Akibat Pandemi Covid-19, Taman Margasatwa Ragunan Pesimistis Raih 5 Juta Pengunjung Tahun Ini

Kompas.com - 29/05/2020, 11:31 WIB
beberapa pengunjung terlihat memandang gajah di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (31/12/2019) KOMPAS.COM/WALDA MARISONbeberapa pengunjung terlihat memandang gajah di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (31/12/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama pandemi Covid-19, Taman Margasatwa Ragunan menutup operasional sejak Maret 2020 hingga saat ini. 

Akibat penutupan itu, pihak manajamen pun pesimistis menatap target 5 juta pengunjung tahun ini.

"Kita punya target 5 juta pengunjung dalam satu tahun, sementara kita sampai bulan Maret saja baru 600.000 pengunjung. Itu sudah penurunan yang sangat signifikan itu," ujar Kepala Satuan Pelaksanaan Promosi Taman Margasatwa Ragunan, Ketut Widarsana saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2020).

Maka dari itu, Ketut memastikan Taman Margasatwa Ragunan akan menyesuaikan target pengunjung tahun ini. Namun, belum dapat dipastikan angkanya.

Baca juga: TM Ragunan Pertimbangkan Batasi Jumlah Pengunjung dan Hari Operasional jika New Normal Berlaku

 

Pihaknya harus mempertimbangkan jumlah target dengan animo masyarakat untuk datang jika nanti Taman Margasatwa Ragunan kembali dibuka.

Terlebih, akan ada peraturan baru mengingat dalam rangka menyambut era new normal yang dicanangkan pemerintah.

"Antusiasme pengunjung gimana? Ataukah sedikit atau banyak. Dari situ kan kita sudah bisa lihat berapa kira-kira berapa targetnya," jelas dia.

Selama ditutup akibat pandemi Covid-19, aman Margasatwa Ragunan membuka fasilitas wisata virtual setiap hari Minggu, mulai pukul 10.00 WIB,

Masyarakat bisa menyaksikan berbagai satwa di Ragunan lewat akun Instagram resminya, @ragunanzoo.

Terobosan ini dilakukan lantaran Taman Margasatwa Ragunan dinyatakan tutup sejak 14 Maret 2020 lalu demi memutus mata rantai pandemi Covid-19. 

Fasilitas wisata virtual gratis ini akan terus diberlakukan selama pandemi Covid-19.

Beragam penampilan satwa yang berbeda-beda disajikan kepada warganet di setiap minggunya. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Selidiki Kasus Pegawai Starbuck yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Polisi Selidiki Kasus Pegawai Starbuck yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Megapolitan
Pabrik Ditutup Sementara karena Covid-19, Unilever Bantah Rumahkan 800 Karyawan

Pabrik Ditutup Sementara karena Covid-19, Unilever Bantah Rumahkan 800 Karyawan

Megapolitan
Pedagang Hewan Kurban dari Luar Jakarta Wajib Punya SIKM dan Ajukan Perizinan

Pedagang Hewan Kurban dari Luar Jakarta Wajib Punya SIKM dan Ajukan Perizinan

Megapolitan
Ratusan Pasar Ditutup karena Covid-19, Pedagang Mengeluh Rugi

Ratusan Pasar Ditutup karena Covid-19, Pedagang Mengeluh Rugi

Megapolitan
Unilever: Penutupan Sementara Pabrik Tak Pengaruhi Pasokan Produk untuk Konsumen

Unilever: Penutupan Sementara Pabrik Tak Pengaruhi Pasokan Produk untuk Konsumen

Megapolitan
Starbucks Pecat Pegawai yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Starbucks Pecat Pegawai yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Megapolitan
19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

Megapolitan
Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

Megapolitan
Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

Megapolitan
265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

Megapolitan
Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

Megapolitan
KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

Megapolitan
Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

Megapolitan
Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

Megapolitan
KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X