Terekam CCTV, Seorang Wanita Buang Janin di Kloset Mal di Kelapa Gading

Kompas.com - 12/03/2020, 17:33 WIB
Ilustrasi CCTV. SHUTTERSTOCKIlustrasi CCTV.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah video rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang perempuan membuang janin bayi di kloset sebuah mal di Kelapa Gading, Jakarta Utara, beredar di media sosial.

Keterangan dalam video yang diunggah di akun Instagram @westjurnalpalma disebutkan, perempuan  itu membuang janin di kloset kamar mandi wanita Gedung Parkir 2 Mal Kelapa Gading.

Perempuan dalam video itu menggunakan baju kuning berlengan dan celana hitam.

Baca juga: Setelah Gugurkan Kandungannya, MT Minta Rekannya Buang Janin ke Tong Sampah

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Ranggo Siregar membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, pembuangan janin itu terjadi pada Selasa (10/3/2020) pukul 20.05 WIB.

"Pertama ketahuannya, saksi bernama Ayu Wulandari sedang bersih-bersih toilet khusus perempuan. Saksi melihat janin yang berada di dalam kloset," kata Ranggo, Kamis.

Ayu yang bekerja sebagai cleaning service mal itu kemudian menyampaikan penemuan janis tersebut ke petugas cleaning service lainnya bernama Agus Rianto dan Irfan.

Agus dan Irfan lalu melaporkan hal itu ke Polsek Kelapa Gading.

"Kami masih menyelidiki kasus ini. Identitas pelaku sudah kami kantongi," ujar Ranggo.

Sejauh ini Polsek Kelapa Gading sudah memeriksa dua orang saksi dalam kasus tersebut.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Megapolitan
Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Megapolitan
Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Megapolitan
APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

Megapolitan
Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Megapolitan
Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Megapolitan
Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Megapolitan
Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Megapolitan
Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Megapolitan
Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Megapolitan
PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

Megapolitan
Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Megapolitan
Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Megapolitan
4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X