Bukan karena Virus Corona, Pasien Asal Bekasi yang Meninggal di Cianjur Menderita Penyakit Dalam

Kompas.com - 03/03/2020, 13:45 WIB
Pasien dengan status virus corona yang sempat dirawat di Rumah Sakit Dr Hafiz (RSDH) Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia. Jenazah diantar dengan ambulans RSDH, menuju kediaman di kawasan Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020). Para petugas tampak mengenakan alat pelindung diri khusus. Sementara, jenazah diletakkan di dalam kantong jenazah bewarna oranye. KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAPasien dengan status virus corona yang sempat dirawat di Rumah Sakit Dr Hafiz (RSDH) Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia. Jenazah diantar dengan ambulans RSDH, menuju kediaman di kawasan Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020). Para petugas tampak mengenakan alat pelindung diri khusus. Sementara, jenazah diletakkan di dalam kantong jenazah bewarna oranye.


BEKASI, KOMPAS.com - Darja, pasien Rumah Sakit Dr Hafiz (RSDH) Cianjur, Jawa Barat yang diduga terinfeksi virus corona dipastikan meninggal bukan karena virus tersebut.

Yayat, kakak dari Darja mengatakan, adiknya itu meninggal lantaran penyakit dalam yang memang sudah lama dideritanya.

“Dari awal saya jamin bukan virus corona, saya aja tidak pakai apa-apa karena memang negatif,” ujar Yayat di Perumahan Villa Bekasi Indah, Selasa (3/3/2020).

Baca juga: 3 dari 4 Pasien Suspect Virus Corona di RSPI Sulianti Saroso Pernah Kontak Langsung dengan Pasien yang Positif

Ia mengaku awalnya Darja memang sempat dirawat beberapa hari di Rumah Sakit di kawasan Bekasi Timur.

Bahkan, Darja sempat dirawat di ruang isolasi untuk diawasi secara intensif.

“Sempat dirawat di Mitra Keluarga Bekasi Timur, lalu diisolasi. Kemudian dinyatakan negatif (virus corona) makanya dipulangkan,” kata dia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena merasa badannya masih drop, Darja kemudian pergi ke Cianjur untuk berobat.

Memilih berobat di RSDH Cianjur lantaran di sana ada banyak keluarganya.

“Kenapa dibawa ke Cianjur karena di enggak ada keluarganya di sini. Di Cianjur ada mertua, ada adeknya supaya kalau ada apa-apa dekat. Lalu dibawa ke RSDH statusnya apa dicek disana, ternyata negatif,” tambah dia.

Ia memastikan pemberitaan tentang adiknya terkait Darja terkena virus corona, itu tidak benar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPDB SMA di Tangsel Dimulai Hari Ini, Berikut Jadwal hingga Syarat Pandaftarannya

PPDB SMA di Tangsel Dimulai Hari Ini, Berikut Jadwal hingga Syarat Pandaftarannya

Megapolitan
Ini Daftar Sekolah Swasta yang Ikut Program PPDB Bersama DKI Jakarta 2021

Ini Daftar Sekolah Swasta yang Ikut Program PPDB Bersama DKI Jakarta 2021

Megapolitan
Hari Ini Pendaftaran PPDB Bersama Jalur Afirmasi untuk SMA Swasta, Berikut Informasinya

Hari Ini Pendaftaran PPDB Bersama Jalur Afirmasi untuk SMA Swasta, Berikut Informasinya

Megapolitan
PPDB Jalur Zonasi Dibuka, Ini Pembagian Zonasi SD di Seluruh Jakarta

PPDB Jalur Zonasi Dibuka, Ini Pembagian Zonasi SD di Seluruh Jakarta

Megapolitan
Tangsel Belum Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Masyarakat Berusia 18 Tahun ke Atas

Tangsel Belum Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Masyarakat Berusia 18 Tahun ke Atas

Megapolitan
UPDATE 20 Juni: Penambahan Kasus Covid-19 Tertinggi Terjadi di Jakarta Timur

UPDATE 20 Juni: Penambahan Kasus Covid-19 Tertinggi Terjadi di Jakarta Timur

Megapolitan
 PPDB Jakarta Jalur Zonasi SD Dimulai Hari Ini, Berikut Zonasi Sekolah, Jadwal, hingga Cara Daftar

PPDB Jakarta Jalur Zonasi SD Dimulai Hari Ini, Berikut Zonasi Sekolah, Jadwal, hingga Cara Daftar

Megapolitan
UPDATE 20 Juni: 653 Kasus Baru Covid-19 di Depok, Rekor Baru Selama Pandemi

UPDATE 20 Juni: 653 Kasus Baru Covid-19 di Depok, Rekor Baru Selama Pandemi

Megapolitan
Pasien Covid-19 Kabupaten Bekasi Kini 1.738 Orang

Pasien Covid-19 Kabupaten Bekasi Kini 1.738 Orang

Megapolitan
876 Anak Positif Covid-19 Kemarin, Dinkes Minta Orangtua Waspada!

876 Anak Positif Covid-19 Kemarin, Dinkes Minta Orangtua Waspada!

Megapolitan
UPDATE 20 Juni: 497 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 20 Juni: 497 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
UPDATE 20 Juni: Tambah 79 Kasus di Kota Tangerang, 504 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 20 Juni: Tambah 79 Kasus di Kota Tangerang, 504 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Pesan Anies untuk Warga di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Pesan Anies untuk Warga di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Rekor Baru Covid-19 di Jakarta dan Pesan Anies untuk Warga | Pengemudi Fortuner Lepaskan Tembakan di Kebayoran Baru

[POPULER JABODETABEK] Rekor Baru Covid-19 di Jakarta dan Pesan Anies untuk Warga | Pengemudi Fortuner Lepaskan Tembakan di Kebayoran Baru

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X