Jumlah Penumpang di Terminal Pulo Gebang Merosot akibat Pandemi Covid-19

Kompas.com - 30/03/2020, 15:52 WIB
Suasana di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin (30/3/2020). Dokumentasi Dinas Perhubungan Terminal Terpadu Pulo GebangSuasana di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin (30/3/2020).
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal Terpadu Pulo Gebang menurun drastis akibat wabah Covid-19.

Wakil Ketua Regu Dinas Perhubungan Terminal Pulo Gebang Badman Harahap mengatakan bahwa jumlah penumpang mengalami penurunan lebih dari 50 persen dibanding hari normal.

"Karena Covid-19, virus corona, ini banyak turun drastis ya, penurunan (jumlah penumpang) lebih dari 50 persen dibanding hari biasa," kata Badman di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin (30/3/2020).

Badman menjelaskan, pada hari ini saja hanya 539 penumpang yang berangkat dari Terminal Pulo Gebang. Padahal, pada hari normal jumlah penumpang yang berangkat bisa mencapai 3.000 orang per harinya.

Baca juga: Terminal Pulo Gebang Penuh dengan Penumpang Bus Menuju Madura di Masa Pandemi Covid-19

"Hari ini itu ada 39 bus yang berangkat dengan penumpang total 539 orang. Hari biasa itu ada 2.000 sampai 3.000 penumpang," ujar Badman.

Perlu diketahui, Presiden Joko Widodo saat ini tengah menyiapkan peraturan dan instruksi presiden untuk mengatur arus mudik Lebaran 2020.

Aturan serta instruksi presiden ini disiapkan untuk mencegah penyebaran virus  corona jenis baru yang mengakibatkan penyakit Covid-19 di daerah tujuan mudik.

Baca juga: Jokowi Akan Terbitkan Perpres dan Inpres Atur Mudik Lebaran 2020

"Pemerintah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) dan Instruksi Presiden (Inpres) sebagai dasar hukum pengaturan mudik Lebaran, Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, untuk mencegah persebaran Covid-19," kata Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman dalam keterangannya, Senin.

Kendati demikian, pemerintah sebelumnya sudah gencar mengimbau masyarakat agar tidak mudik selama pandemi Covid-19.

Adapun hingga Senin (20/3/2020), jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia, yakni 1.414 kasus.

Dari jumlah tersebut, 75 pasien dinyatakan sembuh dan 122 pasien meninggal dunia.

Baca juga: UPDATE: Bertambah 129, Total Ada 1.414 Pasien Covid-19 di Indonesia

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 4 Juli: Bertambah 2 Kasus, Total Ada 417 Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 4 Juli: Bertambah 2 Kasus, Total Ada 417 Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Perpanjang PSBB, Benyamin Sebut Banyak Warga Tangsel yang Minta Kelonggaran Resepsi Pernikahan

Perpanjang PSBB, Benyamin Sebut Banyak Warga Tangsel yang Minta Kelonggaran Resepsi Pernikahan

Megapolitan
PSBB Proporsional Tahap 2, Pemkot Depok Longgarkan Salon hingga Rumah Ibadah dengan Syarat

PSBB Proporsional Tahap 2, Pemkot Depok Longgarkan Salon hingga Rumah Ibadah dengan Syarat

Megapolitan
[UPDATE] Grafik Covid-19 4 Juli di Depok: 10 Kasus Baru, 2 PDP Meninggal

[UPDATE] Grafik Covid-19 4 Juli di Depok: 10 Kasus Baru, 2 PDP Meninggal

Megapolitan
IPB Jadi Tuan Rumah Acara Forum Rektor Indonesia, Jokowi Minta Perguruan Tinggi Berinovasi

IPB Jadi Tuan Rumah Acara Forum Rektor Indonesia, Jokowi Minta Perguruan Tinggi Berinovasi

Megapolitan
KPAI Desak Polisi Segera Tangkap Ayah Tiri yang Perkosa Remaja di Tangsel

KPAI Desak Polisi Segera Tangkap Ayah Tiri yang Perkosa Remaja di Tangsel

Megapolitan
UPDATE 4 Juli: Bertambah 215, Kini Ada 12.039 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 4 Juli: Bertambah 215, Kini Ada 12.039 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Rasio Kasus Covid-19 di Kelurahan Kenari Jakpus Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Rasio Kasus Covid-19 di Kelurahan Kenari Jakpus Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Megapolitan
Bacok Orang hingga Tewas Saat Tawuran di Tambora, Pria Ini Ditangkap di Cilacap

Bacok Orang hingga Tewas Saat Tawuran di Tambora, Pria Ini Ditangkap di Cilacap

Megapolitan
Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Megapolitan
CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

Megapolitan
Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok mulai 7 Juli jika...

Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok mulai 7 Juli jika...

Megapolitan
Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Megapolitan
Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X