Kompas.com - 26/02/2020, 19:49 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi selepas meninjau sejumlah perumahan yang cukup parah terdampak banjir di Kota Bekasi, Selasa (14/1/2020). KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANWali Kota Bekasi Rahmat Effendi selepas meninjau sejumlah perumahan yang cukup parah terdampak banjir di Kota Bekasi, Selasa (14/1/2020).
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Kota Bekasi sudah tiga kali dilanda banjir pada awal 2020 ini. Mulai 1 Januari, 8 Februari, hingga 25 Februari 2020 lalu.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, dirinya telah membuat beberapa upaya untuk mengatasi banjir di Bekasi.

Salah satu solusi yang dilakukan oleh Pepen, panggilan akrab Rahmat Effendi, adalah memperbanyak kolam retensi hingga polder di Kota bekasi.

Baca juga: 3 Korban Jiwa dan 1 Hilang dalam Musibah Banjir di Bekasi

“Yang harus dilakukan (solusi banjir) secara makro ini pertama mendesain master plan drainase. Yang kedua adalah teknisnya bagaimana memeperbanyak embung kolam, tandon, polder untuk menjadi tangkapan air," ujar Pepen di Kantor Pemkot Bekasi Kota, Rabu (26/2/2020).

Pepen mengakui bahwa saat ini kolam retensi hingga polder di Kota Bekasi semakin lama semakin berkurang lantaran banyaknya perumahan baru yang terus bertambah yang dibangun.

Sehingga air hujan tidak dapat lagi ditampung dengan baik dan mengakibatkan luapan air.

Baca juga: [UPDATE] 90 Titik di Bekasi Masih Terendam Banjir

“Jadi siklus air yang hampir 600 liter per detik itu tidak bisa ditampung sehingga tidak bisa diakselerasikan. Dia (air) nyari tempat yang rendah, tempat yang rendah itu sudah pasti perumahan yang lama-lama,” ujar Pepen.

Oleh karena itu pihaknya tengah memetakan anak kali yang dilintasi oleh Sungai Cikeas.

Hal itu bertujuan agar mempermudah pihaknya menormalisasi kali-kali itu dan menyebar pembuatan kolam retensi hingga polder.

“Kami mau petakan master-nya, tapi secara mikronya satu-satu kami urut tuh kali yang dilintasi Sungai Cikeas. Sebab tidak berimbang bangunnya (perumahan dengan kali atau saluran air yang ada),” ucap dia.

Baca juga: Cerita Korban Banjir di Bekasi, Tak Betah Tidur di Pengungsian dan Ingin Segera Pulang

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota DPRD DKI: Seleksi PPDB 2021 Utamakan Zona RT/RW

Anggota DPRD DKI: Seleksi PPDB 2021 Utamakan Zona RT/RW

Megapolitan
Begal di Tebet Tewas Diduga karena Kepala Terbentur dan Diamuk Massa

Begal di Tebet Tewas Diduga karena Kepala Terbentur dan Diamuk Massa

Megapolitan
Anggota DPRD: 5 Tahun Tak Ada Penambahan Sekolah Negeri di Jakarta

Anggota DPRD: 5 Tahun Tak Ada Penambahan Sekolah Negeri di Jakarta

Megapolitan
Kronologi Begal Tewas di Tebet: Tabrak Pot Besar, Terpental lalu Masuk Got dan Sekarat

Kronologi Begal Tewas di Tebet: Tabrak Pot Besar, Terpental lalu Masuk Got dan Sekarat

Megapolitan
Depok Catat 192 Kasus Baru Covid-19 pada 17 April

Depok Catat 192 Kasus Baru Covid-19 pada 17 April

Megapolitan
Antrean Vaksinasi Lansia di Bogor Membludak, Bima Arya Kecewa dengan Halodoc

Antrean Vaksinasi Lansia di Bogor Membludak, Bima Arya Kecewa dengan Halodoc

Megapolitan
Modus Mafia Tanah di Kota Tangerang, Saling Gugat di Pengadilan Pakai Surat Palsu

Modus Mafia Tanah di Kota Tangerang, Saling Gugat di Pengadilan Pakai Surat Palsu

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Pertahankan Mekanisme PPBD Tahun Lalu di Tahun 2021

Pemprov DKI Akan Pertahankan Mekanisme PPBD Tahun Lalu di Tahun 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Sabtu Ini, 17 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Sabtu Ini, 17 April 2021

Megapolitan
Linmas yang Diduga Perkosa Wanita Tunarungu di Bekasi Belum Jadi Tersangka, Ini Alasan Polisi

Linmas yang Diduga Perkosa Wanita Tunarungu di Bekasi Belum Jadi Tersangka, Ini Alasan Polisi

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Kota Bogor, 17 April 2021

Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Kota Bogor, 17 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Tangerang Raya, 17 April 2021

Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Tangerang Raya, 17 April 2021

Megapolitan
Dalam 30 Menit, Pencuri Gasak Motor Trail yang Digembok 3 Lapis di Pasar Rebo

Dalam 30 Menit, Pencuri Gasak Motor Trail yang Digembok 3 Lapis di Pasar Rebo

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Depok, 17 April 2021

Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Depok, 17 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Kota Bekasi, 17 April 2021

Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Kota Bekasi, 17 April 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X