PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

Kompas.com - 21/01/2020, 20:10 WIB
Press conference di DPW PKS,  Cempaka Putih, Jakarta Pusat,  Selasa (21/1/2020). KOMPAS. Com/CYNTHIA LOVAPress conference di DPW PKS, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2020).
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua calon wakil gubernur DKI Jakarta yang diajukan saat ini tidak akan melewati uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test).

Hal ini berbeda dengan dua nama cawagub yang diajukan sebelumnya.

"Oh tidak, itu tidak perlu fit and proper test," ujar Ketua DPW Partai Keadian Sejahtera (PKS) DKI Jakarta, Sakhir Purnomo, saat ditemui di Kantor DPW, Cempaka Baru, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2020).


Sakhir juga menyinggung cawagub terdahulu yang telah mengikuti uji fit and proper test.

Baca juga: PKS: Mau Tidak Mau Kami Mengalah soal Cawagub DKI Jakarta

Proses cawagub itu semakin lama lantaran adanya uji fit and proper test.

"Padahal yang dulu fit and proper test juga. Yang kemaren selesai? Kan tidak selesai juga," kata dia.

Adapun usulan adanya uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test calon wakil gubernur DKI itu sebelumnya muncul dari Partai Gerindra.

Baca juga: PKS: Kami Berjiwa Besar Biarkan Gerindra Ajukan Nama Cawagub DKI

Sebab kala itu kursi wagub DKI telah disepakati diserahkan ke PKS sehingga Gerindra memberi syarat bahwa dua nama cawagub harus ditentukan lewat uji kepatutan dan kelayakan.

Gerindra menyebut fit and proper test merupakan mekanisme partai yang harus dijalankan.

Uji fit and proper tes itu sempat diujikan kepada calon wakil gubernur DKI Jakarta saat itu, yakni mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto, dan Ketua Dewan Syariah Wilayah PKS DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Ojol Datangi Polres Jaktim Minta Polisi Tindak Mata Elang

Puluhan Ojol Datangi Polres Jaktim Minta Polisi Tindak Mata Elang

Megapolitan
Diperiksa Polisi, Tas Mencurigakan di Kembangan Berisi Buku hingga Kerupuk

Diperiksa Polisi, Tas Mencurigakan di Kembangan Berisi Buku hingga Kerupuk

Megapolitan
Dua Dosen Ditangkap Disangka Cemarkan Nama Baik Rektor Unima

Dua Dosen Ditangkap Disangka Cemarkan Nama Baik Rektor Unima

Megapolitan
Kronologi Keributan Kelompok Ojol dengan 2 Mata Elang di Rawamangun

Kronologi Keributan Kelompok Ojol dengan 2 Mata Elang di Rawamangun

Megapolitan
Polisi Periksa Tas Hitam Mencurigakan yang Tergeletak di Jalan Mawar Kembangan

Polisi Periksa Tas Hitam Mencurigakan yang Tergeletak di Jalan Mawar Kembangan

Megapolitan
Saksi: Seorang Pengemudi Ojol Terluka Sayat Saat Ribut dengan Mata Elang

Saksi: Seorang Pengemudi Ojol Terluka Sayat Saat Ribut dengan Mata Elang

Megapolitan
Kasus Pemukulan Kucing hingga Mati di Bekasi Berakhir Damai

Kasus Pemukulan Kucing hingga Mati di Bekasi Berakhir Damai

Megapolitan
Sidang Dugaan Kriminalisasi Sopir Taksi Online, Saksi Bantah Keterangan dalam BAP

Sidang Dugaan Kriminalisasi Sopir Taksi Online, Saksi Bantah Keterangan dalam BAP

Megapolitan
Polisi Anjurkan Sopir Taksi Online Ari Darmawan Serahkan Uang Jutaan Rupiah untuk Berdamai

Polisi Anjurkan Sopir Taksi Online Ari Darmawan Serahkan Uang Jutaan Rupiah untuk Berdamai

Megapolitan
BMKG: Wilayah Jabotabek Diprediksi Hujan Disertai Angin Kencang Malam Ini

BMKG: Wilayah Jabotabek Diprediksi Hujan Disertai Angin Kencang Malam Ini

Megapolitan
DPR Panggil Ketua DPRD DKI untuk Diskusi soal Revitalisasi TIM

DPR Panggil Ketua DPRD DKI untuk Diskusi soal Revitalisasi TIM

Megapolitan
Dipicu Masalah Kredit Motor, Mata Elang dan Pengemudi Ojol Ribut di Rawamangun

Dipicu Masalah Kredit Motor, Mata Elang dan Pengemudi Ojol Ribut di Rawamangun

Megapolitan
Pembuat Kosmetik Ilegal di Depok Racik Bahan Kimia Berdasar Pengalaman Kerja

Pembuat Kosmetik Ilegal di Depok Racik Bahan Kimia Berdasar Pengalaman Kerja

Megapolitan
Pemukul Kucing hingga Mati di Bekasi Tidak Ditahan

Pemukul Kucing hingga Mati di Bekasi Tidak Ditahan

Megapolitan
Kosmetik Ilegal Produksi di Depok Diedarkan ke Dokter Kulit hingga Klinik Kecantikan di Jakarta

Kosmetik Ilegal Produksi di Depok Diedarkan ke Dokter Kulit hingga Klinik Kecantikan di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X