Tangkap Perampok Toko Mas, Polisi Temukan Perhiasan Emas 3 Kg yang Hendak Dilebur

Kompas.com - 04/03/2020, 18:48 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru, Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya di Polres Metro Jakbar, Rabu (4/3/2020) KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARKapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru, Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya di Polres Metro Jakbar, Rabu (4/3/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - WA alias AG (67), perampok perhiasan di toko emas di Taman Sari, Jakarta Barat, berencana melebur emas yang dicurinya.

Di toko Mas Cantik, pelaku mengambil perhiasan emas dengan berat total sekitar tiga kilogram.

Seluruh perhiasan tersebut ditemukan saat penangkapan AG di kawasan Pinangisa, Jakarta Barat, Senin (2/3/2020).

Di lokasi, ditemukan juga peralatan peleburan emas.

"Keterangan tersangka, emas yang dirampok akan dilebur baru dijual. Jadi memang sudah direncanakan betul, sudah ada alat leburnya," kata Kapolda Matro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana saat jumpa pers di Polres Metro Jakarta Barat, Rabu (4/3/2020).

Baca juga: Polisi Tangkap Perampok 3 Kg Emas di Toko Mas Taman Sari

Pelaku memilih melebur perhiasan agar tidak diketahui asal usulnya. Beberapa perhiasan dapat diketahui siapa pemiliknya dengan melihat nomor seri atau ciri khusus dalam perhiasan tersebut.

"Kan ada rasa kekhawatiran dikenal barang-barang tersebut. Makanya akan dilebur lalu dijual," ucap Nana.

Berdasarkan pemeriksaan, AG beraksi seorang diri. Saat penangkapan, polisi menemukan empat senjata api dan 287 butir peluru.

Adapun empat jenis senjata api tersebut, yakni satu senpi jenis Petro Beretta Gardone tanpa no seri, satu senpi jenis Revolver Undercover 32 tanpa seri.

Baca juga: Perampok Toko Emas di Taman Sari Punya 4 Senjata Api dan Ratusan Peluru

Kemudian, satu senpi jenis Freedom Arms Mag 22 tanpa seri dan satu senpi jenis Erma Made in Usa dengan nomor seri R016299.

AG mengaku senpi tersebut didapat dari rekannya berinisial MC yang berada di wilayah Banten sekitar 20 tahun lalu.

AG dijerat pasal 365 KUHP dan UU Darurat Nomor 13 tahun 1951 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Kronologi

Perampokan terjadi pada Jumat (28/2/2020) siang. Pelaku beraksi saat hampir sebagian besar toko emas di pasar tutup untuk Shalat Jumat, kecuali Toko Emas Cantik.

Selain itu, kondisi Pasar Pecah Kulit juga sedang sepi lalu lalang dan aktivitas jual-beli.

Awalnya, sekitar pukul 12.30 WIB, pelaku yang berciri-ciri mata sipit dan berlogat bahasa China itu datang lalu dilayani oleh dua karyawan toko, yakni Hevi dan Novi.

Baca juga: Kronologi Perampokan Toko Emas di Pasar Pecah Kulit, Mengasak 4 Kg Emas hingga Tembak Petugas Sampah

Berdasarkan rekaman CCTV yang dipasang di lokasi, pelaku datang seorang diri.

Pelaku yang membawa senjata api kemudian masuk ke dalam toko menggunakan kursi plastik.

Ia lalu menembakkan senjata hingga mengenai lampu toko dan pecah. Pelaku mengancam para karyawan dan pemilik toko, Then Kon Pin.

Setelah menggasak perhiasan di etalase, pelaku yang menggunakan jaket dan helm tertutup berusaha kabur keluar dari pasar.

Pelaku saat itu dihalangi oleh sekuriti dan tukang sampah. Namun nasib apes, tukang sampah tersebut ditembak kakinya oleh pelaku.

Korban kemudian dibawa ke RS Husada untuk mendapatkan perawatan medis.

Saat kabur, perampok sempat mengintimidasi seluruh penghuni pasar sehingga mereka ketakutan.

Dalang, warga di sekitar Pasar Pecah Kulit mengaku ketakutan akan ancaman pelaku.

"Ngancem-nya ya gitu, mau ditembak, saya kabur setelah itu, takut," ujar Dalang.

Dalang menyebut, wajah pelaku perampokan tidak dapat diketahui sama sekali sebab menggunakan helm tertutup warna hitam.

"Saya keluar buat kabur, terus ada tukang sampah masuk ngajak duel dengan perampok," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Blusukan di Wilayah Pamulang, Siti Nur Azizah Ajak Warga Perbanyak Konsumsi Tanaman Ini

Blusukan di Wilayah Pamulang, Siti Nur Azizah Ajak Warga Perbanyak Konsumsi Tanaman Ini

Megapolitan
Ahok Cabut Laporan, Polda Metro Akan Hentikan Kasus 2 Tersangka Pencemaran Nama Baik

Ahok Cabut Laporan, Polda Metro Akan Hentikan Kasus 2 Tersangka Pencemaran Nama Baik

Megapolitan
2 Hektar Lahan di TPU Rorotan Disiapkan Khusus Jenazah Covid-19

2 Hektar Lahan di TPU Rorotan Disiapkan Khusus Jenazah Covid-19

Megapolitan
Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jaksel Ditutup Sementara

Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jaksel Ditutup Sementara

Megapolitan
Klaster Keluarga Terus Melonjak, Kini Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Capai 3.237

Klaster Keluarga Terus Melonjak, Kini Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Capai 3.237

Megapolitan
Minggu Ke-2 PSBB, Jumlah Pelanggar Masker Hanya Berkurang 9 Orang

Minggu Ke-2 PSBB, Jumlah Pelanggar Masker Hanya Berkurang 9 Orang

Megapolitan
Begini Prosedur Merujuk Pasien Covid-19 ke Wisma Atlet

Begini Prosedur Merujuk Pasien Covid-19 ke Wisma Atlet

Megapolitan
Pemprov DKI Tambah 98 Tempat Tidur RS untuk Pasien Covid-19

Pemprov DKI Tambah 98 Tempat Tidur RS untuk Pasien Covid-19

Megapolitan
Lahan Baru untuk Makam Jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon Mulai Digunakan

Lahan Baru untuk Makam Jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon Mulai Digunakan

Megapolitan
Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Burung Murai Saat Sedang Beraksi di Kemayoran

Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Burung Murai Saat Sedang Beraksi di Kemayoran

Megapolitan
300 Tahanan Polda Metro Lakukan Tes Swab Sebelum Pindah ke Lapas

300 Tahanan Polda Metro Lakukan Tes Swab Sebelum Pindah ke Lapas

Megapolitan
RSD Stadion Patriot Bekasi Telah Rawat 39 Pasien Covid-19

RSD Stadion Patriot Bekasi Telah Rawat 39 Pasien Covid-19

Megapolitan
Anies Bentuk Tim untuk Kelola Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional

Anies Bentuk Tim untuk Kelola Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional

Megapolitan
Sebaran 1.200 Lebih Pasien Covid-19 di Depok, Terbanyak di Sukmajaya dan Pancoran Mas

Sebaran 1.200 Lebih Pasien Covid-19 di Depok, Terbanyak di Sukmajaya dan Pancoran Mas

Megapolitan
Polisi Amankan Potongan Besi Konstruksi Tol yang Timpa Seorang Sekuriti hingga Tewas

Polisi Amankan Potongan Besi Konstruksi Tol yang Timpa Seorang Sekuriti hingga Tewas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X