Barang Milik Pedagang yang Dibunuh di Cimanggis Tak Ada yang Raib

Kompas.com - 02/04/2020, 13:41 WIB
Ilustrasi iStockphotoIlustrasi

DEPOK, KOMPAS.com - Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah, mendalami kemungkinan lain terkait motif pembunuhan seorang pedagang berinisial F (33) di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Rabu (1/4/2020) kemarin.

Aksi pembunuhan itu sebelumnya diduga bermotif perampokan.

Namun, Azis mengatakan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, tak ada barang milik korban yang raib dibawa pelaku pembunuhan.

Baca juga: Polisi Buru Perampok yang Bunuh Pemilik Warung di Depok

"Sementara enggak ada barang yang hilang. Mungkin, apakah (dilatarbelakangi dendam) pribadi. Kami belum tahu juga," kata dia kepada wartawan, Kamis (2/4/2020).

"Yang jelas sampai saat ini belum ada informasi barang yang hilang atau diambil," imbuh dia.

Azis berujar, jajarannya masih fokus menggali keterangan para saksi. Pasalnya, rekaman CCTV yang ada tak memperlihatkan secara gamblang peristiwa itu.

Sejumlah saksi disebut sempat berupaya menolong korban yang mengalami banyak luka di dada, punggung, dan tangan selepas insiden pembunuhan itu.

" Saksi mendengar ada orang ribut, salah satunya pakai senjata tajam. Saat saksi keluar, korban sudah terjatuh dan terluka, sedangkan satu lagi (pelaku) sudah lari. Saksi sempat berusaha membantu. Namun ternyata korban tidak kuat dan meninggal di lokasi," ujar Azis.

"Jumlah saksi yang kami periksa 5 orang," ujar dia.

Pembunuhan terhadap korban terjadi pukul 04.00 WIB pada Rabu kemarin.

Korban merupakan pedagang di warung yang beroperasi 24 jam di Jalan Putri Tunggal, Kelurahan Harjamukti.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

Megapolitan
Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Megapolitan
Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Megapolitan
Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Megapolitan
Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Megapolitan
Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Megapolitan
Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Megapolitan
PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

Megapolitan
Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Megapolitan
Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Megapolitan
4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

Megapolitan
UI Pertimbangkan Terapkan Sistem Kuliah Campuran Tatap Muka dan Daring

UI Pertimbangkan Terapkan Sistem Kuliah Campuran Tatap Muka dan Daring

Megapolitan
Hasil Rapid Test, 19 Orang di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung Reaktif Covid-19

Hasil Rapid Test, 19 Orang di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung Reaktif Covid-19

Megapolitan
Ini Syarat Aktivitas di Rumah Ibadah saat PSBB Proporsional di Depok

Ini Syarat Aktivitas di Rumah Ibadah saat PSBB Proporsional di Depok

Megapolitan
Tempat Spa di Bekasi Boleh Beroperasi, Terapis Wajib Jalani Rapid Test

Tempat Spa di Bekasi Boleh Beroperasi, Terapis Wajib Jalani Rapid Test

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X