Pemalsu Miras Impor di Jakarta Utara Jual Produknya Seharga Rp 200.000

Kompas.com - 20/01/2020, 20:37 WIB
Pengungkapan pemalsuan dan pengoplos minuman keras impor oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin (20/1/2020) KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIPengungkapan pemalsuan dan pengoplos minuman keras impor oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin (20/1/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Komplotan pemalsu minuman keras (miras) merek impor di Jakarta Utara menjual produk mereka dengan harga sekitar Rp 200.000 sampai Rp 300.000.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP David Kanitero mengatakan harga jual dari miras itu tergantung dari merek minuman yang mereka jual.

"Yang tertinggi di pasaran kalo enggak salah Black Label sama Henessy, mungkin sekitar Rp 5-6 juta. Dia jual hanya segitu (Rp 200.000-Rp300.000)," ujar David di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (20/1/2020).

David menyebutkan para tersangka menjual miras ilegal mereka dengan memposting di WhatsApp Stories.

Baca juga: Polisi Sita Ribuan Botol Miras Chivas, Imperial, Hennesey yang Hendak Dipalsukan

Miras palsu yang dipasarkan para tersangka ini merupakan merek-merek yang cukup dikenal dan berharga tinggi di pasaran seperti Contreau, Hennessy, Imperial, Red & Black Label, dan lainnya.

Sejauh ini, berdasarkan pengakuan para tersangka mereka belum memasarkan miras palsu tersebut ke hotel, diskotek ataupun kafe-kafe.

"Belum ke arah sana. Karena mereka indikasinya masih ke arah keluarga, teman, sama satu grup. Grup pecinta hewan," ujar David.

Adapun tiga tersangka yang diamankan yakni JN (22), MAP (29), DC (57). Mereka ditangkap pada Selasa (14/1/2020) lalu.

JN diamankan hendak bertransaksi dengan pelanggannya di Jalan Raya Ancol Baru, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Baca juga: Miras Impor Palsu di Jakarta Utara Dipromosikan Lewat Status WA

Dari penangkapan JN, polisi mengembangkan kasus dan menangkap MAP di kawasan Kampung  Bahari, Tanjung Priok.

"Untuk botol dia stok di Bekasi (dari tersangka DC)," ujar David.

Terhadap para tersangka dikenakan Pasal 204 ayat (1) dan Pasal 386 KUHP, Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) UU RI Nomor 8  Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Selain itu mereka dikenakan 142 jo Pasal 91 ayat (1) UU RI Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penataan 4 Stasiun Dihentikan Sementara karena Wabah Corona

Penataan 4 Stasiun Dihentikan Sementara karena Wabah Corona

Megapolitan
Fokus Nurmansjah dan Riza jika Jadi Wagub, Bantu Anies Tangani Corona

Fokus Nurmansjah dan Riza jika Jadi Wagub, Bantu Anies Tangani Corona

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pendataan Pegawai Kena PHK Imbas Corona di DKI | Kronologi Perampok Tewas karena Corona

[POPULER JABODETABEK] Pendataan Pegawai Kena PHK Imbas Corona di DKI | Kronologi Perampok Tewas karena Corona

Megapolitan
Cerita Pegawai PO Bus Kehilangan Pekerjaan karena Pandemi Covid-19...

Cerita Pegawai PO Bus Kehilangan Pekerjaan karena Pandemi Covid-19...

Megapolitan
Mereka yang Berjuang dalam Pekerjaannya di Tengah Wabah Corona...

Mereka yang Berjuang dalam Pekerjaannya di Tengah Wabah Corona...

Megapolitan
Walkot Jakbar Klaim Ada Kelurahan di Wilayahnya yang Nol Kasus Covid-19, Ini Datanya

Walkot Jakbar Klaim Ada Kelurahan di Wilayahnya yang Nol Kasus Covid-19, Ini Datanya

Megapolitan
Warga Kemayoran Sediakan Sarapan Gratis untuk Ojol dan Sopir Bajaj

Warga Kemayoran Sediakan Sarapan Gratis untuk Ojol dan Sopir Bajaj

Megapolitan
Akibat Covid-19, Rerata Penumpang KRL Turun hingga 220.000 Penumpang Per Hari

Akibat Covid-19, Rerata Penumpang KRL Turun hingga 220.000 Penumpang Per Hari

Megapolitan
Jika Terpilih Sebagai Wagub DKI,  Riza Patria Utamakan Komunikasi Pemprov dan Pempus

Jika Terpilih Sebagai Wagub DKI, Riza Patria Utamakan Komunikasi Pemprov dan Pempus

Megapolitan
145 Orang di Jakbar Terinfeksi Corona, Wali Kota Minta Warga Tetap di Rumah

145 Orang di Jakbar Terinfeksi Corona, Wali Kota Minta Warga Tetap di Rumah

Megapolitan
PMI Kota Bekasi Steril dari Virus Corona, Donor Darah Tak Perlu Cemas

PMI Kota Bekasi Steril dari Virus Corona, Donor Darah Tak Perlu Cemas

Megapolitan
Kronologi Tewasnya Perampok Toko Emas di Tamansari karena Virus Corona

Kronologi Tewasnya Perampok Toko Emas di Tamansari karena Virus Corona

Megapolitan
Jumlah Penumpang Menurun, KRL Kembali Ubah Jam Operasi

Jumlah Penumpang Menurun, KRL Kembali Ubah Jam Operasi

Megapolitan
Paparkan Program Sebagai Cawagub DKI, Nurmansjah Bicara Transparansi Anggaran hingga Efisiensi Birokrasi

Paparkan Program Sebagai Cawagub DKI, Nurmansjah Bicara Transparansi Anggaran hingga Efisiensi Birokrasi

Megapolitan
Cegah Penyebaran Corona, Ruang Tahanan di Polres Jakbar Rutin Disemprot Disinfektan

Cegah Penyebaran Corona, Ruang Tahanan di Polres Jakbar Rutin Disemprot Disinfektan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X