Personel Sudin SDA Jaktim Digigit Ular Kobra di Pasar Rebo, Damkar Turun Tangan

Kompas.com - 12/02/2020, 20:31 WIB
Ramli Hidayat (29), seorang anggota Sudin Sumber Daya Air Jakarta Timur yang digigit Ular Kobra di wilayah RW 07, Kelurahan Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (12/2/2020). Dokumentasi Sudin PKP Jakarta TimurRamli Hidayat (29), seorang anggota Sudin Sumber Daya Air Jakarta Timur yang digigit Ular Kobra di wilayah RW 07, Kelurahan Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (12/2/2020).
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang anggota personel Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur bernama Ramli Hidayat (29) terkena gigitan ular kobra di wilayah RW 07, Kelurahan Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (12/2/2020).

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin PKP) Jakarta Timur Gatot Sulaeman mengatakan, pihaknya menerima laporan Ramli tergigit ular kobra sekitar pukul 16.20 WIB.

"Laporan ke kita sudah ada korban digigit ular kobra, anggota PJLP SDA Ramli Hidayat," kata Gatot dalam keterangannya, Rabu.

Baca juga: Kasus Ular Kecil di Tubuh Jenazah, Anak Kobra Disebut Lebih Berbahaya daripada yang Dewasa

Ramli pun sudah dibawa ke Rumah Sakit Adhyaksa Cipayung untuk diberikan serum anti bisa ular.

"Satu ekor ular sudah ditangkap warga," ujar Gatot.

Gatot menambahkan, pihaknya juga mendapat laporan dari warga setempat bahwa masih ada kawanan ular kobra lainnya di wilayah tersebut.

Baca juga: Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular Kobra

Atas laporan itu, sebanyak enam personel damkar diterjunkan untuk mencari keberadaan kawanan ular tersebut.

"Diperkirakan masih ada beberapa ular dan warga meminta damkar melakukan pencarian," ujar Gatot.

Namun, hingga pukul 17.22 WIB, ular tidak ditemukan pihak damkar.

Pencarian kawanan ular akan kembali dilanjutkan ketika damkar mendapat laporan warga terkait keberadaan ular tersebut.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Megapolitan
Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Megapolitan
PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

Megapolitan
Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Megapolitan
BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

Megapolitan
Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Megapolitan
Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Megapolitan
Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Megapolitan
Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Megapolitan
Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Megapolitan
Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Megapolitan
Anies: Jadikan PSBB untuk Mempererat Solidaritas, Bukan Penderitaan

Anies: Jadikan PSBB untuk Mempererat Solidaritas, Bukan Penderitaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X