Sebelum Bunuh Pemilik Warung di Cimanggis, Geng Teras Telah 10 Kali Lancarkan Aksi

Kompas.com - 03/04/2020, 13:24 WIB
Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah mengimbau warga untuk mengusi malam tahun baruan di rumah dengan berdoa, Selasa (31/12/2019). KOMPAS.com/ANGGITA NURLITASARIKapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah mengimbau warga untuk mengusi malam tahun baruan di rumah dengan berdoa, Selasa (31/12/2019).

DEPOK, KOMPAS.com - Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah menyebutkan, para pelaku perampokan yang menewaskan seorang pemilik warung berinisial F (33) di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Rabu (1/4/2020) lalu sudah sering melancarkan aksi perampokan.

Kamis kemarin, polisi menangkap 6 dari 9 orang tersangka pelaku yang semuanya tergabung sebagai anggota Geng Teras di Jalan Raya Kranggan, Jatisampurna, Kota Bekasi. Mereka berdomisili di sana.

Dua tersangka yang disebut sebagai otak sekaligus eksekutor ditembak mati oleh polisi. Empat lainnya ditembak di bagian kaki. Tiga orang lainnya buron.

Baca juga: Barang Milik Pedagang yang Dibunuh di Cimanggis Tak Ada yang Raib

"Kelompok ini cukup sadis karena beberapa kali melakukan aksinya di Depok. Misalnya, kasus di Cimanggis yang korbannya ditusuk itu pelakunya dari geng ini," kata Azis kepada wartawan, Jumat ini.

"Setelah kami dalami, ada 10 peristiwa yang dilakukan kelompok ini. Masih kami dalami lagi apakah ada peristiwa lain," imbuh dia.

Dari hasil pemeriksaan sementara, para tersangka mengakui bahwa mereka mulai berkeliaran sejak sore hingga dini hari.

Modus operandi di balik aksi mereka sama, yakni menggunakan senjata tajam dan merampas properti saat itu juga.

Di samping itu, mereka kerap menggunakan sepucuk senjata api jenis air soft gun. Tujuannya untuk menakut-nakuti korbannya.

"Merampok bukan saat ini saja saat wabah (Covid-19). Sebelum ada wabah juga sudah melakukan tindakannya. Intinya mencari materi," ujar Azis.

Menurut Azis, kelompok itu juga diduga terlibat dalam pencurian di rumah kosong dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Baca juga: Polisi Tangkap Perampok yang Bunuh Pemilik Warung di Depok, 2 Pelaku Ditembak Mati

 

"Mereka cukup banyak memiliki riwayat spesifik, khusus ada yang (kasus) curanmor," ujar dia.

F (33), pemilik warung di Jalan Putri Tunggal, Cimanggis, Depok, tewas terbunuh dan dirampok pada Rabu lalu. Korban menderita luka tikaman dan sabetan senjata tajam di banyak titik di tubuhnya. Korban tewas di lokasi kejadian.

Dari tangan para tersangka, polisi menyita aneka barang bukti, seperti 1 pucuk senjata air soft gun, golok, celurit, kunci letter T, dan 2 sepeda motor.

Empat tersangka kini ditahan di Mapolres Metro Depok.  Mereka dijerat dengan Pasal 365, 338, dan 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara hingga seumur hidup.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah Pasien Covid-19 Bisa Dimakamkan di Pemakamanan Mana Saja asal Terapkan Prokes

Jenazah Pasien Covid-19 Bisa Dimakamkan di Pemakamanan Mana Saja asal Terapkan Prokes

Megapolitan
Pedagang Daging Mogok Jualan, Penjual Bakso dan Soto Terpaksa Tutup

Pedagang Daging Mogok Jualan, Penjual Bakso dan Soto Terpaksa Tutup

Megapolitan
Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tambah 3.786, Angka Penambahan Harian Tertinggi Sejak Pandemi

Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tambah 3.786, Angka Penambahan Harian Tertinggi Sejak Pandemi

Megapolitan
Basarnas Pastikan Tanda SOS di Pulau Laki Hoaks

Basarnas Pastikan Tanda SOS di Pulau Laki Hoaks

Megapolitan
Tak Laku Dijual karena Mahal, Daging Sapi Dibuang hingga Dikonsumsi Pedagangnya

Tak Laku Dijual karena Mahal, Daging Sapi Dibuang hingga Dikonsumsi Pedagangnya

Megapolitan
Pusat Diminta Pimpin Penanganan Covid-19 di Jabodetabek, DPRD DKI: Wajar Anies Angkat Tangan

Pusat Diminta Pimpin Penanganan Covid-19 di Jabodetabek, DPRD DKI: Wajar Anies Angkat Tangan

Megapolitan
Hoaks Seputar Sriwijaya Air SJ 182, Mulai dari Bayi Selamat hingga Tanda SOS di Pulau Laki

Hoaks Seputar Sriwijaya Air SJ 182, Mulai dari Bayi Selamat hingga Tanda SOS di Pulau Laki

Megapolitan
Kronologi Kasus Pasien dan Perawat Mesum di RSD Wisma Atlet, Berawal dari Aplikasi Kencan hingga Penetapan Tersangka

Kronologi Kasus Pasien dan Perawat Mesum di RSD Wisma Atlet, Berawal dari Aplikasi Kencan hingga Penetapan Tersangka

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Mogok, Tukang Bakso di Pasar Koja Baru Tak Bisa Berjualan

Pedagang Daging Sapi Mogok, Tukang Bakso di Pasar Koja Baru Tak Bisa Berjualan

Megapolitan
Langgar Hak Cipta Tugu Selamat Datang, Grand Indonesia Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar

Langgar Hak Cipta Tugu Selamat Datang, Grand Indonesia Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar

Megapolitan
Besok, Polisi Beberkan Hasil Gelar Perkara Kasus Pesta Raffi Ahmad di Rumah Ricardo Gelael

Besok, Polisi Beberkan Hasil Gelar Perkara Kasus Pesta Raffi Ahmad di Rumah Ricardo Gelael

Megapolitan
Jual Impas Daging Rp 120.000 Per Kg, Pedagang: Pembeli Enggak Kuat Harga Segitu

Jual Impas Daging Rp 120.000 Per Kg, Pedagang: Pembeli Enggak Kuat Harga Segitu

Megapolitan
Wakil Ketua DPRD DKI Nilai Wajar Anies Minta Pusat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Wakil Ketua DPRD DKI Nilai Wajar Anies Minta Pusat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pelecehan Seksual terhadap Istri Isa Bajaj

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pelecehan Seksual terhadap Istri Isa Bajaj

Megapolitan
Selama PPKM, Terminal Bus Kalideres Buka Posko Rapid Test Antigen Gratis

Selama PPKM, Terminal Bus Kalideres Buka Posko Rapid Test Antigen Gratis

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X