Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/02/2020, 06:01 WIB
Sandro Gatra

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir luapan Kali Sunter, Jakarta, pada Selasa (25/2/2020), yang mencapai ketinggian 3,5 tak hanya memaksa ribuan warga Kelurahan Cipinang Melayu mengungsi.

Ketua RW 04 Irwan Kurniadi mengatakan, banjir membuat tembok pembatas lahan Universitas Borobudur di Jalan Haji Nurul Iman ambruk.

"Ambruknya sekira pukul 05.00 WIB pas banjir, tapi enggak ada korban. Ini tembok pembatas aset lahan Universitas Borobudur," kata Irwan di Makasar, Jakarta Timur, Rabu (26/2/2020), seperti dikutip Tribun Jakarta.

Baca juga: Jakarta Banjir Lagi: 294 RW Terendam, AEON Mall JGC Diserang, hingga Istana Tergenang

Padahal tembok tersebut baru saja diperbaiki setelah ambruk saat banjir 1 Januari 2020 lalu.

Tembok dengan tinggi sekitar 1,5 dan panjang 50 meter ambruk serta puingnya menghalangi akses Jalan Haji Nurul Iman.

"Jadi baru 1,5 bulan diperbaiki temboknya ambruk lagi. Lokasi tembok yang ambruk pas tanggal 1 Januari dengan sekarang sama," ujarnya.

Irwan  mengaku sudah melaporkan ambruknya tembok ke pihak Universitas Borobudur.

Dalam waktu dekat puing bakal diangkat dan diperbaiki agar tak mengganggu akses Jalan Haji Nurul Iman.

"Sudah saya laporkan ke pihak Universitas Borobudur. Kalau untuk dampak ambruknya tembok sih cuman ganggu akses jalan saja," tuturnya. (Bima Putra)

 

 

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul "Diterjang Banjir, Tembok Pembatas Universitas Borobudur di Cipinang Melayu Ambruk."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Praperadilan Ditolak, Kuasa Hukum Aiman: Kami Kecewa

Praperadilan Ditolak, Kuasa Hukum Aiman: Kami Kecewa

Megapolitan
Siasat Paman Agar Tak Ketahuan Bunuh Keponakannya di Tanjung Priok: Taruh Lap Dekat Kompor yang Menyala

Siasat Paman Agar Tak Ketahuan Bunuh Keponakannya di Tanjung Priok: Taruh Lap Dekat Kompor yang Menyala

Megapolitan
Masih Ada Kendala, 38 Rumah Tahan Gempa di Bogor Belum Tentu Bisa Dihuni pada April 2024

Masih Ada Kendala, 38 Rumah Tahan Gempa di Bogor Belum Tentu Bisa Dihuni pada April 2024

Megapolitan
PAM Jaya: Krisis Air Bersih di Rusun Marunda Telah Berakhir

PAM Jaya: Krisis Air Bersih di Rusun Marunda Telah Berakhir

Megapolitan
PAM Jaya Targetkan 77.000 Pelanggan Baru Air Perpipaan di 2024

PAM Jaya Targetkan 77.000 Pelanggan Baru Air Perpipaan di 2024

Megapolitan
KPAI Minta Polres Tangsel Percepat Proses Hukum Kasus Perundungan Siswa Binus School Serpong

KPAI Minta Polres Tangsel Percepat Proses Hukum Kasus Perundungan Siswa Binus School Serpong

Megapolitan
Gugatan Aiman Soal Penyitaan Ponsel Ditolak, Polda Metro: Sudah Sah dan Sesuai Prosedur

Gugatan Aiman Soal Penyitaan Ponsel Ditolak, Polda Metro: Sudah Sah dan Sesuai Prosedur

Megapolitan
Lolos dari Tembakan Mantan Suami Artis Ternama, Tangan Pria di Jatinegara Terluka

Lolos dari Tembakan Mantan Suami Artis Ternama, Tangan Pria di Jatinegara Terluka

Megapolitan
Kondisi Korban Perundungan “Geng Tai” Nge-Drop, KPAI: Dapat Banyak Intimidasi

Kondisi Korban Perundungan “Geng Tai” Nge-Drop, KPAI: Dapat Banyak Intimidasi

Megapolitan
Nekat Jegal Begal di Bekasi, Anggota Paspampres: Spontan, Dengar Teriakan Minta Tolong

Nekat Jegal Begal di Bekasi, Anggota Paspampres: Spontan, Dengar Teriakan Minta Tolong

Megapolitan
Hakim Kesampingkan Status Wartawan Aiman Witjaksono Saat Putuskan Gugatan Praperadilan

Hakim Kesampingkan Status Wartawan Aiman Witjaksono Saat Putuskan Gugatan Praperadilan

Megapolitan
Pemprov DKI Sebut Pengguna Air Tanah di Jakarta Menurun Sejak Muncul Larangan

Pemprov DKI Sebut Pengguna Air Tanah di Jakarta Menurun Sejak Muncul Larangan

Megapolitan
Mantan Suami Artis Ternama Sempat Lewati Lokasi Kejadian Sebelum Tembak Temannya di Jatinegara

Mantan Suami Artis Ternama Sempat Lewati Lokasi Kejadian Sebelum Tembak Temannya di Jatinegara

Megapolitan
Anaknya Dibunuh, Sang Ibu Berharap Kakak Kandungnya Dihukum Mati

Anaknya Dibunuh, Sang Ibu Berharap Kakak Kandungnya Dihukum Mati

Megapolitan
Remaja Dibunuh Pamannya, Ibu Korban Kira Anaknya Tewas karena Jatuh saat Kebakaran

Remaja Dibunuh Pamannya, Ibu Korban Kira Anaknya Tewas karena Jatuh saat Kebakaran

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com