikan Napi dalam Lapas

Megapolitan
Satpol PP Amankan Kakek dengan Perempuan Berusia 22 Tahun Saat Razia Hotel di Serpong

Satpol PP Amankan Kakek dengan Perempuan Berusia 22 Tahun Saat Razia Hotel di Serpong

Megapolitan
Sama dengan di RSD Wisma Atlet, Begini Perawatan Pasien Covid-19 yang Isolasi di Hotel

Sama dengan di RSD Wisma Atlet, Begini Perawatan Pasien Covid-19 yang Isolasi di Hotel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X