Tangkal Virus Corona, DPRD Desak Pemkot Bekasi Batasi Izin Keramaian

Kompas.com - 14/03/2020, 15:06 WIB
Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman Juwono Putro di kantornya, Rabu (27/11/2019). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANKetua DPRD Kota Bekasi Chairoman Juwono Putro di kantornya, Rabu (27/11/2019).
Penulis Cynthia Lova
|
Editor Krisiandi

BEKASI, KOMPAS.com- Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairoman Juwono Putro meminta Pemerintah Kota Bekasi untuk mengambil langkah antisipatif menanggapi merebaknya virus corona yang menyebabkan Covid-19 di Indonesia, terutama Jabodetabek.

Chairoman mendesak agar Pemkot Bekasi membatasi perizinan kegiatan yang menimbulkan keramaian.

Baca juga: Cegah Corona, Gubernur Anies Liburkan Sekolah di DKI Selama 2 Pekan

“Untuk mengefektifkan upaya pencegahan dan pengendalian infeksi yang cermat, terpercaya, DPRD meminta Pemkot segera melakukan manajemen keramaian publik, termasuk melarang acara publik sementara waktu, minimal 14 hari ke depan,” ujar Chairoman saat dihubungi, Sabtu (14/3/2020).

Berkaca dengan beberapa kepala daerah di wilayah lainnya yang telah mengeluarkan batasan untuk izin keramaian. Misalnya, DKI Jakarta yang telah meniadakan car free day untuk dua pekan ke depan.

Menurut dia, sudah seharusnya Bekasi mengambil langkah antisipatif, tidak hanya seruan, melainkan mengambil kebijakan lebih lanjut.

“Tidak cukup seruan (untuk antisipasi virus corona), tetapi juga kebijakan yang tepat dan rasional, sesuai perkembangan terakhir ini di Kota Bekasi yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta,” kata dia.

Baca juga: Pemkot Bekasi: Belum Ada Zona Merah Corona

Chairoman pun menyayangkan sikap Pemkot yang tetap menggelar CFD maupun Bekasi Night Festival meski virus corona telah merebak.

Menurut dia, sikap Pemkot yang tetap memberikan izin CFD maupun acara Bekasi Night Festival menunjukkan sikap pencegahan yang tidak cermat.

“Kegiatan publik yang menghimpun bahkan hingga ribuan massa (di Bekasi) ini malah tidak mencerminkan sikap pencegahan yang cermat di masyarakat,” kata dia.

Ia berharap Pemkot Bekasi mengkaji kembali pemberian izin keramaian untuk sementara waktu menunggu virus corona mereda.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPRD Kota Bogor Sebut Larangan Mudik Lokal Jabodetabek Timbulkan Kebingungan di Masyarakat

Ketua DPRD Kota Bogor Sebut Larangan Mudik Lokal Jabodetabek Timbulkan Kebingungan di Masyarakat

Megapolitan
Polisi Tangkap 3 Orang yang Sebarkan Ajakan Demo di Jalan Tol demi Bisa Mudik

Polisi Tangkap 3 Orang yang Sebarkan Ajakan Demo di Jalan Tol demi Bisa Mudik

Megapolitan
Pengelola Pastikan Monas Masih Ditutup Saat Libur Lebaran

Pengelola Pastikan Monas Masih Ditutup Saat Libur Lebaran

Megapolitan
Mal Diprediksi Ramai pada 'Masa Kritis' 13-15 Mei, Satgas Covid-19 Depok: Kapasitas Hanya 30 Persen

Mal Diprediksi Ramai pada "Masa Kritis" 13-15 Mei, Satgas Covid-19 Depok: Kapasitas Hanya 30 Persen

Megapolitan
Modus Admin yang Tipu Food Vlogger Magdalena, Serahkan Nomor Rekening Pribadi dan Palsukan Tanda Tangan

Modus Admin yang Tipu Food Vlogger Magdalena, Serahkan Nomor Rekening Pribadi dan Palsukan Tanda Tangan

Megapolitan
Cerita Food Vlogger Magdalena, Kena Tipu Admin Sendiri hingga Bakal Tempuh Jalur Hukum

Cerita Food Vlogger Magdalena, Kena Tipu Admin Sendiri hingga Bakal Tempuh Jalur Hukum

Megapolitan
Kali Mampang Depok Meluap Semalam, Warga: Sering Terjadi, Pemkot Tak Serius

Kali Mampang Depok Meluap Semalam, Warga: Sering Terjadi, Pemkot Tak Serius

Megapolitan
Jelang Lebaran, Pasar Senen Ramai Pengunjung Buru Baju Seken

Jelang Lebaran, Pasar Senen Ramai Pengunjung Buru Baju Seken

Megapolitan
Akui Sulit Identifikasi, Satgas Covid-19 Depok Minta Pendatang Lapor Diri

Akui Sulit Identifikasi, Satgas Covid-19 Depok Minta Pendatang Lapor Diri

Megapolitan
Tempat Wisata di Jakarta Buka Saat Libur Lebaran, Jam Operasional Tak Berubah

Tempat Wisata di Jakarta Buka Saat Libur Lebaran, Jam Operasional Tak Berubah

Megapolitan
Penyekatan Jalur Mudik, Hingga Hari Ini Polda Metro Jaya Sudah Putar Balik 3.391 Kendaraan

Penyekatan Jalur Mudik, Hingga Hari Ini Polda Metro Jaya Sudah Putar Balik 3.391 Kendaraan

Megapolitan
Tempat Wisata di Jakarta Buka saat Libur Lebaran, Kapasitas Maksimum 30 Persen

Tempat Wisata di Jakarta Buka saat Libur Lebaran, Kapasitas Maksimum 30 Persen

Megapolitan
Masih Bertahan di Kawasan JIS, Warga Kampung Kebun Bayam Tunggu Huntara Selesai

Masih Bertahan di Kawasan JIS, Warga Kampung Kebun Bayam Tunggu Huntara Selesai

Megapolitan
Fakta Peserta Laporkan Ketua Arisan Lebaran ke Polisi, Berawal Pengakuan Uang Rp 950 Juta Dicuri

Fakta Peserta Laporkan Ketua Arisan Lebaran ke Polisi, Berawal Pengakuan Uang Rp 950 Juta Dicuri

Megapolitan
Warga Kampung Kebun Bayam Belum Pindah, Pengangkatan Atap JIS Ditunda

Warga Kampung Kebun Bayam Belum Pindah, Pengangkatan Atap JIS Ditunda

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X