Kompas.com - 27/01/2020, 15:55 WIB
Senior Manager Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang saat ditemui Kompas.com di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (10/12/2019). KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOSenior Manager Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang saat ditemui Kompas.com di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (10/12/2019).
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Satu orang penumpang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dikonfirmasi meninggal pada Minggu malam (26/1/2020).

Namun, Senior Manager Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta Febri Toga Simatupang membantah bahwa penyebab kematiannya adalah virus corona.

"Kami tegaskan, bahwa penumpang perempuan tersebut meninggal dunia karena gagal jantung. Bukan karena penyakit menular apalagi karena virus corona," kata dia saat ditemui Kompas.com di Gedung 601 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (27/1/2020).

Baca juga: Dinkes DKI Buka Sambungan Telepon 24 Jam untuk Terima Laporan Virus Corona

Kabar mengenai penumpang di Bandara Soekarno-Hatta meninggal diduga akibat virus corona tersebar di media sosial.

Febri menjelaskan, korban meninggal merupakan seorang perempuan berusia 76 tahun bernama Rum Rubainingsih yang merupakan penumpang Garuda Indonesia dengan rute Bandar Lampung menuju Bandara Soekarno-Hatta dan akan melanjutkan perjalanan ke Jeddah Arab Saudi.

Febri mengatakan, korban meninggal pada saat korban hendak menuju Boarding Lounge Gate 2 tepatnya di depan eskalator.

Baca juga: Virus Corona Disebut Bisa Disembuhkan Tanpa Obat, jika...

Kemudian penumpang tersebut mengalami lemas dan terjatuh sehingga tak sadarkan diri kemudian dilarikan ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Bandara Seokarno-Hatta.

"Jadi, berdasarkan hasil koordinasi kami dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Soekarno-Hatta, dinyatakan bahwa penumpang yang telah lanjut usia tersebut meninggal dunia karena gagal jantung," tutur Febri Toga.

Jenazah penumpang tersebut kemudian dibawa keluarga ke rumah duka di Kelurahan Podosari Kecamatan Pringsewu, Provinsi Lampung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Kakek 89 Tahun Korban Pengeroyokan di Cakung Datangi Mapolres Jakarta Timur

Keluarga Kakek 89 Tahun Korban Pengeroyokan di Cakung Datangi Mapolres Jakarta Timur

Megapolitan
Harga dari Distributor Masih Tinggi, Pedagang di Pasar Serpong Belum Jual Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Harga dari Distributor Masih Tinggi, Pedagang di Pasar Serpong Belum Jual Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Megapolitan
90 Sekolah di Ibu Kota Ditutup Sementara karena Covid-19, PTM di Jakarta Utara Tetap Berlangsung

90 Sekolah di Ibu Kota Ditutup Sementara karena Covid-19, PTM di Jakarta Utara Tetap Berlangsung

Megapolitan
Ciri Pelaku Pencurian Dua Sepeda Motor di Sawah Besar Sudah Diketahui Polisi

Ciri Pelaku Pencurian Dua Sepeda Motor di Sawah Besar Sudah Diketahui Polisi

Megapolitan
PN Jakarta Barat Ditutup Sementara, 13 Orang Positif Covid-19

PN Jakarta Barat Ditutup Sementara, 13 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
BK DPRD DKI Jadwalkan Pemeriksaan Ulang Prasetyo Edi Pekan Depan

BK DPRD DKI Jadwalkan Pemeriksaan Ulang Prasetyo Edi Pekan Depan

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Melonjak, Wali Kota Arief Duga Banyak Pasien Suspek Omicron

Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Melonjak, Wali Kota Arief Duga Banyak Pasien Suspek Omicron

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, BOR RS Rujukan di Kota Tangerang Naik Jadi 13 Persen

Kasus Covid-19 Melonjak, BOR RS Rujukan di Kota Tangerang Naik Jadi 13 Persen

Megapolitan
Saksi Ungkap Alasan Munarman Jadi Pemateri di Acara Baiat ISIS, Terkenal dan Sering Tampil di Media

Saksi Ungkap Alasan Munarman Jadi Pemateri di Acara Baiat ISIS, Terkenal dan Sering Tampil di Media

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemuda yang Sekap Temannya hingga Tewas di Kamar Mandi Sebuah Rumah di Jatiwaringin

Polisi Tangkap Pemuda yang Sekap Temannya hingga Tewas di Kamar Mandi Sebuah Rumah di Jatiwaringin

Megapolitan
Revitalisasi TMII, Snowbay hingga Museum yang Terbengkalai Akan Dibongkar

Revitalisasi TMII, Snowbay hingga Museum yang Terbengkalai Akan Dibongkar

Megapolitan
Ketua Dewan Penasehat Sirkuit Mandalika Pesimis Lintasan Formula E Bisa Selesai

Ketua Dewan Penasehat Sirkuit Mandalika Pesimis Lintasan Formula E Bisa Selesai

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Ada Kemungkinan PPKM di Depok Jadi Level 3

Kasus Covid-19 Meningkat, Ada Kemungkinan PPKM di Depok Jadi Level 3

Megapolitan
Polisi Pastikan 5 Tersangka Pengeroyok Kakek di Cakung Tak Punya Hubungan dengan Korban

Polisi Pastikan 5 Tersangka Pengeroyok Kakek di Cakung Tak Punya Hubungan dengan Korban

Megapolitan
Polisi Masih Cari Beberapa Pelaku Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung

Polisi Masih Cari Beberapa Pelaku Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.