Polisi Sebut Motor Pengemudi Ojol yang Dirampas 10 Debt Collector Belum Sampai di Gudang Leasing

Kompas.com - 21/01/2020, 11:04 WIB
Ilustrasi motor matik Otomania/Setyo AdiIlustrasi motor matik

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Polsek Serpong telah berkoordinasi dengan pihak leasing dalam penyelidikan kasus perampasan motor pengemudi ojek online, Chris William Samosir (21), oleh 10 orang yang mengaku petugas leasing.

Kapolsek Serpong Kompol Stephanus Luckyto mengatakan, setelah melakukan koordinasi, ternyata diketahui motor korban belum sampai ke gudang leasing tersebut.

"Pihak leasing juga belom tahu persis. Karena berdasarkan informasi motor itu belum sampai ke leasing setelah diamankan oleh orang itu. Jadi belum terdata di leasing kalau motor itu masuk ke gudang," kata Luckyto saat dihubungi, Selasa (21/1/2020).

Baca juga: Kejar 10 Orang yang Rampas Motor Pengemudi Ojol, Polisi Libatkan Pihak Leasing

Luckyto menduga, motor korban sampai saat ini masih dalam penguasan 10 orang tersebut yang diletakan di suatu tempat.

"Mungkin masih dipendam sama orang itu. Makanya kita mau pastikan dulu, karena pihak leasing sudah benarkan mendelegasikan ke pihak tertentu (dalam penarikan motor), tapi kadang masih di Subkon lagi," ucap Luckyto.

Sebelumnya, motor matic milik Chris dirampas oleh 10 orang tak di kenal yang mengaku petugas leasing di kawasan Pondok Jagung, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Selasa (7/1/2020).

Kejadian tersebut saat korban usai mengantarkan penumpangnya di Kawasan Pondok Jagung, Serpong Utara, Tangerang Selatan.

Bahkan, motor itu dirampas, Chris juga mendapatkan perlakuan kasar karena telah mempertahankan kendaraan yang menjadi mata pencariannya itu.

Baca juga: Cerita Korban Mata Elang, Dipepet di Jalan dan Kunci Motor Dirampas

Korban juga sempat ditunjukkan pesan elektronik tentang tunggakan angsuran motor yang selama dua bulan ini memang belum dibayarnya.

Korban juga diberikan selembaran kertas surat yang berisikan tentang pengambilan motor dari leasing.

Namun, korban curiga dengan selembaran surat tersebut yang tidak ada stampel resmi dari leasing.

"Saya langsung telepon orang leasing. Kata mereka itu surat palsu karena tidak ada cap resminya. Saya tanya teman-teman saya juga katanya palsu," kata Chris.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lahan Baru untuk Makam Jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon Mulai Digunakan

Lahan Baru untuk Makam Jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon Mulai Digunakan

Megapolitan
Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Burung Murai Saat Sedang Beraksi di Kemayoran

Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Burung Murai Saat Sedang Beraksi di Kemayoran

Megapolitan
300 Tahanan Polda Metro Lakukan Tes Swab Sebelum Pindah ke Lapas

300 Tahanan Polda Metro Lakukan Tes Swab Sebelum Pindah ke Lapas

Megapolitan
RSD Stadion Patriot Bekasi Telah Rawat 39 Pasien Covid-19

RSD Stadion Patriot Bekasi Telah Rawat 39 Pasien Covid-19

Megapolitan
Anies Bentuk Tim untuk Kelola Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional

Anies Bentuk Tim untuk Kelola Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional

Megapolitan
Sebaran 1.200 Lebih Pasien Covid-19 di Depok, Terbanyak di Sukmajaya dan Pancoran Mas

Sebaran 1.200 Lebih Pasien Covid-19 di Depok, Terbanyak di Sukmajaya dan Pancoran Mas

Megapolitan
Polisi Amankan Potongan Besi Konstruksi Tol yang Timpa Seorang Sekuriti hingga Tewas

Polisi Amankan Potongan Besi Konstruksi Tol yang Timpa Seorang Sekuriti hingga Tewas

Megapolitan
Kedapatan Langgar PSBB Saat Disidak, Sebuah Perusahaan di Jalan Sudirman Ditutup

Kedapatan Langgar PSBB Saat Disidak, Sebuah Perusahaan di Jalan Sudirman Ditutup

Megapolitan
Pasien Covid-19 Gratis Isolasi Mandiri di Hotel atas Rekomendasi Puskesmas

Pasien Covid-19 Gratis Isolasi Mandiri di Hotel atas Rekomendasi Puskesmas

Megapolitan
Bandara Soekarno-Hatta Siap Fasilitasi Wisata Terbang Tanpa Tujuan

Bandara Soekarno-Hatta Siap Fasilitasi Wisata Terbang Tanpa Tujuan

Megapolitan
Pemotor Tewas Tertimpa Besi Pembangunan Tol, Ternyata Sekuriti Proyek Tersebut

Pemotor Tewas Tertimpa Besi Pembangunan Tol, Ternyata Sekuriti Proyek Tersebut

Megapolitan
Pradi Harap KPU Siasati Jam Kedatangan Pemilih ke TPS Pilkada Depok

Pradi Harap KPU Siasati Jam Kedatangan Pemilih ke TPS Pilkada Depok

Megapolitan
Uang Hasil Penipuan Tersangka Pelecehan di Bandara Soetta Dikirim ke Ibunya

Uang Hasil Penipuan Tersangka Pelecehan di Bandara Soetta Dikirim ke Ibunya

Megapolitan
Hotel Khusus Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 Tak Akan Buka Penginapan untuk Umum

Hotel Khusus Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 Tak Akan Buka Penginapan untuk Umum

Megapolitan
Pradi Berharap Ada Kelonggaran Pemasangan Alat Peraga Kampanye di Pilkada Depok

Pradi Berharap Ada Kelonggaran Pemasangan Alat Peraga Kampanye di Pilkada Depok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X