Imigrasi Depok: WNA China Harus Izin jika Berkunjung ke Depok

Kompas.com - 28/01/2020, 19:36 WIB
Pengunjung melintas di Alun-alun Kota Depok yang baru diresmikan Wali Kota Depok, Depok, Jawa Barat, Minggu (12/1/2020). Alun-alun tersebut memiliki berbagai macam fasilitas olahraga, gerai UMKM, hingga working space. KOMPAS.com/M ZAENUDDINPengunjung melintas di Alun-alun Kota Depok yang baru diresmikan Wali Kota Depok, Depok, Jawa Barat, Minggu (12/1/2020). Alun-alun tersebut memiliki berbagai macam fasilitas olahraga, gerai UMKM, hingga working space.

DEPOK, KOMPAS.com - Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok Ruhiyat M Tholib menyatakan, seluruh warga negara asing (WNA) termasuk WNA asal China, kini diwajibkan untuk melapor ke pihak imigrasi setempat jika memasuki kawasan Depok.

Hal ini dilakukan untuk antisipasi penyebaran virus corona yang berasal dari Wuhan, China.

"Walaupun sehari harus tetap izin pada kami kalau mereka ada di Depok," ujar Ruhiyat saat dikonfirmasi, Selasa (28/1/2020).

Ruhiyat juga mengaskan, terkait dengan pencegahan di sektor pintu masuk Indonesia, yakni Bandara Soekarno-Hatta, instansi Custom, Immigration, Quarantine (CIQ) setempat harus menjadi garda terdepan dalam penanganan masalah penyakit menular dan karantina kesehatan.

Pihak Imigrasi Kota Depok juga mengimbau kepada para petugasnya untuk bisa menjaga kebugaran tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat. Hal ini agar virus tidak mudah cepat masuk ke dalam tubuh. 

Baca juga: Merebaknya Virus Corona, Seberapa Aman untuk Bepergian ke China?

"Mencuci tangan sebelum makan, memakai masker apabila sedang sakit dan jika diduga terkena virus corona segera konsultasikan ke dokter di Rumah Sakit," ujar Ruhiyat.

Saat ini, menurut data yang dihimpun pihak imigrasi, tercatat sebanyak 357 WNA asal China yang memiliki ijin tinggal kunjungan (ITK) dan 1 izin tinggal terbatas (KITAS) yang tersebar di seluruh Kecamatan di Depok.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengatakan pihaknya telah membuat surat edaran terkait antisipasi virus corona.

Baca juga: Alasan Pemerintah Belum Evakuasi WNI dari Lokasi Terdampak Virus Corona di China

"Sudah diberikan surat edaran sebagai pedoman pelaksanaan kalo ada kasus di puskesmas begini, kalau di RS langkahnya begini, sudah ada di dalam surat edaran itu," ujar Nova.

Terkait ruang isolasi, Nova mengatakan bahwa di setiap rumah sakit mempunyai ruang isolasi tersendiri.

Namun, untuk saat ini ruangan tersebut masih dikhususkan bagi penyakit lainnya.

"Ya pokoknya kalau RS mah ada ruang isolasi, tapi belum dikhususkan untuk korona kan kasusnya belum ada, digunakan untuk yang lainnya dulu," ujar Nova.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kota Bekasi Disebut Paling Taat Protokol Kesehatan di Jabar, Ini Respons Wali Kota

Kota Bekasi Disebut Paling Taat Protokol Kesehatan di Jabar, Ini Respons Wali Kota

Megapolitan
Warga Depok Disebut Paling Tak Patuh Jaga Jarak, Data Ridwan Kamil Dipertanyakan

Warga Depok Disebut Paling Tak Patuh Jaga Jarak, Data Ridwan Kamil Dipertanyakan

Megapolitan
Penduduk di Luar DKI Bisa Melamar Tenaga Ahli Jakarta Smart City, Ini Syaratnya

Penduduk di Luar DKI Bisa Melamar Tenaga Ahli Jakarta Smart City, Ini Syaratnya

Megapolitan
Berkas yang Perlu Dipersiapkan Untuk Melamar Kerja Di Jakarta Smart City

Berkas yang Perlu Dipersiapkan Untuk Melamar Kerja Di Jakarta Smart City

Megapolitan
Bekasi Jadi Zona Merah Covid-19 Lagi, Ini Kata Wali Kota

Bekasi Jadi Zona Merah Covid-19 Lagi, Ini Kata Wali Kota

Megapolitan
Terkendala Cuaca Buruk, Penyelam Belum Bisa Lanjutkan Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Terkendala Cuaca Buruk, Penyelam Belum Bisa Lanjutkan Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Proyek Terowongan Silaturahmi, Jalan Sekitar Istiqlal dan Katedral Dialihkan 20 Januari-31 Maret 2021

Proyek Terowongan Silaturahmi, Jalan Sekitar Istiqlal dan Katedral Dialihkan 20 Januari-31 Maret 2021

Megapolitan
Tim DVI Ungkap Kendala Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182

Tim DVI Ungkap Kendala Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Update 19 Januari: Berkurang 139, Kini Ada 4.722 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Update 19 Januari: Berkurang 139, Kini Ada 4.722 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Megapolitan
Membandingkan Pelanggaran Prokes Rizieq Shihab Vs Raffi Ahmad-Ahok

Membandingkan Pelanggaran Prokes Rizieq Shihab Vs Raffi Ahmad-Ahok

Megapolitan
Gudang Dekorasi Pernikahan di Kembangan Terbakar

Gudang Dekorasi Pernikahan di Kembangan Terbakar

Megapolitan
Polisi Akan Cari Pelaku Tawuran di Manggarai Lewat Video di Medsos

Polisi Akan Cari Pelaku Tawuran di Manggarai Lewat Video di Medsos

Megapolitan
Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad, Polisi: Tamu Tidak Diundang, Datang Sendiri

Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad, Polisi: Tamu Tidak Diundang, Datang Sendiri

Megapolitan
Pegawai Positif Covid-19, Kantor Kecamatan Pasar Rebo Ditutup 3 Hari

Pegawai Positif Covid-19, Kantor Kecamatan Pasar Rebo Ditutup 3 Hari

Megapolitan
Kapasitas RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Tersisa 13 Persen

Kapasitas RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Tersisa 13 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X